25 C
Banyuwangi
Tuesday, November 29, 2022

Kembali Temukan Struktur Bata di Situs Mellek

BANYUPUTIH, Jawa Pos Radar Situbondo – Tim Cagar Budaya Yayasan Museum Balumbung (TCB-YMBS) kembali menemukan struktur bata di Dukuh Mellek, Dusun Krajan, Desa Sumberejo, Kecamatan Banyuputih, Situbondo, Minggu (18/9).  Bangunan yang diduga kuat memiliki nilai sejarah tersebut hanya sepanjang 4,9 meter.

Meski penampakan struktur bata masih belum begitu jelas, TCB-YMBS yang turun langsung ke lokasi, tetap melakukan observasi. Hasil sementara, ada 19 lapisan bata yang membujur dari barat ke timur. “Kami menemukan lagi adanya struktur bangunan dari bata yang tersusun rapi, dengan panjang sekitar 4,9 meter dan 19 lapisan bata,” ujar Ketua TCB-YMBS, Irwan Kurniadi.

Dia mengatakan, penemuan struktur bata di situs Mellek itu ada di kedalaman dua meter. Kondisi bangunan tertutup tanah. “Struktur batu bata muncul setelah tanah dikeruk oleh penambang pasir menggunakan alat tradisional,” katanya.

Baca Juga :  Police Line di Situs Melek Dianggap Angin Lalu, Pilih Laporkan Penambang Ilegal

Kemunculan struktur bata itu, jelas Irwan, memang memiliki ciri khas bangunan jaman kerajaan Majapahit. Terlihat dari fragmen bata memiliki ukuran cukup besar. Sehingga, diidentifikasikan merupakan produk dari Dinasti Ming. “Dari analisa tim arkeologis kami, karakter bata memiliki indikator fragmen yang diproduksi pada jaman Majapahit, yang sangat memiliki nilai sejarah,” cetusnya.

Hal ini, jelas Irwan, berkorelasi dengan Prasasti Widoropasar berangka tahun 1377 Saka atau 1455 Masehi. Letaknya berjarak sejauh 2,76 kilometer ke arah tenggara dari struktur batur yang ditemukan pada 2018 lalu. “Temuan struktur bata dengan dengan struktur batur dan situs lainnya memiliki radius sekitar sepuluh hektare. Sehingga, sangat diyakini jika penemuan struktur-struktur bangunan memiliki keterkaitan,” ungkapnya.

Baca Juga :  Ketahuan Curi Motor, Dikejar, Jatuh, Diteriaki Maling, Langsung Diamuk Massa

Dari temuan-temuan itu, masih kata Irwan, khusunya di timur aliran Kalipait terkuak sejak 2012 lalu. Situs tersebut, ditemukan sejak adanya aktivitas penambangan pasir tradisional. “Bangunan-bangunan bersejarah ini, terkubur material tanah, pasir dan batu. Bahkan, artefaktual situs Mellek juga terkubur,” ungkapnya.

Irwan menambahkan, menurut analisis TCB-YMBS sementara. Struktur bata yang ditemukan, serta Prasasti Widoropasar merupakan bagian dari Situs Mellek. “Bangunan tersebut diduga dibangun pada massa klasik Hindu-Buddha. Yang berada di sebagai wilayah permukiman khususnya di era Kadipaten Balumbung, Majapahit,” jelasnya. (rio/pri)

BANYUPUTIH, Jawa Pos Radar Situbondo – Tim Cagar Budaya Yayasan Museum Balumbung (TCB-YMBS) kembali menemukan struktur bata di Dukuh Mellek, Dusun Krajan, Desa Sumberejo, Kecamatan Banyuputih, Situbondo, Minggu (18/9).  Bangunan yang diduga kuat memiliki nilai sejarah tersebut hanya sepanjang 4,9 meter.

Meski penampakan struktur bata masih belum begitu jelas, TCB-YMBS yang turun langsung ke lokasi, tetap melakukan observasi. Hasil sementara, ada 19 lapisan bata yang membujur dari barat ke timur. “Kami menemukan lagi adanya struktur bangunan dari bata yang tersusun rapi, dengan panjang sekitar 4,9 meter dan 19 lapisan bata,” ujar Ketua TCB-YMBS, Irwan Kurniadi.

Dia mengatakan, penemuan struktur bata di situs Mellek itu ada di kedalaman dua meter. Kondisi bangunan tertutup tanah. “Struktur batu bata muncul setelah tanah dikeruk oleh penambang pasir menggunakan alat tradisional,” katanya.

Baca Juga :  Petugas Gabungan Temukan Tumpukan Kayu Jati Ilegal

Kemunculan struktur bata itu, jelas Irwan, memang memiliki ciri khas bangunan jaman kerajaan Majapahit. Terlihat dari fragmen bata memiliki ukuran cukup besar. Sehingga, diidentifikasikan merupakan produk dari Dinasti Ming. “Dari analisa tim arkeologis kami, karakter bata memiliki indikator fragmen yang diproduksi pada jaman Majapahit, yang sangat memiliki nilai sejarah,” cetusnya.

Hal ini, jelas Irwan, berkorelasi dengan Prasasti Widoropasar berangka tahun 1377 Saka atau 1455 Masehi. Letaknya berjarak sejauh 2,76 kilometer ke arah tenggara dari struktur batur yang ditemukan pada 2018 lalu. “Temuan struktur bata dengan dengan struktur batur dan situs lainnya memiliki radius sekitar sepuluh hektare. Sehingga, sangat diyakini jika penemuan struktur-struktur bangunan memiliki keterkaitan,” ungkapnya.

Baca Juga :  Museum Balumbung Gelar Nobar Film G30/PKI, Berharap Milenial Menghargai Sejarah

Dari temuan-temuan itu, masih kata Irwan, khusunya di timur aliran Kalipait terkuak sejak 2012 lalu. Situs tersebut, ditemukan sejak adanya aktivitas penambangan pasir tradisional. “Bangunan-bangunan bersejarah ini, terkubur material tanah, pasir dan batu. Bahkan, artefaktual situs Mellek juga terkubur,” ungkapnya.

Irwan menambahkan, menurut analisis TCB-YMBS sementara. Struktur bata yang ditemukan, serta Prasasti Widoropasar merupakan bagian dari Situs Mellek. “Bangunan tersebut diduga dibangun pada massa klasik Hindu-Buddha. Yang berada di sebagai wilayah permukiman khususnya di era Kadipaten Balumbung, Majapahit,” jelasnya. (rio/pri)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/