alexametrics
28.9 C
Banyuwangi
Saturday, August 13, 2022

Lahan Tebu di Awar-Awar Asembagus Terbakar

ASEMBAGUS, Jawa Pos Radar Situbondo – Lahan tebu milik Basri, warga Dusun Timur, Desa Awar-awar, Kecamatan Asembagus, Banyuwangi, terbakar, Minggu (31/7). Beruntung, anggota pemadam kebakaran (damkar), bertindak cepat dalam mengatasi bencana tersebut. Sehingga, api tidak menyebar luas.

Kebakaran lahan 500  meter persegi itu, terjadi sekitar pukul 13.00. Api dengan asap tebal awalnya ditemukan salah satu petani yang kebetulan berada di dekat lokasi. Melihat api semakin besar, salah satu warga langsung menghubungi  kepala desa sehingga disambungkan pada petugas Damkar.

“Begitu kami dapat informasi, langsung meluncur ke lokasi kejadian dengan membawa satu unit truk Damkar. Begitu sampai kami langsung melakukan penyiraman hingga api benar benar mati,” ungkap Koodinator Damkar, Imam Busyiri.

Baca Juga :  Tim LPEI Apresiasi Budidaya Udang Vannamei Skala Rumah Tangga di Banyuputih

Menurutnya, kedatangannnya cukup tepat waktu. Sehingga tidak ada kerusakan yang menyebabkan pemilik lahan mengalami kerugian. Sebaliknya, kalau pemilik lahan tidak cepat menghubungi pasti mengalami kerugian puluhan juta.

“Yang terbakar hanya di bagian pinggir dan di bagian tengah. Itu pun hanya daunnya saja. Untuk tebu tidak sampai jadi arang,” imbuh Imam.

Kata dia, begitu selesai melakukan pemadaman, anggota Damkar langsung melakukan koordinasi dengan Perangkat Desa dan Kecamatan. Selanjutnya melakukan kaji cepat di lokasi untuk mengetahui penyebab kebakaran.

“Kami belum bisa memastikan kebakaran tersebut karena apa?. Tetapi, pemilik sudah tidak mau memparpanjang  persoalan tersebut dan akan berusaha untuk melihat lahannya setiap hari,” jelas Imam.

Baca Juga :  Polsek Besuki Amankan Belasan Motor Balap Liar

Kata dia, memasuki musim kemarau, memang sudah seringkali terjadi kebakaran lahan pertanian. baik itu kebun bambu, tempat pembuang sampah (TPA), termasuk kebakaran lahan tebu yang dialami oleh Basri. Oleh sebab itu, warga diharap lebih waspada.

“Sekarang, memang sering terjadi kebakaran lahan tebu. Beberapa hari yang lalu juga ada kebakaran tebu. Pokoknya kalau dihitung dalam sebulan kurang lebih sepuluh kebakaran lahan. Terakhir dalam bulan ini ya kebakaran lehan tebu milik Basri,” pungkas Imam. (hum/pri)

ASEMBAGUS, Jawa Pos Radar Situbondo – Lahan tebu milik Basri, warga Dusun Timur, Desa Awar-awar, Kecamatan Asembagus, Banyuwangi, terbakar, Minggu (31/7). Beruntung, anggota pemadam kebakaran (damkar), bertindak cepat dalam mengatasi bencana tersebut. Sehingga, api tidak menyebar luas.

Kebakaran lahan 500  meter persegi itu, terjadi sekitar pukul 13.00. Api dengan asap tebal awalnya ditemukan salah satu petani yang kebetulan berada di dekat lokasi. Melihat api semakin besar, salah satu warga langsung menghubungi  kepala desa sehingga disambungkan pada petugas Damkar.

“Begitu kami dapat informasi, langsung meluncur ke lokasi kejadian dengan membawa satu unit truk Damkar. Begitu sampai kami langsung melakukan penyiraman hingga api benar benar mati,” ungkap Koodinator Damkar, Imam Busyiri.

Baca Juga :  Ditelantarkan, Ditalak, Kondisi Istri Langsung Kritis

Menurutnya, kedatangannnya cukup tepat waktu. Sehingga tidak ada kerusakan yang menyebabkan pemilik lahan mengalami kerugian. Sebaliknya, kalau pemilik lahan tidak cepat menghubungi pasti mengalami kerugian puluhan juta.

“Yang terbakar hanya di bagian pinggir dan di bagian tengah. Itu pun hanya daunnya saja. Untuk tebu tidak sampai jadi arang,” imbuh Imam.

Kata dia, begitu selesai melakukan pemadaman, anggota Damkar langsung melakukan koordinasi dengan Perangkat Desa dan Kecamatan. Selanjutnya melakukan kaji cepat di lokasi untuk mengetahui penyebab kebakaran.

“Kami belum bisa memastikan kebakaran tersebut karena apa?. Tetapi, pemilik sudah tidak mau memparpanjang  persoalan tersebut dan akan berusaha untuk melihat lahannya setiap hari,” jelas Imam.

Baca Juga :  Lahan Kosong Dekat Kampus dan Perumahan Terbakar, Warga Panik

Kata dia, memasuki musim kemarau, memang sudah seringkali terjadi kebakaran lahan pertanian. baik itu kebun bambu, tempat pembuang sampah (TPA), termasuk kebakaran lahan tebu yang dialami oleh Basri. Oleh sebab itu, warga diharap lebih waspada.

“Sekarang, memang sering terjadi kebakaran lahan tebu. Beberapa hari yang lalu juga ada kebakaran tebu. Pokoknya kalau dihitung dalam sebulan kurang lebih sepuluh kebakaran lahan. Terakhir dalam bulan ini ya kebakaran lehan tebu milik Basri,” pungkas Imam. (hum/pri)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/