alexametrics
27.7 C
Banyuwangi
Saturday, July 2, 2022

BOR RS Covid-19 Turun, ICU Masih Tinggi

RadarBanyuwangi.id – Tren pasien Covid-19 yang menjalani perawatan di semua rumah sakit (RS) rujukan mulai menurun pada awal bulan Agustus. Kondisi ini tampak dari tingkat keterisian tempat tidur (bed occupancy rate/BOR) yang kini berada di angka 70 persen.

Pekan terakhir bulan Juli lalu, BOR rumah sakit masih berada di angka 87 persen. Angka tersebut masih di atas ambang batas WHO, yaitu 60 persen. Penurunan BOR sedikit banyak bisa mengatur napas petugas RS setelah terus-menerus kedatangan pasien Covid.

”Ruang isolasi mulai longgar, tapi ICU memang masih penuh. Kita sudah anggarkan di belanja tak terduga (BTT) untuk pembelian ventilator dan tambahan bed,” kata Ketua Satgas Covid-19 Banyuwangi Ipuk Fiestiandani.

Kepala Ruang Isolasi Covid-19 RSUD Blambangan Inti Bawono menambahkan, angka BOR secara kumulatif cenderung menurun sejak awal Agustus. Namun, ruang ICU masih dipenuhi pasien dengan kondisi parah. Imbas dari menurunnya BOR, ruang isolasi 5 untuk sementara  kosong.

Ruang isolasi yang sebelumnya diperuntukkan bagi pasien khusus tenaga kesehatan ini kini tidak lagi digunakan. Petugas ruang isolasi lebih fokus untuk menangani pasien di ruang isolasi 1, 2, 3, dan 4. ”Ruang isolasi 5 digunakan untuk nakes. Banyak nakes kita yang kena Covid dan bergejala. Ruangan tersebut sempat digunakan pejabat di lingkungan Pemkab yang terpapar Covid,” kata Inti.

Diungkapkan Inti, pasien yang datang ke rumah sakit rata-rata kondisinya sudah parah. Persentasenya 60 berbanding 40 daripada pasien bergejala sedang. Mereka yang datang rata-rata sudah dalam kondisi parah, mulai sesak napas hingga mengalami desaturasi. Meski ruang isolasi mulai kosong, untuk ruang ICU masih tetap penuh dengan pasien Covid.

Bahkan, masih ada beberapa pasien dengan kondisi parah yang harus mengantre di ruang IGD karena terbatasnya kapasitas ICU. Pasien yang paling banyak datang dalam kondisi parah rata-rata berjenis kelamin perempuan dengan usia di atas 50 tahun. ”Mayoritas memang perempuan dan obesitas. Gejalanya sesak napas dan desaturasi. Jika mereka cepat dirawat dengan waktu yang lama, rata-rata bisa sembuh,” jelas Inti.

Tingginya keterisian tempat tidur tidak hanya terjadi di RS Blambangan. Data BOR dari Dinas Kesehatan Banyuwangi menyebutkan, rata-rata ruang ICU di tujuh rumah sakit rujukan Covid-19 dalam kondisi penuh. Sedangkan ruang isolasi rata-rata berada di angka 90 persen ke bawah. ”Secara umum ada penurunan untuk BOR,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi dr Widji Lestariono. (fre/aif/c1)

RadarBanyuwangi.id – Tren pasien Covid-19 yang menjalani perawatan di semua rumah sakit (RS) rujukan mulai menurun pada awal bulan Agustus. Kondisi ini tampak dari tingkat keterisian tempat tidur (bed occupancy rate/BOR) yang kini berada di angka 70 persen.

Pekan terakhir bulan Juli lalu, BOR rumah sakit masih berada di angka 87 persen. Angka tersebut masih di atas ambang batas WHO, yaitu 60 persen. Penurunan BOR sedikit banyak bisa mengatur napas petugas RS setelah terus-menerus kedatangan pasien Covid.

”Ruang isolasi mulai longgar, tapi ICU memang masih penuh. Kita sudah anggarkan di belanja tak terduga (BTT) untuk pembelian ventilator dan tambahan bed,” kata Ketua Satgas Covid-19 Banyuwangi Ipuk Fiestiandani.

Kepala Ruang Isolasi Covid-19 RSUD Blambangan Inti Bawono menambahkan, angka BOR secara kumulatif cenderung menurun sejak awal Agustus. Namun, ruang ICU masih dipenuhi pasien dengan kondisi parah. Imbas dari menurunnya BOR, ruang isolasi 5 untuk sementara  kosong.

Ruang isolasi yang sebelumnya diperuntukkan bagi pasien khusus tenaga kesehatan ini kini tidak lagi digunakan. Petugas ruang isolasi lebih fokus untuk menangani pasien di ruang isolasi 1, 2, 3, dan 4. ”Ruang isolasi 5 digunakan untuk nakes. Banyak nakes kita yang kena Covid dan bergejala. Ruangan tersebut sempat digunakan pejabat di lingkungan Pemkab yang terpapar Covid,” kata Inti.

Diungkapkan Inti, pasien yang datang ke rumah sakit rata-rata kondisinya sudah parah. Persentasenya 60 berbanding 40 daripada pasien bergejala sedang. Mereka yang datang rata-rata sudah dalam kondisi parah, mulai sesak napas hingga mengalami desaturasi. Meski ruang isolasi mulai kosong, untuk ruang ICU masih tetap penuh dengan pasien Covid.

Bahkan, masih ada beberapa pasien dengan kondisi parah yang harus mengantre di ruang IGD karena terbatasnya kapasitas ICU. Pasien yang paling banyak datang dalam kondisi parah rata-rata berjenis kelamin perempuan dengan usia di atas 50 tahun. ”Mayoritas memang perempuan dan obesitas. Gejalanya sesak napas dan desaturasi. Jika mereka cepat dirawat dengan waktu yang lama, rata-rata bisa sembuh,” jelas Inti.

Tingginya keterisian tempat tidur tidak hanya terjadi di RS Blambangan. Data BOR dari Dinas Kesehatan Banyuwangi menyebutkan, rata-rata ruang ICU di tujuh rumah sakit rujukan Covid-19 dalam kondisi penuh. Sedangkan ruang isolasi rata-rata berada di angka 90 persen ke bawah. ”Secara umum ada penurunan untuk BOR,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi dr Widji Lestariono. (fre/aif/c1)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/