alexametrics
25.3 C
Banyuwangi
Thursday, July 7, 2022

11 Ton Miras Dilindas Selender

Sejumlah pejabat dan tokoh agama berkumpul di Mapolres Banyuwangi, kemarin. Mereka turut menyaksikan pemusnahan 11.776 liter atau setara sebelas ton miras berbagai merek di halaman Polres. Kehadiran para pejabat dan tokoh agama kemarin semakin menguatkan perang terhadap miras di Bumi Blambangan.

        Dalam sekejap, ribuan botol miras hancur dilindas selender. Bau alkohol langsung menyengat hidung. Untuk miras di jeriken dihancurkan dengan cara dilubangi pakai sabit. Pemusnahan miras besar-besaran kemarin merupakan hasil razia selama dua pekan. Razia dilakukan menyusul meninggalnya delapan warga akibat menenggak miras oplosan.

         Sebelum pemusnahan lebih dulu dilakukan deklarasi anti-miras. Aksi yang digagas jajaran Polres Banyuwangi ini mendapat dukungan penuh dari unsur Forpimda, tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda, mahasiswa, dan pelajar.

        Deklarasi anti-miras dipimpin Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Muhammad Yamin.

Kapolres AKBP Donny Adityawarman mengatakan, kerusakan moral dan fisik akibat miras dan narkoba sudah banyak terjadi. Akibat pesta miras, bahkan merenggut korban jiwa.

        ”Dalam ajaran semua agama saya yakin melarang tentang minuman keras. Kami aparat berusaha mempersempit ruang gerak peredaran miras di Banyuwangi dengan membuat sayembara. Pemberantasan miras bukan menjadi tanggung jawab polisi semata, tapi semua lapisan masyarakat juga harus ikut bergerak,”ungkapnya.

        Sayangnya, masih ada saja yang coba-coba mengonsumsinya. Bahkan, ada yang melakukan aksi nekat dengan dicampur obat gosok dan obat anti serangga. Akal sehatnya sudah tak lagi waras. ”Kalau ada miras laporkan. Pemabuk masih ringan sanksinya. Akan kita dorong pembuatan Perda Anti Miras agar jeratannya lebih berat bagi pengguna pedagang maupun pembuat,” terang Kapolres.

        Bagi pedagang yang memperjualbelikan dan tidak mengantongi izin, maka akan ditindak secara maksimal. Apalagi saat ini Banyuwangi sudah menjadi salah satu dari tiga kota smart city. ”Jangan sampai prestasi Banyuwangi ini dicemari dengan miras dan narkoba. Mari kita selamatkan warga dan saudara kita semua,” serunya.

        Acara ditutup dengan pemusnahan miras. Wakil Bupati Yusuf Widyatmoko, Dandim 0825 Letkol Ruli Nuryanto, dan Kapolres Banyuwangi AKBP Donny Adityawarman naik selender untuk melindas seluruh miras hasil operasi cipta kondisi dan Operasi Tumpas Semeru 2018.

        Kasat Sabhara AKP Basori Alwi mengatakan, miras yang dimusnahkan merupakan hasil razia selama dua pekan. Selama operasi Tumpas Semeru berlangsung berhasil mengungkap 206 kasus dengan jumlah tersangka 206 orang.

        Barang bukti yang disita sebanyak 46 jeriken, masing-masing  berukuran 35 liter arak Bali dan tuak dengan jumlah 1.610 liter. Sedangkan miras pabrikan yang disita sejumlah 3.617 liter. Semuanya merupakan hasil razia yang digelar sejak 13-24 April 2018.

        Turut dimusnahkan hasil temuan 134 kasus dengan penetapan 129 tersangka. Barang bukti yang disita ada 87 jeriken arak Bali dengan kapasitas masing-masing 35 liter dengan total 3.045 liter. Sementara miras pabrikan yang diamankan 3.504 botol atau setara 3.504 liter. Operasinya dilakukan sejak 25 April sampai nanti 4 Mei 2018. 

        Sementara itu, selama operasi Tumpas Narkoba Semeru 2018, Satuan Narkoba berhasil mengungkap 203 kasus dengan 230 orang tersangka. Jumlah barang bukti yang disita 158,8 gram sabu, 1,48 kilogram ganja, 75.182 butir pil koplo, dan 37 butir dextro .

        ”Barang bukti lain yang kami amankan selama operasi berlangsung yakni HP yang digunakan transaksi sebanyak 151 unit. Untuk uangnya berjumlah 605 juta lebih, plus mesin penggilingan ganja,” tandas Kasat Narkoba AKP Muhammad Indra Nadjib.

