alexametrics
25.3 C
Banyuwangi
Thursday, July 7, 2022

Antisipasi Banjir, Ramai-Ramai Keruk Sedimen Dam Macan Putih

JawaPos.com – Memasuki musim penghujan, tidak sedikit masyarakat yang khawatir dengan bencana banjir. Sebagai antisipasi banjir, dinas terkait mulai melakukan pengerukan sedimentasi di sejumlah bendungan di Banyuwangi. Pengerukan ini dilakukan secara gotong royong bersama dengan Himpunan Petani Pemakai Air (HIPPA).

Seperti terlihat di Dam Kertosari Desa Macan Putih, Kecamatan Kabat, yang dilakukan Korsda Rogojampi bersama dengan HIPPA setempat, kemarin (3/11). Pada musim kemarau, sedimentasi tumpukan tanah dan lumpur dari hulu mengendap di waduk. Akibatnya debit air berkurang dan permukaan tanah terlihat dengan jelas saat debit air menyusut.

”Kita telah melakukan manajemen pengeringan dalam rangka pemeliharaan dan peningkatan kapasitas bendung dan dam. Tiap bendungan, jadwal pengerukan tidak sama,” ungkap Sekretaris Dinas PU Pengairan Riza Al Fahrobi.

Selain itu, DPU Pengairan juga memberlakukan piket banjir di kawasan bendungan bagi penjaga palang pintu air dan juga koordinator eksploitasi air (korek) di masing-masing wilayah. Dengan manajemen yang koordinatif antarjuru pengairan dari wilayah hulu ke hilir. ”Ada pelaporan data dari petugas di lokasi, di mana penjaga juga koordinasi dengan penjaga pintu air di bendungan lain,” jelas Riza.

Dia menyebut, ada batasan angka tertentu yang menyebabkan pintu air harus dibuka. Salah satu indikasi pembukaan pintu air ialah ketika ketinggian air sudah melimpah atau telah mencapai batas ketentuan. Hal tersebut dilakukan sebagai bentuk antisipasi pergerakan muka air sungai untuk meminimalkan dampak kerusakan pada daerah pertanian jika sewaktu-waktu curah hujan tinggi dan debit air naik.

”Jika cepat dilakukan antisipasi sejak awal, maka kemungkinan terjadinya banjir serta kerusakan terhadap lahan pertanian dan dampak kerusakan lain akibat banjir dapat diminimalkan,” tandas Riza.

JawaPos.com – Memasuki musim penghujan, tidak sedikit masyarakat yang khawatir dengan bencana banjir. Sebagai antisipasi banjir, dinas terkait mulai melakukan pengerukan sedimentasi di sejumlah bendungan di Banyuwangi. Pengerukan ini dilakukan secara gotong royong bersama dengan Himpunan Petani Pemakai Air (HIPPA).

Seperti terlihat di Dam Kertosari Desa Macan Putih, Kecamatan Kabat, yang dilakukan Korsda Rogojampi bersama dengan HIPPA setempat, kemarin (3/11). Pada musim kemarau, sedimentasi tumpukan tanah dan lumpur dari hulu mengendap di waduk. Akibatnya debit air berkurang dan permukaan tanah terlihat dengan jelas saat debit air menyusut.

”Kita telah melakukan manajemen pengeringan dalam rangka pemeliharaan dan peningkatan kapasitas bendung dan dam. Tiap bendungan, jadwal pengerukan tidak sama,” ungkap Sekretaris Dinas PU Pengairan Riza Al Fahrobi.

Selain itu, DPU Pengairan juga memberlakukan piket banjir di kawasan bendungan bagi penjaga palang pintu air dan juga koordinator eksploitasi air (korek) di masing-masing wilayah. Dengan manajemen yang koordinatif antarjuru pengairan dari wilayah hulu ke hilir. ”Ada pelaporan data dari petugas di lokasi, di mana penjaga juga koordinasi dengan penjaga pintu air di bendungan lain,” jelas Riza.

Dia menyebut, ada batasan angka tertentu yang menyebabkan pintu air harus dibuka. Salah satu indikasi pembukaan pintu air ialah ketika ketinggian air sudah melimpah atau telah mencapai batas ketentuan. Hal tersebut dilakukan sebagai bentuk antisipasi pergerakan muka air sungai untuk meminimalkan dampak kerusakan pada daerah pertanian jika sewaktu-waktu curah hujan tinggi dan debit air naik.

”Jika cepat dilakukan antisipasi sejak awal, maka kemungkinan terjadinya banjir serta kerusakan terhadap lahan pertanian dan dampak kerusakan lain akibat banjir dapat diminimalkan,” tandas Riza.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/