Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Ditinggal Jenguk Orang Tua yang Dirawat di RSUD Genteng, Bengkel Sepeda Motor Ludes Terbakar

Salis Ali Muhyidin • Jumat, 23 Juni 2023 | 16:14 WIB
MEMBARA: Anggota pemadam kebakaran dari Mako Damkar Banyuwangi memadamkan api di bengkel milik Ali di Dusun Tamansuruh, Desa/Kecamatan Bangorejo pada Rabu (21/6) malam.
MEMBARA: Anggota pemadam kebakaran dari Mako Damkar Banyuwangi memadamkan api di bengkel milik Ali di Dusun Tamansuruh, Desa/Kecamatan Bangorejo pada Rabu (21/6) malam.

BANGOREJO, Jawa Pos Radar Genteng – Nasib buruk menimpa Ali, 35, asal Dusun Cemetuk, Desa/Kecamatan Cluring. Ditinggal menjenguk orang tuanya yang dirawat di RSUD Genteng, bengkel sepeda motornya di Dusun Tamansuruh, Desa/Kecamatan Bangorejo ludes terbakar, Rabu (21/6) sekitar pukul 20.30.

Tidak ada korban jiwa dalam kebakaran itu. Hanya saja, Ali mengalami kerugian sekitar Rp 20 juta lantaran alat-alat bengkelnya rusak. Bangunan yang dipakai untuk usaha hasil menyewa itu, juga habis terbakar. “Pemilik bengkel bukan orang sini, dia menyewa,” kata Kapolsek Bangorejo, AKP Sutarkam pada Jawa Pos Radar Genteng.

Menurut Kapolsek, saat kejadian Ali sengaja menutup bengkelnya lebih awal atau sekitar pukul  15.30. Karena saat itu, akan menjenguk orang tuanya yang sakit. “Saat bengkelnya terbakar, korban sedang pergi ke rumah sakit,” ungkapnya.

Saat ditnggal itulah, salah satu warga Ely Rohani, 43, sekitar pukul 20.15 melihat kepulan asap keluar dari atap bengkel milik Ali. Saat itu, asap sudah tebal. “Saksi panik dan teriak minta tolong, warga banyak yang berdatangan,” ujarnya.

Melihat api sudah membesar, warga langsung memadamkan api menggunakan alat seadanya. Setelah 30 menit warga berjuang memadamkan api, tim Unit Pemadam Kebakaran (damkar) dari Markas Komando (Mako) Banyuwangi datang dengan mengerahkan dua unit mobilnya. “Setelah ada damkar dari Banyuwangi, api baru benar-benar padam,” sebutnya.

Kapolsek menyabut, pemadaman api tidak mudah dilakukan. Di dalam bengkel banyak benda-benda yang mudah terbakar, seperti ban dan oli. “ Pemadamannya cukup sulit lantaran banyak barang-barang pemicu api,” jelasnya.

Dari hasil penyelidikan yang dilakukan, jelas dia, Kapolsek menduga api kali pertama muncul dari hubungan arus pendek listrik pada stop kontak di dalam bengkel. “Pemicunya korsleting listrik. Ini sama seperti kebakaran bengkel di Desa Sukorejo (Kecamatan Bangorejo),” katanya.

Kebakaran bengkel ini yang kali kedua di wilayah Kecamatan Bangorejo dalam waktu yang hamper bersamaan. Sekitar pukul 16.00, bengkel milik Hendra Yulianto, 29, di Dusun Krajan, Desa Sukorejo, Kecamatan Bangorejo yang menyatu dengan rumah juga habis terbakar. “Kebakaran bengkel di Desa Sukorejo itu juga akibat korsleting listrik,” ujarnya.  

Kebakaran di bengkel dan rumah milik Hendra itu, jelas Kapolsek, korban menderita kerugian sekitar Rp 250 juta. Selain membakar bangunan rumah dan bengkel, di tempat ini motor Honda Vario, motor Suzuki Satria, dan perelatan bengkel habis terbakar. “Dua motor di dalam bengkel ikut terbakar, korban saat itu sedang pergi, di bengkel tidak ada orang,” cetusnya.(sas/abi)

 

Editor : Agus Baihaqi
#kepulan asap #Rumah Terbakar #asap #korban jiwa #Korslering Listrik #kapolsek #rsud genteng #orangtua #bengkel #motor #warga #kebakaran #damkar #arus listrik #mobil pemadam kebakaran