Sejumlah pejabat dan tokoh agama berkumpul di Mapolres Banyuwangi, kemarin. Mereka turut menyaksikan pemusnahan 11.776 liter atau setara sebelas ton miras berbagai merek di halaman Polres. Kehadiran para pejabat dan tokoh agama kemarin semakin menguatkan perang terhadap miras di Bumi Blambangan.

        Dalam sekejap, ribuan botol miras hancur dilindas selender. Bau alkohol langsung menyengat hidung. Untuk miras di jeriken dihancurkan dengan cara dilubangi pakai sabit. Pemusnahan miras besar-besaran kemarin merupakan hasil razia selama dua pekan. Razia dilakukan menyusul meninggalnya delapan warga akibat menenggak miras oplosan.

         Sebelum pemusnahan lebih dulu dilakukan deklarasi anti-miras. Aksi yang digagas jajaran Polres Banyuwangi ini mendapat dukungan penuh dari unsur Forpimda, tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda, mahasiswa, dan pelajar.

        Deklarasi anti-miras dipimpin Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Muhammad Yamin.

Kapolres AKBP Donny Adityawarman mengatakan, kerusakan moral dan fisik akibat miras dan narkoba sudah banyak terjadi. Akibat pesta miras, bahkan merenggut korban jiwa.

        ”Dalam ajaran semua agama saya yakin melarang tentang minuman keras. Kami aparat berusaha mempersempit ruang gerak peredaran miras di Banyuwangi dengan membuat sayembara. Pemberantasan miras bukan menjadi tanggung jawab polisi semata, tapi semua lapisan masyarakat juga harus ikut bergerak,”ungkapnya.

        Sayangnya, masih ada saja yang coba-coba mengonsumsinya. Bahkan, ada yang melakukan aksi nekat dengan dicampur obat gosok dan obat anti serangga. Akal sehatnya sudah tak lagi waras. ”Kalau ada miras laporkan. Pemabuk masih ringan sanksinya. Akan kita dorong pembuatan Perda Anti Miras agar jeratannya lebih berat bagi pengguna pedagang maupun pembuat,” terang Kapolres.

        Bagi pedagang yang memperjualbelikan dan tidak mengantongi izin, maka akan ditindak secara maksimal. Apalagi saat ini Banyuwangi sudah menjadi salah satu dari tiga kota smart city. ”Jangan sampai prestasi Banyuwangi ini dicemari dengan miras dan narkoba. Mari kita selamatkan warga dan saudara kita semua,” serunya.

        Acara ditutup dengan pemusnahan miras. Wakil Bupati Yusuf Widyatmoko, Dandim 0825 Letkol Ruli Nuryanto, dan Kapolres Banyuwangi AKBP Donny Adityawarman naik selender untuk melindas seluruh miras hasil operasi cipta kondisi dan Operasi Tumpas Semeru 2018.

        Kasat Sabhara AKP Basori Alwi mengatakan, miras yang dimusnahkan merupakan hasil razia selama dua pekan. Selama operasi Tumpas Semeru berlangsung berhasil mengungkap 206 kasus dengan jumlah tersangka 206 orang.

        Barang bukti yang disita sebanyak 46 jeriken, masing-masing  berukuran 35 liter arak Bali dan tuak dengan jumlah 1.610 liter. Sedangkan miras pabrikan yang disita sejumlah 3.617 liter. Semuanya merupakan hasil razia yang digelar sejak 13-24 April 2018.

        Turut dimusnahkan hasil temuan 134 kasus dengan penetapan 129 tersangka. Barang bukti yang disita ada 87 jeriken arak Bali dengan kapasitas masing-masing 35 liter dengan total 3.045 liter. Sementara miras pabrikan yang diamankan 3.504 botol atau setara 3.504 liter. Operasinya dilakukan sejak 25 April sampai nanti 4 Mei 2018. 

        Sementara itu, selama operasi Tumpas Narkoba Semeru 2018, Satuan Narkoba berhasil mengungkap 203 kasus dengan 230 orang tersangka. Jumlah barang bukti yang disita 158,8 gram sabu, 1,48 kilogram ganja, 75.182 butir pil koplo, dan 37 butir dextro .

        ”Barang bukti lain yang kami amankan selama operasi berlangsung yakni HP yang digunakan transaksi sebanyak 151 unit. Untuk uangnya berjumlah 605 juta lebih, plus mesin penggilingan ganja,” tandas Kasat Narkoba AKP Muhammad Indra Nadjib.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/