alexametrics
27.5 C
Banyuwangi
Sunday, October 2, 2022

Berhenti di Pinggir Jalan, Sopir Bus Pariwisata Meninggal di Puskemas

SITUBONDO, Jawa Pos Radar Situbondo – Bambang Supriyono, sopir bus pariwisata tiba-tiba menepikan kendaraannya di jalan Pantura Situbondo, tepatnya di Dusun Tonggek, Desa  Saletreng, Kecamatan Kapongan, Rabu malam (10/8). Warga Desa/Kecamatan Wates, Kulon Progo, Yogyakarta tersebut, menghembuskan nafas terakhir sekitar pukul  01.00 dini hari, di Puskesmas Arajasa.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Situbondo ini, Bambang mengemudi bus pariwisata dari Bali tujuan ke Jogja. Sesampainya di tempat kejadian, Bambang mulai tidak stabil mengemudi bus. Sehingga, dua kernet menyarankan Bambang agar parkir ke pinggir jalan.

“Sebenarnya Bambang bersama dengan dua kernet. Tapi, si kernet tidak ada yang bisa nyopir. Makanya meskipun Bambang sudah pusing, tidak ada yang mau mengganti,” ungkap Kapolsek Kapongan, Iptu Nanang Priyambodo.

Baca Juga :  Pembukaan Rute Jangkar-Lembar Ditunda

Sebenarnya, Bambang sudah sempat bilang kepada kernetnya saat berada di daerah perbatasan Banyuwangi dan Situbondo.  Bambang sempat menyampaikan jika pandangannya kabur dan kepalanya pusing. Akhirnya, Bambang berhenti sejenak untuk meminum obat tolak angin yang sudah tersedia di sakunnya.

“Waktu memberhentikan busnya, sang kernet sudah bilang agar istirahat terlebih dahulu. Sambil istirahat, bisa makan malam di daerah Banyuputih. Tapi, bambang tidak mau. Bambang bilang nanggung dan mau makan di daerah Probolingggo, tempat biasa Bambang berhenti,” imbuh Nanang.

Karena memaksakan diri untuk melanjutkan perjalanan, tidak jarang laju bus sering oleng. Sebab, Bambang pusing dan lapar. “Saya rasa dia dilema, mau berhenti di area Situbondo takut tambah parah. Kernetnya juga bilang, kalau Bambang tidak stabil mengemudi kendaraannya sejak memasuki araea Situbondo,” tegas Nanang.

Baca Juga :  Ingin Pelaku Dihukum, Korban Pengeroyokan Tolak Damai

Kapolsek menceritakan, saat dirinya Sampai di lokasi, kondisi Bambang sudah berkeringat dan menggigil. Akhirnya, polisi menguhubungi tim medis dari Puskesmas Kapongan. Sayang petugas tidak kunjung datang. Beruntung, tak lama kemudian ambulance milik RSU Asembagus yang baru pulang mengantarkan orang sakit ke daerah Panarukan, diberhentikan untuk mengangkut korban ke rumah sakit. “Kita evakuasi korban ke rumah Sakit Arjasa. Jaraknya lebih dekat. Sayanganya begitu sampai, nyawa korban sudah tidak bisa tertolong” katanya.

Kapolsek Nanang menjelaskan, berdasarkan pemeriksan tim medis, korban meninggal murni karena penyakit. Tidak ada tanda-tanda kekerasan. (hum/pri)

SITUBONDO, Jawa Pos Radar Situbondo – Bambang Supriyono, sopir bus pariwisata tiba-tiba menepikan kendaraannya di jalan Pantura Situbondo, tepatnya di Dusun Tonggek, Desa  Saletreng, Kecamatan Kapongan, Rabu malam (10/8). Warga Desa/Kecamatan Wates, Kulon Progo, Yogyakarta tersebut, menghembuskan nafas terakhir sekitar pukul  01.00 dini hari, di Puskesmas Arajasa.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Situbondo ini, Bambang mengemudi bus pariwisata dari Bali tujuan ke Jogja. Sesampainya di tempat kejadian, Bambang mulai tidak stabil mengemudi bus. Sehingga, dua kernet menyarankan Bambang agar parkir ke pinggir jalan.

“Sebenarnya Bambang bersama dengan dua kernet. Tapi, si kernet tidak ada yang bisa nyopir. Makanya meskipun Bambang sudah pusing, tidak ada yang mau mengganti,” ungkap Kapolsek Kapongan, Iptu Nanang Priyambodo.

Baca Juga :  Arak Bali Diselundupkan di Bus Pariwisata, Dihadang di Pintu Keluar

Sebenarnya, Bambang sudah sempat bilang kepada kernetnya saat berada di daerah perbatasan Banyuwangi dan Situbondo.  Bambang sempat menyampaikan jika pandangannya kabur dan kepalanya pusing. Akhirnya, Bambang berhenti sejenak untuk meminum obat tolak angin yang sudah tersedia di sakunnya.

“Waktu memberhentikan busnya, sang kernet sudah bilang agar istirahat terlebih dahulu. Sambil istirahat, bisa makan malam di daerah Banyuputih. Tapi, bambang tidak mau. Bambang bilang nanggung dan mau makan di daerah Probolingggo, tempat biasa Bambang berhenti,” imbuh Nanang.

Karena memaksakan diri untuk melanjutkan perjalanan, tidak jarang laju bus sering oleng. Sebab, Bambang pusing dan lapar. “Saya rasa dia dilema, mau berhenti di area Situbondo takut tambah parah. Kernetnya juga bilang, kalau Bambang tidak stabil mengemudi kendaraannya sejak memasuki araea Situbondo,” tegas Nanang.

Baca Juga :  Diduga Sesak Nafas, Kakek Meninggal di Pinggir Jalan

Kapolsek menceritakan, saat dirinya Sampai di lokasi, kondisi Bambang sudah berkeringat dan menggigil. Akhirnya, polisi menguhubungi tim medis dari Puskesmas Kapongan. Sayang petugas tidak kunjung datang. Beruntung, tak lama kemudian ambulance milik RSU Asembagus yang baru pulang mengantarkan orang sakit ke daerah Panarukan, diberhentikan untuk mengangkut korban ke rumah sakit. “Kita evakuasi korban ke rumah Sakit Arjasa. Jaraknya lebih dekat. Sayanganya begitu sampai, nyawa korban sudah tidak bisa tertolong” katanya.

Kapolsek Nanang menjelaskan, berdasarkan pemeriksan tim medis, korban meninggal murni karena penyakit. Tidak ada tanda-tanda kekerasan. (hum/pri)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/