alexametrics
27.5 C
Banyuwangi
Sunday, October 2, 2022

Truk Pengangkut Tiang PLN Masuk Jurang, Sopir Meninggal

ARJASA, Jawa Pos Radar Situbondo – RF, 51, sopir truk pengangkut tiang listrik meninggal dunia, Kamis (11/8) lalu. Warga Desa Cangkring, Kecamatan Beji , Kabupaten Pasuruan itu, menghembuskan nafas terakhir setelah truk bermuatan beton tiang PLN yang dikemudikannya terguling ke jurang.

Informasi yang dihimpun koran ini, peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 07.00. Waktu itu, truk hendak mengantarkan muatannya ke Dusun Kerpang, Desa Curah Tatal, kecamatan Arjasa. Namun, pada saat di lokasi kejadian, truk yang melaju dari arah selatan ke arah utara mengalami kesulitan.

Akibat medan jalan yang terlalu sempit dan jalan sedikit menikung, sopir truk diduga mengalami kesulitan untuk menjalankan kendaraannya. Sehingga posisi truk dengan muatan tiang yang memajang itu terlalu mepet ke kiri.  Akibatnya, ban belakang sebelah kiri terperosok sehingga truk terpental dan terguling ke jurang.

Baca Juga :  Benda Diduga Cagar Budaya Ditemukan, Galian C Dipasangi Garis Polisi

“Begitu truk sudah di bawah, warga yang kebetulan lewat berhenti, dan mencoba memberhentikan pengendara yang lain. Soalnya, kalau memanggil waraga. Kejadiannya jauh dari pemukiman,” ungkap Kanitlaka Polres Situbondo, IPDA Kadek Yasa.

Selanjutnya, warga yang berkumpul mencoba untuk turun dan melihat RF. Setelah sampai di bawah,  kondisi RF sudah memperihatinkan.  Dia sudah berlumuran darah. Melihat kondisi sopir tersebut, warga takut untuk bertindak sehingga menghubungi perangkat desa setempat dan  memberi informasi kepada Polsek Arjasa. “Polisi yang datang langsung bersama tim medis. Tiba di lokasi sekitar pukul 09.00, begitu diperiksa RF sudah tidak bernafas,” imbuh Kanit Laka.

Menurutnya, luka yang dialami korban cukup parah. Kemungkinan besar, akibat truk tersebut berguling-guling ke bawah. Sedangkan tiang yang dimuat tidak terlepas dari truk.  “RF Mengalami  luka robek pada pelipis kiri, pendarahan pada mata kanan, luka lebam pada dada, luka lecet pada perut,” jelas Kadek.

Baca Juga :  Harga Anjlok, Petani Porang Mengaku Rugi Miliaran Rupiah

Kata dia, kondisi truk mengalami kerusakan cukup parah.  Sebab, di jurang banyak bebatuan. Sehingga kaca truk bagian depan lepas, dan pintu bagian kiri lepas serta bak truk penyok.

“Untuk mengevakuasi truk mengalami kesulitan, truk baru bisa diderek ke atas sekitar pukul 14.00. untuk empat tiang PLN masih dibiarkan berada di jurang. Kemungkinan besok (hari ini) tiang baru di naikkan,” pungkas Kadek. (hum/pri)

ARJASA, Jawa Pos Radar Situbondo – RF, 51, sopir truk pengangkut tiang listrik meninggal dunia, Kamis (11/8) lalu. Warga Desa Cangkring, Kecamatan Beji , Kabupaten Pasuruan itu, menghembuskan nafas terakhir setelah truk bermuatan beton tiang PLN yang dikemudikannya terguling ke jurang.

Informasi yang dihimpun koran ini, peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 07.00. Waktu itu, truk hendak mengantarkan muatannya ke Dusun Kerpang, Desa Curah Tatal, kecamatan Arjasa. Namun, pada saat di lokasi kejadian, truk yang melaju dari arah selatan ke arah utara mengalami kesulitan.

Akibat medan jalan yang terlalu sempit dan jalan sedikit menikung, sopir truk diduga mengalami kesulitan untuk menjalankan kendaraannya. Sehingga posisi truk dengan muatan tiang yang memajang itu terlalu mepet ke kiri.  Akibatnya, ban belakang sebelah kiri terperosok sehingga truk terpental dan terguling ke jurang.

Baca Juga :  Perbaiki Tandon Air, Kesetrum, Takmir Masjid Meninggal

“Begitu truk sudah di bawah, warga yang kebetulan lewat berhenti, dan mencoba memberhentikan pengendara yang lain. Soalnya, kalau memanggil waraga. Kejadiannya jauh dari pemukiman,” ungkap Kanitlaka Polres Situbondo, IPDA Kadek Yasa.

Selanjutnya, warga yang berkumpul mencoba untuk turun dan melihat RF. Setelah sampai di bawah,  kondisi RF sudah memperihatinkan.  Dia sudah berlumuran darah. Melihat kondisi sopir tersebut, warga takut untuk bertindak sehingga menghubungi perangkat desa setempat dan  memberi informasi kepada Polsek Arjasa. “Polisi yang datang langsung bersama tim medis. Tiba di lokasi sekitar pukul 09.00, begitu diperiksa RF sudah tidak bernafas,” imbuh Kanit Laka.

Menurutnya, luka yang dialami korban cukup parah. Kemungkinan besar, akibat truk tersebut berguling-guling ke bawah. Sedangkan tiang yang dimuat tidak terlepas dari truk.  “RF Mengalami  luka robek pada pelipis kiri, pendarahan pada mata kanan, luka lebam pada dada, luka lecet pada perut,” jelas Kadek.

Baca Juga :  Benda Diduga Cagar Budaya Ditemukan, Galian C Dipasangi Garis Polisi

Kata dia, kondisi truk mengalami kerusakan cukup parah.  Sebab, di jurang banyak bebatuan. Sehingga kaca truk bagian depan lepas, dan pintu bagian kiri lepas serta bak truk penyok.

“Untuk mengevakuasi truk mengalami kesulitan, truk baru bisa diderek ke atas sekitar pukul 14.00. untuk empat tiang PLN masih dibiarkan berada di jurang. Kemungkinan besok (hari ini) tiang baru di naikkan,” pungkas Kadek. (hum/pri)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/