alexametrics
23.4 C
Banyuwangi
Wednesday, June 29, 2022

Puluhan APK Pilgub Hilang

Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Banyuwangi menyorot kinerja Komisi Pemilihan Umum (KPU) dalam hal pemasangan alat peraga kampanye (APK) dan alat peraga sosialisasi (APS) Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jatim 2018.

        Sebab, berdasar hasil pengawasan di lapangan, Panwaslu mendapat temuan sebanyak 25 APK serta 16 APS Pilgub hilang dan rusak. Ironisnya, APK yang hilang dan rusak tersebut belum diserahterimakan kepada tim pemenangan paslon sehingga KPU harus bertanggung jawab mengganti APK yang rusak tersebut.

        Ketua Panwaslu Banyuwangi Hasyim Wahid mengatakan, dalam melaksanakan pengawasan APK dan APS, pihaknya menemukan APK rusak dan hilang di 14 kecamatan yang tersebar di seantero Banyuwangi. ”Rinciannya, 13 APK milik paslon nomor urut 1 dan 12 APK milik paslon nomor urut 2,” ujarnya kemarin (30/4).

        Menurut Hasyim, mayoritas APK yang rusak dan hilang tersebut berupa spanduk dan banner. ”Kami memiliki bukti visual saat APK tersebut terpasang dan saat APK tersebut sudah hilang,” kata dia.

        Hasyim menambahkan, sesuai pasal 30 Peraturan KPU Nomor 4 Tahun 2017 tentang kampanye mengatur APK yang difasilitasi KPU harus diserahterimakan ke tim kampanye. Jika belum diserahterimakan ke tim pemenangan paslon, perawatan masih menjadi tanggung jawab KPU. ”Di sisi lain, sampai hari ini (kemarin) belum ada berita acara serah terima oleh KPU. Karena belum diserahterimakan, APK yang hilang masih menjadi tanggung jawab KPU untuk melakukan penggantian,” paparnya.

        Berdasar temuan tersebut, imbuh Hasyim, pihaknya langsung mengirim surat kepada KPU kemarin. ”Kami khawatir KPU tidak tahu. Sehingga hak masing-masing paslon untuk mendapat alokasi APK sesuai ketentuan tidak terpenuhi. Selain itu, kami juga ingin memastikan agar hak masyarakat mendapat sosialisasi Pilgub terpenuhi. Apalagi saat ini hari ”H” coblosan semakin dekat,” ujarnya.

        Hasyim menuturkan, berdasar informasi yang dia terima, pengadaan dan pemasangan APK tersebut dilakukan oleh pihak ketiga. ”Maka, harapan kami KPU segera berkoordinasi dengan pihak ketiga untuk melakukan penggantian APK yang hilang dan atau rusak tersebut,” kata dia.

        Bukan hanya APK, Panwaslu juga mendapat temuan APS milik KPU yang hilang dan rusak di delapan kecamatan. Jumlahnya mencapai 16 lembar. ”Semuanya APS yang hilang dan rusak berupa spanduk. Ada yang hilang tanpa bekas, ada juga yang sobek,” ujarnya.

        Dikonfirmasi terpisah, komisioner KPU Jamaludin mengatakan, sebenarnya pihaknya telah menginstruksikan jajaran KPU hingga ke tingkat desa untuk mengawasi APK dan APS yang dipasang di masing-masing wilayahnya. ”Namun ternyata masih ada APK dan APS yang hilang atau rusak,” akunya.

        Jamaludin juga mengaku pihaknya telah konsultasikan dengan rekanan dan KPU Jatim. Hasilnya, APK yang hilang atau rusak tidak bisa diganti oleh rekanan. ”Namun, kami akan melakukan konsultasi lebih lanjut dengan KPU Jatim dan rekanan. Kami juga akan berkomunikasi dengan tim pemenangan paslon. Tim Paslon punya jatah APK tambahan, kami berharap APK tambahan bisa dioptimalkan,” pungkasnya. (sgt/aif/c1)

Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Banyuwangi menyorot kinerja Komisi Pemilihan Umum (KPU) dalam hal pemasangan alat peraga kampanye (APK) dan alat peraga sosialisasi (APS) Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jatim 2018.

