Ketua Panitia Natal GKJW Jemaat Banyuwangi Eko Priyo Atmojo mengatakan, hingga kemarin persiapan Natal di gereja yang beralamat di Jalan Letkol Istiqlah, Singonegaran, Banyuwangi, itu sudah mencapai 70 persen. ”Secara keseluruhan sudah sekitar 70 persen,” ujarnya.
Pemasangan dekorasi tampak sudah selesai dilakukan. Di sisi depan gereja sudah terlihat bagian gapura yang dihias menyerupai atap rumah dari daun kelapa. Sementara pada bagian dekat pintu masuk gereja sudah terpasang pohon Natal berukuran besar.
Memasuki bagian dalam gereja, ornamen Natal dengan warna putih juga sudah terpasang. Pada bagian altar gereja, sudah terpasang panggung kecil dan besi penyangga. ”Nanti panggung tersebut akan digunakan untuk pergelaran wayang kulit,” imbuh Eko.
Sekadar diketahui, Pendeta GKJW Jemaat Banyuwangi Suko Tiyarno Christin memiliki kegemaran mendalang. Sepanjang masa pelayanannya di GKJW Jemaat Banyuwangi, pendeta asal Desa Wonorejo, Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Situbondo, itu sudah beberapa kali menggunakan wayang kulit sebagai media pelayanan ibadat.
Pergelaran wayang kulit pertama dilaksanakan di GKJW Pepanthan Muncar pada perayaan Natal tahun 2021. Pergelaran kedua pada penutupan Bulan Kesaksian dan Pelayanan tahun 2022. Kali ketiga akan dilaksanakan saat perayaan Natal di GKJW Jemaat Banyuwangi.
Mengenai konsep perayaan Natal, Eko mengungkapkan semuanya akan dipandu melalui pergelaran wayang kulit. ”Dalang sendiri yang akan memandu perayaan Natal,” kata pria yang bekerja sebagai pegawai Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Banyuwangi tersebut.
Perayaan Natal di GKJW Jemaat Banyuwangi mengambil tema multikultural. Jemaat yang hadir diimbau untuk menggunakan pakaian adat nusantara pada perayaan Natal. ”Karena temanya multikultural, jadi tidak kami batasi untuk penggunaan pakaian adatnya. Tidak harus pakaian adat Jawa,” imbuh Eko.
Dengan pelonggaran Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), perayaan Natal di GKJW Jemaat Banyuwangi dapat digelar dalam satu hari. ”Sebelumnya (tahun lalu, Red) dilaksanakan sebanyak dua kali, pada tanggal 23 dan 24 Desember,” kata Eko.
Selain berdampak pada jadwal ibadat, pelonggaran tersebut juga memungkinkan kapasitas tempat duduk di gereja terpenuhi 100 persen. ”Diperkirakan nanti ada sekitar 650 jemaat yang hadir pada saat perayaan Natal. Namun, jumlah itu belum termasuk kerabat warga jemaat yang ikut beribadat di sini,” pungkasnya. (cw3/aif/c1) Editor : Gerda Sukarno Prayudha