alexametrics
26.3 C
Banyuwangi
Friday, August 12, 2022

Masuk Supermarket, Wajib Pakai Masker Dobel

BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Akses masyarakat untuk mendapatkan bahan-bahan kebutuhan pokok di masa perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 di Banyuwangi bertambah. Itu terjadi seiring beroperasinya supermarket-supermarket yang menjual kebutuhan sehari-hari.

Pantauan wartawan Jawa Pos Radar Banyuwangi, sejumlah supermarket yang berlokasi pusat Kota Banyuwangi mulai beroperasi kemarin (27/7). Namun demikian, tidak semua calon konsumen dapat masuk ke supermarket tersebut. Sebab, pihak pengelola memberlakukan aturan ketat. Setiap pengunjung wajib mengenakan masker secara rangkap alias double mask.

Seperti yang diterapkan di Mal Roxy Banyuwangi. Sejak kemarin pihak pengelola mal yang berlokasi di Jalan Ahmad Yani, Banyuwangi, itu ”hanya” membuka area supermarket yang menjajakan bahan kebutuhan sehari-hari dan tenant kuliner. Itu pun, tenant kuliner tersebut hanya melayani pembelian secara take away alias dibawa pulang, tidak melayani makan di tempat alias dine in.

Baca Juga :  Bangkit di Tengah Kerasnya Persoalan Hukum

Area supermarket dan tenant kuliner tersebut dibuka sejak pukul 10.00 sampai pukul 18.00. Sebaliknya, area fashion dan tenant lain, misalnya tenant sport fashion, otomotif, dan lain-lain, ditutup.

Management Building Roxy Banyuwangi Sulthon Syah mengatakan, sebelum memasuki area supermarket maupun tenant kuliner, seluruh pengunjung dan karyawan wajib menggunakan masker dobel. ”Jika hanya menggunakan satu masker, apalagi tidak menggunakan masker, maka konsumen tidak diperbolehkan masuk,” ujarnya.

Sulthon menuturkan, pengunjung dibatasi maksimal 25 persen dari kapasitas toko. Selain itu, setiap 30 menit sekali, tim informasi Roxy juga rutin menyiarkan sosialisasi pencegahan Covid-19. ”Ada juga petugas yang keliling area supermarket untuk menyampaikan sosialisasi menggunakan pengeras suara,” kata dia.

Baca Juga :  Food Court di Roxy Square Banyuwangi Semakin Lengkap

Sulthon menegaskan, aturan-aturan tersebut diterapkan mengacu pada surat dari pihak Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perdagangan (Diskop UMP) Banyuwangi. ”Kami siap menaati aturan yang sudah ditetapkan. Ini merupakan upaya kita bersama untuk mencegah penularan Covid-19,” pungkasnya. (sgt/aif/c1)

BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Akses masyarakat untuk mendapatkan bahan-bahan kebutuhan pokok di masa perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 di Banyuwangi bertambah. Itu terjadi seiring beroperasinya supermarket-supermarket yang menjual kebutuhan sehari-hari.

Pantauan wartawan Jawa Pos Radar Banyuwangi, sejumlah supermarket yang berlokasi pusat Kota Banyuwangi mulai beroperasi kemarin (27/7). Namun demikian, tidak semua calon konsumen dapat masuk ke supermarket tersebut. Sebab, pihak pengelola memberlakukan aturan ketat. Setiap pengunjung wajib mengenakan masker secara rangkap alias double mask.

Seperti yang diterapkan di Mal Roxy Banyuwangi. Sejak kemarin pihak pengelola mal yang berlokasi di Jalan Ahmad Yani, Banyuwangi, itu ”hanya” membuka area supermarket yang menjajakan bahan kebutuhan sehari-hari dan tenant kuliner. Itu pun, tenant kuliner tersebut hanya melayani pembelian secara take away alias dibawa pulang, tidak melayani makan di tempat alias dine in.

Baca Juga :  Food Court di Banyuwangi Roxy Square Semakin Lengkap

Area supermarket dan tenant kuliner tersebut dibuka sejak pukul 10.00 sampai pukul 18.00. Sebaliknya, area fashion dan tenant lain, misalnya tenant sport fashion, otomotif, dan lain-lain, ditutup.

Management Building Roxy Banyuwangi Sulthon Syah mengatakan, sebelum memasuki area supermarket maupun tenant kuliner, seluruh pengunjung dan karyawan wajib menggunakan masker dobel. ”Jika hanya menggunakan satu masker, apalagi tidak menggunakan masker, maka konsumen tidak diperbolehkan masuk,” ujarnya.

Sulthon menuturkan, pengunjung dibatasi maksimal 25 persen dari kapasitas toko. Selain itu, setiap 30 menit sekali, tim informasi Roxy juga rutin menyiarkan sosialisasi pencegahan Covid-19. ”Ada juga petugas yang keliling area supermarket untuk menyampaikan sosialisasi menggunakan pengeras suara,” kata dia.

Baca Juga :  Datangi Kampung-Kampung, Ipuk Disambut Pantun

Sulthon menegaskan, aturan-aturan tersebut diterapkan mengacu pada surat dari pihak Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perdagangan (Diskop UMP) Banyuwangi. ”Kami siap menaati aturan yang sudah ditetapkan. Ini merupakan upaya kita bersama untuk mencegah penularan Covid-19,” pungkasnya. (sgt/aif/c1)

Artikel Terkait

Most Read

Elegi Guru di Era Modernity

Transformasi Layanan Umat

Artikel Terbaru

/