alexametrics
25.3 C
Banyuwangi
Thursday, July 7, 2022

Relawan Bantu Penyemprotan Disinfektan Cegah Covid-19

RadarBanyuwangi.id – Merebaknya wabah Covid-19 di Banyuwangi menggugah hati sekelompok masyarakat untuk menjadi relawan. Seperti dilakukan oleh Ariez Zain, 37, dan Faisal Rizal, 45, warga Kelurahan Sobo, Kecamatan Banyuwangi. 

Melihat fenomena dimasyarakat, aktivis ranting Nahdlatul Ulama (NU) ini tidak tinggal diam mengantisipasi banyaknya warga yang terpapar Covid-19. Berkolaborasi dengan stakeholder, Ariez dan Rizal tergerak untuk ikut berkontribusi memberikan bantuan dengan menjadi relawan di Kelurahan Sobo.

Kegiatannya sebagai relawan mulai dari melakukan penyemprotan disinfektan di rumah warga dan rumah ibadah, memberikan makan, minuman dan vitamin kepada warga yang sedang menjalani isoman. Karena aktivitasnya sangat berisiko tinggi terhadap kesehatan atau berisiki tertular, dia bersama relawan NU lainnya juga melengkapi diri dengan menggunakan alat pelindung diri (APD), hazmat, masker, face shield, sarung tangan, sepatu boots. “Untuk APD kami diberi oleh Puskesmas Sobo dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD Banyuwangi dan peralatan dari PCNU Banyuwangi,” kata Ariez.

Sementara ini dia bersama relawan membantu penanganan pencegahan Covid-19. Jika ada warga yang terkonfirmasi positif Covid-19 di Kelurahan Sobo dan melakukan isoman di rumahnya, Ariez ikut mengantarkan makanan, minuman, dan obat. “Untuk bantuan makanan, sembako warga yang isoman kami bekerjasama dengan Lazisnu. Kalau pasien di rawat di rumah sakit, maka akan kami melakukan penyemprotan disinfektan di rumah pasien dan sekitar lingkungan,” terangnya.

Pihaknya saat ini lebih mementingkan bagaimana caranya membantu masyarakat dan mendukung kebijakan pemerintah untuk mengatasi pencegahan dan penularan pandemi Covid-19 ini di lingkungan tempat tinggalnya agar tidak semakin meluas.

Ariez  berharap masyarakat bisa disiplin menerapkan protokol kesehatan. Percuma langkah yang telah dilakukan pemerintah dan tenaga kesehatan berjibaku melawan Covid-19 apabila masyarakat malah acuh dan tidak mau disiplin menerapkan protokol kesehatan.  “Semoga apa yang kami lakukan ini bisa menginspirasi relawan untuk tergerak  melawan Covid-19,” tandasnya. (ddy/aif)

RadarBanyuwangi.id – Merebaknya wabah Covid-19 di Banyuwangi menggugah hati sekelompok masyarakat untuk menjadi relawan. Seperti dilakukan oleh Ariez Zain, 37, dan Faisal Rizal, 45, warga Kelurahan Sobo, Kecamatan Banyuwangi. 

Melihat fenomena dimasyarakat, aktivis ranting Nahdlatul Ulama (NU) ini tidak tinggal diam mengantisipasi banyaknya warga yang terpapar Covid-19. Berkolaborasi dengan stakeholder, Ariez dan Rizal tergerak untuk ikut berkontribusi memberikan bantuan dengan menjadi relawan di Kelurahan Sobo.

Kegiatannya sebagai relawan mulai dari melakukan penyemprotan disinfektan di rumah warga dan rumah ibadah, memberikan makan, minuman dan vitamin kepada warga yang sedang menjalani isoman. Karena aktivitasnya sangat berisiko tinggi terhadap kesehatan atau berisiki tertular, dia bersama relawan NU lainnya juga melengkapi diri dengan menggunakan alat pelindung diri (APD), hazmat, masker, face shield, sarung tangan, sepatu boots. “Untuk APD kami diberi oleh Puskesmas Sobo dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD Banyuwangi dan peralatan dari PCNU Banyuwangi,” kata Ariez.

Sementara ini dia bersama relawan membantu penanganan pencegahan Covid-19. Jika ada warga yang terkonfirmasi positif Covid-19 di Kelurahan Sobo dan melakukan isoman di rumahnya, Ariez ikut mengantarkan makanan, minuman, dan obat. “Untuk bantuan makanan, sembako warga yang isoman kami bekerjasama dengan Lazisnu. Kalau pasien di rawat di rumah sakit, maka akan kami melakukan penyemprotan disinfektan di rumah pasien dan sekitar lingkungan,” terangnya.

Pihaknya saat ini lebih mementingkan bagaimana caranya membantu masyarakat dan mendukung kebijakan pemerintah untuk mengatasi pencegahan dan penularan pandemi Covid-19 ini di lingkungan tempat tinggalnya agar tidak semakin meluas.

Ariez  berharap masyarakat bisa disiplin menerapkan protokol kesehatan. Percuma langkah yang telah dilakukan pemerintah dan tenaga kesehatan berjibaku melawan Covid-19 apabila masyarakat malah acuh dan tidak mau disiplin menerapkan protokol kesehatan.  “Semoga apa yang kami lakukan ini bisa menginspirasi relawan untuk tergerak  melawan Covid-19,” tandasnya. (ddy/aif)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/