alexametrics
28.1 C
Banyuwangi
Thursday, July 7, 2022

Jembatan Ambruk Belum Diperbaiki

WONGSOREJO – Dua jembatan yang ambruk akibat meluapnya air sungai di Kecamatan Wongsorejo masih belum diperbaiki hingga kemarin (1/1). Jembatan tersebut hanya diberi sambungan darurat berupa anyaman bambu oleh warga Dusun Krajan I, Desa Alasbuluh. Penyambungan sementara itu bertujuan agar akses jalan dapat tersambung dan warga tidak mencari jalur alternatif yang lebih jauh.

Saifudin, 45, warga Dusun Krajan I, Desa Alasbuluh mengatakan jika anyaman bambu tersebut merupakan hasil gotong royong warga. Dari pihak pemerintah Desa Alasbuluh maupun instansi terkait masih belum ada tinjauan ke lokasi. Warga berharap jembatan yang ambrol segera diperbaiki. ”Jembatan tersebut sudah berusia lebih dari dua tahun. Jika tidak cepat diperbaiki dikhawatirkan air akan menggerus sisi jembatan dan kerusakan akan jadi lebih parah lagi,” ujar Saifudin.

Selain itu, lahan pertanian seluas 10 hektare milik warga juga rusak parah. Tanaman cabai, jagung, dan padi mati dan dapat dipastikan gagal panen. Banjir yang melanda Desa Alasbuluh itu sudah dua kali terjadi. Namun kali ini, banjir mengakibatkan kerusakan lebih parah. Warga pun semakin cemas jika terjadi hujan lebat dan sungai kembali meluap.

Sementara itu, Sekretaris Desa (Sekdes) Alasbuluh Zainal Arifin mengatakan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga, Cipta Karya, dan Tata Ruang Banyuwangi, namun masih belum ada tanggapan. Satu dari dua jembatan yang ambrol tersebut tidak bisa digunakan karena sudah amblas terbawa banjir luapan sungai. ”Kami juga selalu mengantisipasi banjir susulan. Jika nanti banjir datang kami langsung berkoordinasi dengan pihak BPDB agar bencana dapat diminimalkan,” tandas Zainal.

WONGSOREJO – Dua jembatan yang ambruk akibat meluapnya air sungai di Kecamatan Wongsorejo masih belum diperbaiki hingga kemarin (1/1). Jembatan tersebut hanya diberi sambungan darurat berupa anyaman bambu oleh warga Dusun Krajan I, Desa Alasbuluh. Penyambungan sementara itu bertujuan agar akses jalan dapat tersambung dan warga tidak mencari jalur alternatif yang lebih jauh.

Saifudin, 45, warga Dusun Krajan I, Desa Alasbuluh mengatakan jika anyaman bambu tersebut merupakan hasil gotong royong warga. Dari pihak pemerintah Desa Alasbuluh maupun instansi terkait masih belum ada tinjauan ke lokasi. Warga berharap jembatan yang ambrol segera diperbaiki. ”Jembatan tersebut sudah berusia lebih dari dua tahun. Jika tidak cepat diperbaiki dikhawatirkan air akan menggerus sisi jembatan dan kerusakan akan jadi lebih parah lagi,” ujar Saifudin.

Selain itu, lahan pertanian seluas 10 hektare milik warga juga rusak parah. Tanaman cabai, jagung, dan padi mati dan dapat dipastikan gagal panen. Banjir yang melanda Desa Alasbuluh itu sudah dua kali terjadi. Namun kali ini, banjir mengakibatkan kerusakan lebih parah. Warga pun semakin cemas jika terjadi hujan lebat dan sungai kembali meluap.

Sementara itu, Sekretaris Desa (Sekdes) Alasbuluh Zainal Arifin mengatakan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga, Cipta Karya, dan Tata Ruang Banyuwangi, namun masih belum ada tanggapan. Satu dari dua jembatan yang ambrol tersebut tidak bisa digunakan karena sudah amblas terbawa banjir luapan sungai. ”Kami juga selalu mengantisipasi banjir susulan. Jika nanti banjir datang kami langsung berkoordinasi dengan pihak BPDB agar bencana dapat diminimalkan,” tandas Zainal.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/