Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Tak Dapat Restu Pihak Kepolisian, Adu Sound di Sumbersewu Terancam Gagal Digelar

Dedy Jumhardiyanto • Senin, 1 April 2024 | 21:03 WIB
BELUM DIIZINKAN: Forpimka Muncar menghadiri audiensi dengan panitia sound battle di Kantor Desa Sumbersewu, Kecamatan Muncar Minggu (31/3)
BELUM DIIZINKAN: Forpimka Muncar menghadiri audiensi dengan panitia sound battle di Kantor Desa Sumbersewu, Kecamatan Muncar Minggu (31/3)

RadarBanyuwangi.id - Masyarakat Desa Sumbersewu, Kecamatan Muncar punya tradisi unik untuk menyambut Lebaran, yaitu adu sound system atau sound battle.

Sayangnya event tahunan yang ikonik itu, masih belum mendapatkan izin dari kepolisian.

Panitia adu sound Sumbersewu, Sigit mengaku agenda adu sound hanya kegiatan silaturahmi dan ajang memutar musik bersama.

“Bukan sound battle, kami hanya kumpulan mutar musik bareng,” dalihnya.

Sigit mengaku menggelar audiensi dengan forum pimpinan kecamatan (Forpimka) Muncar, itu untuk koordinasi pelaksanaan kegiatan adu sound system.

“Kami siap mematuhi segala aturan yang ditetapkan, yang penting kami diziinkan,” katanya.

Kepala Desa Sumbersewu, Wastono mengaku kegiatan adu sound itu tradisi yang sudah ada sejak 1980-an. Hanya saja, kebiasaan menggunakan sound system dengan kekuatan ribuan watt, baru ada sejak 2000-an.

“Ini ikon Desa Sumbersewu. Kami berharap kegiatan ini masih diizinkan, meski dengan syarat dan ketentuan atau peraturan yang telah ditetapkan,” katanya.

Dia khawatir jika kegiatan adu sound tersebut ditiadakan, lama kelamaan ikon adu sound akan hilang dan tidak ada lagi ikon destinasi.

“Kami gelar selama tiga hari, puncaknya pada malam takbir hari raya Idul Fitri, penontonnya selalu ramai,” jelas Wastono.

Kapolsek Muncar, Kompol Ali Masduki mengaku kegiatan ini baik karena merupakan syiar agama, yakni takbir. Hanya saja, pelaksanaan battle soundnya harus diluruskan.

Baca Juga: Bantu Angkutan Lebaran 2024 di Selat Bali, 4 Kapal Ukuran Jumbo Disiagakan Layani Rute Ketapang–Gilimanuk

“Silahkan melaksanakan giat takbir, karena itu ibadah, namun battle soundnya tidak diizinkan, mumpung ada waktu silahkan panitia mengajukan izin takbir akbar ke Polresta Banyuwangi,” katanya.

Sekedar diketahui, adu sound ini diikuti puluhan pemilik sound system yang sebagian besar berasal dari luar kota.

Sound system tersebut disewa oleh komunitas pemuda yang ada di sekitar Kecamatan Muncar secara swadaya. Harga sewa bisa sangat fantastis, satu set sound system hingga puluhan juta rupiah.

Adu sound system dimulai siang hingga sore hari. Sound yang diusung truk memutar musik secara bergantian dengan diiringi sorak sorai para pendukung.

Ribuan orang berkumpul di tengah lapangan, sementara puluhan truk diparkir mengelilingi lapangan yang berada tepat di tengah Desa Sumbersewu.(ddy/abi)

Editor : Salis Ali Muhyidin
#batal #polsek #battle sound system #banyuwangi #muncar