        Sebab, berdasar hasil pengawasan di lapangan, Panwaslu mendapat temuan sebanyak 25 APK serta 16 APS Pilgub hilang dan rusak. Ironisnya, APK yang hilang dan rusak tersebut belum diserahterimakan kepada tim pemenangan paslon sehingga KPU harus bertanggung jawab mengganti APK yang rusak tersebut.

        Ketua Panwaslu Banyuwangi Hasyim Wahid mengatakan, dalam melaksanakan pengawasan APK dan APS, pihaknya menemukan APK rusak dan hilang di 14 kecamatan yang tersebar di seantero Banyuwangi. ”Rinciannya, 13 APK milik paslon nomor urut 1 dan 12 APK milik paslon nomor urut 2,” ujarnya kemarin (30/4).

        Menurut Hasyim, mayoritas APK yang rusak dan hilang tersebut berupa spanduk dan banner. ”Kami memiliki bukti visual saat APK tersebut terpasang dan saat APK tersebut sudah hilang,” kata dia.

        Hasyim menambahkan, sesuai pasal 30 Peraturan KPU Nomor 4 Tahun 2017 tentang kampanye mengatur APK yang difasilitasi KPU harus diserahterimakan ke tim kampanye. Jika belum diserahterimakan ke tim pemenangan paslon, perawatan masih menjadi tanggung jawab KPU. ”Di sisi lain, sampai hari ini (kemarin) belum ada berita acara serah terima oleh KPU. Karena belum diserahterimakan, APK yang hilang masih menjadi tanggung jawab KPU untuk melakukan penggantian,” paparnya.

        Berdasar temuan tersebut, imbuh Hasyim, pihaknya langsung mengirim surat kepada KPU kemarin. ”Kami khawatir KPU tidak tahu. Sehingga hak masing-masing paslon untuk mendapat alokasi APK sesuai ketentuan tidak terpenuhi. Selain itu, kami juga ingin memastikan agar hak masyarakat mendapat sosialisasi Pilgub terpenuhi. Apalagi saat ini hari ”H” coblosan semakin dekat,” ujarnya.

        Hasyim menuturkan, berdasar informasi yang dia terima, pengadaan dan pemasangan APK tersebut dilakukan oleh pihak ketiga. ”Maka, harapan kami KPU segera berkoordinasi dengan pihak ketiga untuk melakukan penggantian APK yang hilang dan atau rusak tersebut,” kata dia.

        Bukan hanya APK, Panwaslu juga mendapat temuan APS milik KPU yang hilang dan rusak di delapan kecamatan. Jumlahnya mencapai 16 lembar. ”Semuanya APS yang hilang dan rusak berupa spanduk. Ada yang hilang tanpa bekas, ada juga yang sobek,” ujarnya.

        Dikonfirmasi terpisah, komisioner KPU Jamaludin mengatakan, sebenarnya pihaknya telah menginstruksikan jajaran KPU hingga ke tingkat desa untuk mengawasi APK dan APS yang dipasang di masing-masing wilayahnya. ”Namun ternyata masih ada APK dan APS yang hilang atau rusak,” akunya.

        Jamaludin juga mengaku pihaknya telah konsultasikan dengan rekanan dan KPU Jatim. Hasilnya, APK yang hilang atau rusak tidak bisa diganti oleh rekanan. ”Namun, kami akan melakukan konsultasi lebih lanjut dengan KPU Jatim dan rekanan. Kami juga akan berkomunikasi dengan tim pemenangan paslon. Tim Paslon punya jatah APK tambahan, kami berharap APK tambahan bisa dioptimalkan,” pungkasnya. (sgt/aif/c1)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/