Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Wuussssss!!!! Makkah-Jeddah hanya 32 Menit

Dedy Jumhardiyanto • Senin, 10 Juli 2023 | 17:24 WIB
NYAMAN: Kunti Maulidatas Safroh bersama kerabatnya usai menikmati perjalanan di atas kereta cepat dari Makkah menuju Jeddah
NYAMAN: Kunti Maulidatas Safroh bersama kerabatnya usai menikmati perjalanan di atas kereta cepat dari Makkah menuju Jeddah

 

 

MEKKAH, Jawa Pos Radar Banyuwangi - Bagi jemaah haji dan pelancong lain yang tinggal di Arab Saudi, bisa  menggunakan kereta cepat tujuan Jeddah, Makkah, Bandara Internasional King Abdul Aziz, hingga ke Madinah.

Kereta cepat Haramain High Speed Railway yang beroperasi sejak tahun 2018 melaju pada kecepatan 168 meter per jam. Kereta ini termasuk salah satu dari 10 kereta tercepat di dunia. Terdapat 50 jadwal keberangkatan setiap harinya yang akan membawa penumpang melintasi gurun Saudi dan pesisir laut Merah menuju Jeddah, Makkah, dan Bandara Internasional King Abdul Aziz.

Untuk bisa naik kereta cepat tak terlalu sulit. Muhammad Wahab Mukdi, salah seorang jemaah haji, menjajal kereta cepat. Dari Hotel Tara Al Rawda, Wahab naik taksi menuju stasiun dengan biaya 40 SAR (Saudi Arabian Riyal) dengan lama perjalanan sekitar 25 menit.

Sesampainya di Stasiun Makkah, Wahab sempat bingung. Maklum bangunan stasiun terlihat sangat megah dan mewah. “Saya kira bandara, karena stasiunya sangat besar, mewah, megah, bersih, dan rapi,” ungkapnya keheranan.

Terkait urusan tiket, Wahab sudah pesan sebelumnya melalui aplikasi HHR Train. Sebelum membeli tiket, calon penumpang harus mengisi data diri sesuai  paspor masing-masing. Pembayaran dapat dilakukan melalui Apple Pay atau metode pembayaran digital lainnya.

Setelah membeli tiket, calon penumpang dapat memilih tempat duduknya. Melalui aplikasi HHR Train, penumpang dapat melihat denah kereta dan memilih tempat duduk pilihannya. Seperti layaknya memesan tiket kereta api di Indonesia. Keluarga yang memesan tiket secara bersamaan akan duduk berdekatan apabila terdapat ketersediaan kursi. “Sesampainya di stasiun hanya diperiksa tiket saja, tanpa memeriksa apapun,” katanya.

Perjalanan dari Kota Makkah menuju Stasiun Al-Sulimaniyah Jeddah hanya memakan waktu 32 menit. Untuk merasakan pengalaman perjalanan yang mewah, penumpang dapat memilih kursi kelas bisnis. Kelas bisnis menawarkan kursi yang lebih luas dengan TV. Penumpang kelas bisnis juga diberi makanan sepanjang perjalanan.

“Namanya juga kereta cepat, jadi kereta bisa melaju dengan kecepatan maksimal hingga 300 km/jam dari Mekkah ke Jeddah. Jaraknya 100 km hanya ditempuh 32 menit,” jelas Wahab.

Meski dengan kecepatan tinggi, suasana perjalanan sangat nyaman. Selama perjalanan suasana kanan kiri hanya melihat pemandangan gunung bebatuan. “Begitu tiba di Stasiun Jeddah, saya sudah dijemput menuju Pasar Balad. Kebetulan ada saudara yang sudah 20 tahun bermukim di sana. Saya dijamu makanan Indonesia seperti nasi tempong,” terangnya.

Pengalaman yang nyaris sama juga dirasakan Kunti Maulidatas Safroh yang mencoba naik kereta cepat dengan dua jemaah lainnya. Sembari mengisi waktu kegiatan ibadah sunah, dia mencoba berwisata ke Jeddah naik kereta cepat.

MEWAH: Wahab Mukdi menyempatkan berfoto dengan latar belakang kereta cepat di Stasiun Makkah
MEWAH: Wahab Mukdi menyempatkan berfoto dengan latar belakang kereta cepat di Stasiun Makkah
Kunti bersama dua kerabatnya, Najih Al Adabi dan Alfi Nisadari,  berangkat dari Hotel Tara Al Rawda dengan naik bus 6 menuju Masjidilharam. Selanjutnya naik bus 8 ke Jarwal Stasiun Mekkah. “Harga tiket ekonomi 64 SAR, sedangkan  bisnis 96 SAR,” cetusnya

Pemesanan tiket cukup mudah, hanya melalui aplikasi. “Tiketnya pakai card menggunakan nomor porsi haji, karena paspor dikumpulkan di muasassah,” katanya.

Suasana stasiun sangat megah. Untuk naik kereta cepat tidak membingungkan. Selain ada penunjuk arah berbahas Arab dan Inggris, juga ada petugas yang bersiaga melayani calon penumpang.

Sesampainya di Stasiun Al-Sulimaniyah Jeddah, Kunti melanjutkan naik taksi menuju Kurnis, semacam pasar pusat perbelanjaan di kota Jeddah.  ”Ada toko Indonesia, bakso Solo dan berbagai kebutuhan oleh-oleh di Jeddah,” beber Kunti.

Setelah puas berjalan-jalan di Kota Jeddah, Kunti dan dua kerabatnya kembali ke stasiun dan kembali naik kereta cepat menuju Makkah. Begitu tiba di Makkah, ketiganya  kembali ke hotel untuk beristirahat. “Ada pengalaman berbeda, bisa jalan-jalan menikmati fasilitas yang ada di Kota Makkah dan Jeddah,” tandasnya.  (ddy/aif)

 

Editor : Syaifuddin Mahmud
#jeddah #pelancong #mekkah #Laut Merah #jemaah haji