24 C
Banyuwangi
Saturday, February 4, 2023

Rute Pelayaran Jangkar–Lembar Tunggu Hasil PKS PT ASDP

JANGKAR, Jawa Pos Radar Situbondo –  Jasa Pelayaran dari Pelabuhan Jangkar menuju Pelabuhan Lembar hingga saat ini masih belum juga diaktifkan. Sebab, ada beberapa hal yang masih belum selesai dibahas, khususnya terkait perjanjian kerja sama (PKS) dengan PT Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan Indonesia Ferry (ASDP).

Koordinator Wilker Pelabuhan Jangkar Dishub Pemprov Jatim Tri Wahyono mengatakan, fasilitas pelabuhan dan sarana lain di Pelabuhan Jangkar untuk melayani jasa pelayaran ke Lembar, Nusa Tenggara Barat sebenarnya sudah siap dan layak digunakan. Hanya, hingga saat ini belum bisa diaktifkan karena sejumlah hal.

”Memang masih ada yang belum selesai untuk segera mengaktifkan lalu lintas Pelabuhan Jangkar–Lembar, yakni menyangkut PKS dengan ASPD. Tetapi secara keseluruhan seperti fasilitas pelabuhan dan sarana lainnya sudah siap dan layak digunakan,” ucap Tri.

Baca Juga :  Rute Jangkar – Lembar- Kupang Beroperasi September

Ditanya tentang hasil pembahasan PKS, Tri mengaku masih belum tahu. Dia mengaku tidak ikut melakukan pembahasan PKS yang dilakukan di Surabaya. ”Karena saya sendiri menemani Bapak Bupati dengan Ali Masykur Musa (Komisaris PT PELNI) meninjau Pelabuhan Jangkar. Nanti saya tanyakan dulu hasil pembahsannya,” ungkapnya.

Diberitakan sebelumnya, Komisaris Utama PT PELNI Dr Ali Masykur Musa meninjau Pelabuhan Jangkar, Minggu (22/1). Dia mendorong penuh agar pembukaan jasa angkutan laut dari Pelabuhan Jangkar menuju Pelabuhan  Lembar NTB, segera dilakukan.

Kata Ali Masykur, dioperasikannya Pelabuhan Jangkar menuju Lembar, Nusa Tenggara Barat serta Bali, akan mendorong pertumbuhan ekonomi. Sehingga, harus lebih cepat diaktifkan. Ini sekaligus untuk memudahkan pengiriman barang. ”Intinya itu, frekuensi perdagangan dari Situbondo ke Bali dan Lembar sangat tinggi. Selama ini hanya menggunakan lalu lintas darat yang lebih banyak risikonya,” ujarnya

Baca Juga :  Cari Ikan di Laut, Nelayan Asal Banyuputih Hilang

Pria yang akrab dipanggil Ali Masykur itu mencontohkan, selama ini pengiriman barang ke Bali dan NTB sering mengalami kendala. Seperti kendaraan mogok atau ban truk bocor. Sehingga waktu pengiriman barang sering kali mengalami keterlambatan. Ali Masykur menjelaskan, penggunaan jasa angkutan laut melalui Pelabuhan Jangkar akan lebih efisien. Bisa menghemat perjalanan selama tiga hingga empat jam dibanding dengan melewati jalur darat.

Ali Masykur menyatakan siap kapan saja jika perusahaannya harus menyediakan kapal angkutan yang digunakan di Pelabuhan Jangkar. ”Kalau kita diperintah oleh pemerintah pusat untuk menyediakan kapal di Pelabuhan Jangkar, maka kami PT PELNI tidak menolak dan harus dilaksanakan,” imbuhnya. (wan/pri/c1)

JANGKAR, Jawa Pos Radar Situbondo –  Jasa Pelayaran dari Pelabuhan Jangkar menuju Pelabuhan Lembar hingga saat ini masih belum juga diaktifkan. Sebab, ada beberapa hal yang masih belum selesai dibahas, khususnya terkait perjanjian kerja sama (PKS) dengan PT Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan Indonesia Ferry (ASDP).

Koordinator Wilker Pelabuhan Jangkar Dishub Pemprov Jatim Tri Wahyono mengatakan, fasilitas pelabuhan dan sarana lain di Pelabuhan Jangkar untuk melayani jasa pelayaran ke Lembar, Nusa Tenggara Barat sebenarnya sudah siap dan layak digunakan. Hanya, hingga saat ini belum bisa diaktifkan karena sejumlah hal.

”Memang masih ada yang belum selesai untuk segera mengaktifkan lalu lintas Pelabuhan Jangkar–Lembar, yakni menyangkut PKS dengan ASPD. Tetapi secara keseluruhan seperti fasilitas pelabuhan dan sarana lainnya sudah siap dan layak digunakan,” ucap Tri.

Baca Juga :  Gara-gara Tarif Baru Penyeberangan Ditangguhkan, Gapasdap Siapkan Skema 6 Trip

Ditanya tentang hasil pembahasan PKS, Tri mengaku masih belum tahu. Dia mengaku tidak ikut melakukan pembahasan PKS yang dilakukan di Surabaya. ”Karena saya sendiri menemani Bapak Bupati dengan Ali Masykur Musa (Komisaris PT PELNI) meninjau Pelabuhan Jangkar. Nanti saya tanyakan dulu hasil pembahsannya,” ungkapnya.

Diberitakan sebelumnya, Komisaris Utama PT PELNI Dr Ali Masykur Musa meninjau Pelabuhan Jangkar, Minggu (22/1). Dia mendorong penuh agar pembukaan jasa angkutan laut dari Pelabuhan Jangkar menuju Pelabuhan  Lembar NTB, segera dilakukan.

Kata Ali Masykur, dioperasikannya Pelabuhan Jangkar menuju Lembar, Nusa Tenggara Barat serta Bali, akan mendorong pertumbuhan ekonomi. Sehingga, harus lebih cepat diaktifkan. Ini sekaligus untuk memudahkan pengiriman barang. ”Intinya itu, frekuensi perdagangan dari Situbondo ke Bali dan Lembar sangat tinggi. Selama ini hanya menggunakan lalu lintas darat yang lebih banyak risikonya,” ujarnya

Baca Juga :  Ratusan Warga Memburu Ikan di Sungai Sampean Baru

Pria yang akrab dipanggil Ali Masykur itu mencontohkan, selama ini pengiriman barang ke Bali dan NTB sering mengalami kendala. Seperti kendaraan mogok atau ban truk bocor. Sehingga waktu pengiriman barang sering kali mengalami keterlambatan. Ali Masykur menjelaskan, penggunaan jasa angkutan laut melalui Pelabuhan Jangkar akan lebih efisien. Bisa menghemat perjalanan selama tiga hingga empat jam dibanding dengan melewati jalur darat.

Ali Masykur menyatakan siap kapan saja jika perusahaannya harus menyediakan kapal angkutan yang digunakan di Pelabuhan Jangkar. ”Kalau kita diperintah oleh pemerintah pusat untuk menyediakan kapal di Pelabuhan Jangkar, maka kami PT PELNI tidak menolak dan harus dilaksanakan,” imbuhnya. (wan/pri/c1)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/