alexametrics
27.3 C
Banyuwangi
Tuesday, July 5, 2022

Aturan Terbaru Perjalanan Domestik; Belum Booster Wajib Tes Antigen

KALIPURO – Pemberlakuan Surat Edaran (SE) Satgas Covid-19 Nomor 16 kembali mendorong masyarakat untuk menggunakan layanan rapid test antigen dan PCR. Di Pelabuhan ASDP Ketapang, petugas dari Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Tanjung Wangi memeriksa calon penumpang kapal yang belum mendapatkan suntikan vaksin booster alias dosis ketiga.

Memasuki pintu loket pelabuhan, bagi calon penumpang yang belum mendapatkan vaksinasi Covid-19 alias dosis ketiga, wajib menunjukkan surat rapid test antigen. Sedangkan bagi yang sudah mendapat vaksinasi ketiga bisa langsung memasuki kapal tanpa harus menunjukkan bukti rapid test.

Kasi Karantina dan Surveilans Epidemiologi KKP Kelas II Probolinggo Jumali mengatakan, sesuai dengan SE Satgas Covid-19, pelaku perjalanan dalam negeri yang baru mendapatkan vaksinasi dosis kedua wajib menunjukkan bukti rapid test antigen. Mereka yang baru menerima vaksin dosis kesatu harus menunjukan hasil tes PCR sebagai syarat perjalanan.

Sejak SE Nomor 16 dikeluarkan, aturan tersebut langsung diberlakukan. Masyarakat yang belum mendapatkan vaksin booster tetap harus melampirkan bukti rapid test. ”Yang sudah vaksin kedua cukup rapid test antigen, tapi bagi yang belum vaksin kedua harus menunjukkan bukti PCR. Dalam seminggu ini kita masih sikapi dengan antigen karena butuh penyesuaian,” ujarnya.

Proses skrining sudah dilakukan sejak pembelian tiket kapal. Calon penumpang yang memesan tiket memasukkan NIK-nya ke dalam aplikasi. Begitu tercatat belum menerima vaksinasi ketiga, akan ada notifikasi untuk menyediakan rapid test. ”Petugas KKP hanya melakukan validasi seperti biasa. Untuk syarat tes PCR dan antigen semuanya terdeteksi di loket, termasuk di aplikasi PeduliLindungi,” kata Jumali.

Hingga kemarin (4/4), belum tampak calon penumpang yang membutuhkan rapid test antigen. Sebab, cukup banyak yang sudah mendapatkan vaksinasi booster. Jumali menambahkan, saat aturan pertama diterapkan, jumlah warga yang baru divaksin satu kali tidak terlalu banyak. Per hari hanya 4 sampai 5 orang saja yang membutuhkan tes antigen. Sisanya sudah banyak yang divaksin dosis kedua. ”Yang membutuhkan rapid test rata-rata anak-anak karena banyak yang belum ikut vaksin booster,” kata Jumali.  

Meski vaksin booster kini wajib bagi calon penumpang kapal, hingga kemarin belum ada layanan vaksinasi yang disediakan di sekitar Pelabuhan Ketapang. Jumali mengatakan, kemungkinan layanan tersebut akan disediakan nanti setelah mendekati Hari Raya Idul Fitri.

Namun, Jumali mengaku tidak bisa memastikan apakah layanan vaksin gratis disediakan atau tidak. Berdasarkan pengalaman sebelumnya, jumlah calon penumpang yang melakukan vaksinasi cukup sedikit. Akibatnya, banyak vaksin yang tidak terpakai.

Dikatakan Jumali, layanan rapid test gratis yang sebelumnya disediakan untuk sopir logistik di Terminal Sritanjung sudah ditarik karena banyak sopir logistik yang sudah divaksin booster. ”Di terminal sudah tidak ada vaksin atau rapid gratis,” tandasnya. 

KALIPURO – Pemberlakuan Surat Edaran (SE) Satgas Covid-19 Nomor 16 kembali mendorong masyarakat untuk menggunakan layanan rapid test antigen dan PCR. Di Pelabuhan ASDP Ketapang, petugas dari Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Tanjung Wangi memeriksa calon penumpang kapal yang belum mendapatkan suntikan vaksin booster alias dosis ketiga.

Memasuki pintu loket pelabuhan, bagi calon penumpang yang belum mendapatkan vaksinasi Covid-19 alias dosis ketiga, wajib menunjukkan surat rapid test antigen. Sedangkan bagi yang sudah mendapat vaksinasi ketiga bisa langsung memasuki kapal tanpa harus menunjukkan bukti rapid test.

Kasi Karantina dan Surveilans Epidemiologi KKP Kelas II Probolinggo Jumali mengatakan, sesuai dengan SE Satgas Covid-19, pelaku perjalanan dalam negeri yang baru mendapatkan vaksinasi dosis kedua wajib menunjukkan bukti rapid test antigen. Mereka yang baru menerima vaksin dosis kesatu harus menunjukan hasil tes PCR sebagai syarat perjalanan.

Sejak SE Nomor 16 dikeluarkan, aturan tersebut langsung diberlakukan. Masyarakat yang belum mendapatkan vaksin booster tetap harus melampirkan bukti rapid test. ”Yang sudah vaksin kedua cukup rapid test antigen, tapi bagi yang belum vaksin kedua harus menunjukkan bukti PCR. Dalam seminggu ini kita masih sikapi dengan antigen karena butuh penyesuaian,” ujarnya.

Proses skrining sudah dilakukan sejak pembelian tiket kapal. Calon penumpang yang memesan tiket memasukkan NIK-nya ke dalam aplikasi. Begitu tercatat belum menerima vaksinasi ketiga, akan ada notifikasi untuk menyediakan rapid test. ”Petugas KKP hanya melakukan validasi seperti biasa. Untuk syarat tes PCR dan antigen semuanya terdeteksi di loket, termasuk di aplikasi PeduliLindungi,” kata Jumali.

Hingga kemarin (4/4), belum tampak calon penumpang yang membutuhkan rapid test antigen. Sebab, cukup banyak yang sudah mendapatkan vaksinasi booster. Jumali menambahkan, saat aturan pertama diterapkan, jumlah warga yang baru divaksin satu kali tidak terlalu banyak. Per hari hanya 4 sampai 5 orang saja yang membutuhkan tes antigen. Sisanya sudah banyak yang divaksin dosis kedua. ”Yang membutuhkan rapid test rata-rata anak-anak karena banyak yang belum ikut vaksin booster,” kata Jumali.  

Meski vaksin booster kini wajib bagi calon penumpang kapal, hingga kemarin belum ada layanan vaksinasi yang disediakan di sekitar Pelabuhan Ketapang. Jumali mengatakan, kemungkinan layanan tersebut akan disediakan nanti setelah mendekati Hari Raya Idul Fitri.

Namun, Jumali mengaku tidak bisa memastikan apakah layanan vaksin gratis disediakan atau tidak. Berdasarkan pengalaman sebelumnya, jumlah calon penumpang yang melakukan vaksinasi cukup sedikit. Akibatnya, banyak vaksin yang tidak terpakai.

Dikatakan Jumali, layanan rapid test gratis yang sebelumnya disediakan untuk sopir logistik di Terminal Sritanjung sudah ditarik karena banyak sopir logistik yang sudah divaksin booster. ”Di terminal sudah tidak ada vaksin atau rapid gratis,” tandasnya. 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/