PESANGGARAN, Jawa Pos Radar Genteng-Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengunjungi Desa Sarongan dan Kandangan, Kecamatan Banyuwangi pada Selasa (13/6). Di dua desa terpencil itu, orang nomor satu di Pemkab Banyuwangi ini membantu fasilitas kesehatan berupa mobil ambulans.
Kunjungan Bupati Ipuk selama dua hari di Desa Sarongan dan Kandangan itu, dalam rangka program Bupati Ngantor di Desa (Bunga Desa). Dalam kegiatan ini, Bupati bermalam di Dusun Sukamade, Desa Sarongan yang berada di kawasan Taman Nasional Meru Betiri. “Saya sempatkan jagong bayi ke ibu Yunita (Yunita Astriana) di Sukamade yang baru melahirkan di rumah bersalin dan beritanya viral,” kata Bupati Ipuk.
Dusun Sukamade, Desa Sarongan ini dari Kota Banyuwangi berjarak sekitar 100 kilometer. Untuk perjalanan darat, dibutuhkan waktu lima jam lebih dengan melewati jalan yang penuh bebatuan. “Cukup luar biasa medannya, harus menyeberangi tiga sungai. Dibutuhkan kendaraan khusus untuk menuju Sukamade,” ujarnya.
Melihat medan yang luar biasa itu, dalam kunjungannya itu7 Bupati Ipuk memberikan bantuan berupa ambulans jenis triton. Bantuan itu, untuk menunjang fasilitas kesehatan di desa yang dikitari hutan itu. “Bantuan itu untuk kebutuhan layanan kesehatan ibu hamil di Rumah Bersalin Puskesmas Pembantu (Pustu) Sarongan,” ungkapnya.
Rumah Bersalin Pustu Sarongan diresmikan pada 2022. Sebelum ada rumah bersalin itu, fasilitas kesehatan untuk ibu hamil, utamanya yang beresiko tinggi belum lengkap. Ibu hamil beresiko tinggi harus dirujuk ke RSUD Genteng yang lokasinya berjarak 65 kilometer dari Desa Sarongan. “Ambulans ini untuk mendukung layanan kesehatan di rumah bersalin yang sudah didirikan di Desa Sarongan,” cetusnya.
Saat menginap di Dusun Sukamade, Bupati Ipuk menyempatkan mengunjungi Yunita Astriana, 32, di rumahnya. Ibu muda ini sempat kesulitan saat akan melahirkan di bidan yang ada di kampungnya. Selanjutnya, dikirim ke Pustu Sarongan dengan diantar mobil Jeep milik warga. “Alhamdulilah, ibu dan anaknya sehat," kata Ipuk.
Menurut Bupati Ipuk, ambulans yang diberikan ke Pustu Sarongan itu bisa dimanfaatkan warga desa sekitar. Khusus untuk ibu hamil, bisa menghubungi petugas ambulans tiga hari sebelum prakiraan kelahiran, atau saat ada gejala akan melahirkan.
“Pemkab akan melengkapi 30 Puskesmas dengan USG untuk memantau kehamilan para ibu. Secara rutin, kami datangkan dokter ahli kandungan untuk memeriksa pasien di Puskesmas. Semoga para ibu hamil dan balita terus diberi kesehatan, sehingga bisa terhindar dari risiko-risiko,” tuturnya. (abi)
Editor : Agus Baihaqi