alexametrics
23.1 C
Banyuwangi
Tuesday, June 28, 2022

Hati Hati Anda Berwisata, Ada Tes Antigen Acak

BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Langkah tegas mulai diterapkan Satgas Covid-19 untuk mendisiplinkan masyarakat yang  melanggar protokol kesehatan (prokes). Satgas melalui tim Covid Hunter menggelar razia di tempat-tempat kerumunan. Di sana masih banyak warga yang melanggar protokol kesehatan.

Tim Covid Hunter terdiri personel Kodim 0825, Polresta Banyuwangi, Dinas Kesehatan, Satpol PP, BPBD, dan Dinas Perhubungan. Mereka melakukan patrol secara acak.

Tim menyertakan ambulans dan petugas laboratorium yang akan memeriksa langsung warga yang terkena razia.  Sabtu malam (2/10) tim Covid Hunter melakukan razia di kawasan Plengsengan Kampung Mandar, Kecamatan Banyuwangi. Mereka menghentikan beberapa pemuda yang berkeliaran tanpa mengenakan masker.

Petugas medis dengan pakaian hazmat langsung menggiring para pelanggar prokes untuk dilakukan swab di tempat.  Beruntung, pada razia kemarin belum ditemukan ada pasien positif. Meski demikian, tim Covid Hunter akan terus memburu warga yang tetap nekat melanggar prokes.

Rencananya razia akan terus digelar, terutama di tempat-tempat yang berpotensi menimbulakan kerumunan. ”Sasaran kita masyarakat yang tidak bermasker dan yang berkerumun. Mereka akan langsung kita swab di tempat,” tegas Camat Banyuwangi, Mohammad Lutfi.

Tak hanya kerumunan, warung-warung yang memicu kerumunan tak luput menjadi sasaran razia. Untuk mendukung operasi tersebut, tim Covid Hunter menyediakan ratusan rapid test yang akan digunakan untuk melakukan swab kepada masyarakat yang terkena razia. ”Pengunjung plengsengan kita pilih secara acak. Kalau terbukti positif, akan kita bawa ke rumah sakit,” kata Lutfi.  

Penertiban pelanggar prokes menyasar ke titik-titik yang dianggap menjadi tempat kerumunan. Lutfi menjelaskan, tindakan ini perlu dilakukan sebagai upaya untuk menekan angka penyebaran Covid-19. ”Kita harap, masyarakat  tetap ikut menjaga atau mengantisipasi penyebaran Covid-19 di Banyuwangi,” harapnya.

Lutfi menambahkan, penertiban akan terus dilakukan demi menjaga dan mengantisipasi penyebaran Covid-19. Pemeriksaan bukan hanya dilakukan di plengsengan, namun akan menyasar ke sejumlah tempat. ”Ini demi menjaga masyarakat Banyuwangi tetap menaati aturan yang telah ditetapkan oleh pemerintah,” kata Lutfi. 

BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Langkah tegas mulai diterapkan Satgas Covid-19 untuk mendisiplinkan masyarakat yang  melanggar protokol kesehatan (prokes). Satgas melalui tim Covid Hunter menggelar razia di tempat-tempat kerumunan. Di sana masih banyak warga yang melanggar protokol kesehatan.

Tim Covid Hunter terdiri personel Kodim 0825, Polresta Banyuwangi, Dinas Kesehatan, Satpol PP, BPBD, dan Dinas Perhubungan. Mereka melakukan patrol secara acak.

Tim menyertakan ambulans dan petugas laboratorium yang akan memeriksa langsung warga yang terkena razia.  Sabtu malam (2/10) tim Covid Hunter melakukan razia di kawasan Plengsengan Kampung Mandar, Kecamatan Banyuwangi. Mereka menghentikan beberapa pemuda yang berkeliaran tanpa mengenakan masker.

Petugas medis dengan pakaian hazmat langsung menggiring para pelanggar prokes untuk dilakukan swab di tempat.  Beruntung, pada razia kemarin belum ditemukan ada pasien positif. Meski demikian, tim Covid Hunter akan terus memburu warga yang tetap nekat melanggar prokes.

Rencananya razia akan terus digelar, terutama di tempat-tempat yang berpotensi menimbulakan kerumunan. ”Sasaran kita masyarakat yang tidak bermasker dan yang berkerumun. Mereka akan langsung kita swab di tempat,” tegas Camat Banyuwangi, Mohammad Lutfi.

Tak hanya kerumunan, warung-warung yang memicu kerumunan tak luput menjadi sasaran razia. Untuk mendukung operasi tersebut, tim Covid Hunter menyediakan ratusan rapid test yang akan digunakan untuk melakukan swab kepada masyarakat yang terkena razia. ”Pengunjung plengsengan kita pilih secara acak. Kalau terbukti positif, akan kita bawa ke rumah sakit,” kata Lutfi.  

Penertiban pelanggar prokes menyasar ke titik-titik yang dianggap menjadi tempat kerumunan. Lutfi menjelaskan, tindakan ini perlu dilakukan sebagai upaya untuk menekan angka penyebaran Covid-19. ”Kita harap, masyarakat  tetap ikut menjaga atau mengantisipasi penyebaran Covid-19 di Banyuwangi,” harapnya.

Lutfi menambahkan, penertiban akan terus dilakukan demi menjaga dan mengantisipasi penyebaran Covid-19. Pemeriksaan bukan hanya dilakukan di plengsengan, namun akan menyasar ke sejumlah tempat. ”Ini demi menjaga masyarakat Banyuwangi tetap menaati aturan yang telah ditetapkan oleh pemerintah,” kata Lutfi. 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/