alexametrics
27.6 C
Banyuwangi
Thursday, July 7, 2022

Janji Ditambal sebelum Lebaran

KALIPURO – Pengguna Jalan Letjen Suprapto atau yang lebih dikenal dengan Jalan Argopuro tampaknya masih harus bersabar. Sebab, jalan yang berada di Lingkungan Argopuro, Kelurahan Klatak, Kecamatan Kalipuro, hingga kini masih dibiarkan bergelombang dan berlubang. Padahal, pada Oktober 2017 lalu, warga sempat protes dengan menanam pohon pisang di lokasi jalan yang berlubang.

”Sudah lama jalan ini berlubang dan tidak kunjung diperbaiki. Banyak pengendara yang terperosok jatuh ke dalam lubang, untungnya tidak ada yang menimbulkan korban jiwa,” ujar Roni Nurdani, 25, penjual es buah.

Pantauan koran ini, beberapa pengendara roda dua harus berhenti agar tidak terserempet truk. Namun, ada juga pengendara yang nekat menerobos lubang. ”Jalan ini merupakan jalan padat kendaraan. Banyak truk muatan berat yang melintasi jalan ini setiap hari,” ungkap Wirawan, 40, pengguna jalan asal Kelurahan Klatak.

Kepala Dinas PU Bina Marga dan Cipta Karya Banyuwangi Mujiono mengatakan, pihaknya berjanji segera melakukan tambal sulam di Jalan Argopuro yang berlubang. Saat ini, kata Mujiono, prosesnya tinggal pelaksanaan saja.

Untuk tahun ini, ada 300 titik jalan yang sudah dianggarkan perbaikan di tahun 2018. 75 persen di antaranya sudah dilelang dan tinggal menanti pelaksanaan saja. ”Yang di kota atau Jalan Ar­gopuro tinggal menunggu pelaksanaan saja. Nanti pengerjaannya bersama-sama karena kita menggunakan hotmix. Hotmix sendiri sekali produksi 300 ton. Jadi sebelum hari raya nanti sudah kita kerjakan tambal sulamnya,” janji Muji.

Ditambahkan, Jalan Argopuro hingga Jalan Brawijaya sebenarnya masuk klasifikasi jalan nasional. Hanya saja, Kementerian PU, kata Muji, enggan mengakuisisi proyek untuk memperbaiki Jalan Argopuro. ”Karena, menurut Kementerian PU, di sepanjang jalan itu ada dua rel kereta api,” kata Muji.

Sehingga, imbuhnya, dianggap membahayakan dan berisiko besar jika dijadikan jalan nasional. Karena itu, mau tidak mau jalan tersebut akhirnya tetap menjadi jalan kabupaten dan ditekel Pemkab Banyuwangi. ”Kemampuan kita ya hanya melakukan tambal sulam seperti ini. Kalau kita harus memperbaiki sampai ke dua lapisannya, anggaran kita bisa habis hanya untuk memperbaiki jalan ini,” terang ketua PBSI Banyuwangi itu.

Sementara ini, untuk Jalan Argopuro akan tetap ditekel oleh pemkab dengan nilai anggaran sebesar Rp 300 juta. Sedangkan sebagian lainnya yang tidak ter-cover nanti akan ditangani oleh Satgas Jalan Rusak.

”Dari Brak sampai rel akan ditangani satgas. Si­sanya akan ditangani proyek tambal sulam. Nanti untuk perbaikan lainnya menyusul. Yang jelas, kita kejar target supaya bisa digunakan se­belum hari raya nanti,” tandasnya.

KALIPURO – Pengguna Jalan Letjen Suprapto atau yang lebih dikenal dengan Jalan Argopuro tampaknya masih harus bersabar. Sebab, jalan yang berada di Lingkungan Argopuro, Kelurahan Klatak, Kecamatan Kalipuro, hingga kini masih dibiarkan bergelombang dan berlubang. Padahal, pada Oktober 2017 lalu, warga sempat protes dengan menanam pohon pisang di lokasi jalan yang berlubang.

”Sudah lama jalan ini berlubang dan tidak kunjung diperbaiki. Banyak pengendara yang terperosok jatuh ke dalam lubang, untungnya tidak ada yang menimbulkan korban jiwa,” ujar Roni Nurdani, 25, penjual es buah.

Pantauan koran ini, beberapa pengendara roda dua harus berhenti agar tidak terserempet truk. Namun, ada juga pengendara yang nekat menerobos lubang. ”Jalan ini merupakan jalan padat kendaraan. Banyak truk muatan berat yang melintasi jalan ini setiap hari,” ungkap Wirawan, 40, pengguna jalan asal Kelurahan Klatak.

Kepala Dinas PU Bina Marga dan Cipta Karya Banyuwangi Mujiono mengatakan, pihaknya berjanji segera melakukan tambal sulam di Jalan Argopuro yang berlubang. Saat ini, kata Mujiono, prosesnya tinggal pelaksanaan saja.

Untuk tahun ini, ada 300 titik jalan yang sudah dianggarkan perbaikan di tahun 2018. 75 persen di antaranya sudah dilelang dan tinggal menanti pelaksanaan saja. ”Yang di kota atau Jalan Ar­gopuro tinggal menunggu pelaksanaan saja. Nanti pengerjaannya bersama-sama karena kita menggunakan hotmix. Hotmix sendiri sekali produksi 300 ton. Jadi sebelum hari raya nanti sudah kita kerjakan tambal sulamnya,” janji Muji.

Ditambahkan, Jalan Argopuro hingga Jalan Brawijaya sebenarnya masuk klasifikasi jalan nasional. Hanya saja, Kementerian PU, kata Muji, enggan mengakuisisi proyek untuk memperbaiki Jalan Argopuro. ”Karena, menurut Kementerian PU, di sepanjang jalan itu ada dua rel kereta api,” kata Muji.

Sehingga, imbuhnya, dianggap membahayakan dan berisiko besar jika dijadikan jalan nasional. Karena itu, mau tidak mau jalan tersebut akhirnya tetap menjadi jalan kabupaten dan ditekel Pemkab Banyuwangi. ”Kemampuan kita ya hanya melakukan tambal sulam seperti ini. Kalau kita harus memperbaiki sampai ke dua lapisannya, anggaran kita bisa habis hanya untuk memperbaiki jalan ini,” terang ketua PBSI Banyuwangi itu.

Sementara ini, untuk Jalan Argopuro akan tetap ditekel oleh pemkab dengan nilai anggaran sebesar Rp 300 juta. Sedangkan sebagian lainnya yang tidak ter-cover nanti akan ditangani oleh Satgas Jalan Rusak.

”Dari Brak sampai rel akan ditangani satgas. Si­sanya akan ditangani proyek tambal sulam. Nanti untuk perbaikan lainnya menyusul. Yang jelas, kita kejar target supaya bisa digunakan se­belum hari raya nanti,” tandasnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/