alexametrics
27.7 C
Banyuwangi
Saturday, July 2, 2022

Remaja Dilatih Gerak Dasar Tari Gandrung

KABAT, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Belasan anak-anak remaja mengikuti pelatihan gerak dasar tari gandrung di pendapa Desa Macanputih, Kecamatan Kabat, kemarin (27/8). Kegiatan ini merupakan rangkaian dari gelaran Banyuwangi Youth Creative Network (BYCN).

Perwakilan remaja putri dari 14 desa se-Kecamatan Kabat mendapatkan pelatihan gerak dasar tari gandrung langsung dari maestro tari, Sabar Harianto, yang merupakan pemilik Sanggar Tari Lang Lang Buana, Kelurahan Kebalenan, Kecamatan Banyuwangi.

Seluruh gerak dasar tari mulai dari kaki, pinggul, tangan, pundak, dan kepala semuanya diajarkan oleh Sabar Harianto. Meski berlangsung singkat, para remaja putri peserta BYCN langsung bisa memeragakan gerak dasar tari gandrung.

”Saya sangat mendukung kegiatan pelatihan ini. Apalagi, di Kecamatan Kabat tidak ada sanggar tari maupun sanggar musik tradisional. Jadi, pelestarian semacam ini sangat perlu untuk melestarikan seni budaya Banyuwangi,” ujar Sabar.

Kepala Desa Macanputih Mohamad Farid juga mengapresiasi kegiatan Festival BYCN tersebut. Menurutnya kegiatan tersebut dapat menggali seluruh potensi desa yang dimiliki Kecamatan Kabat, khususnya di Desa Macanputih.

Apalagi, lanjut Farid, Desa Macanputih merupakan desa cikal bakal berdirinya Banyuwangi dan konon lokasi berdirinya Kerajaan Macanputih. Sehingga tidak berlebihan jika kegiatan Festival BYCN tersebut ditempatkan di Desa Macanputih.

Selain potensi sejarah dan alam, Desa Macanputih juga menyimpan berbagai potensi Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Di antaranya yakni usaha jamur tiram, gula merah, serta anyaman kulit bambu. ”Semoga melalui kegiatan ini, potensi yang ada di desa kami juga ikut terkerek dan diketahui masyarakat luas yang berdampak terhadap kesejahteraan masyarakat,” terangnya.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata M. Yanuar Bramuda melalui Kasi Promosi Wisata dan Budaya Alimi mengatakan, untuk kegiatan BYCN kali ini peserta perwakilan dari masing-masing desa mulai penari pemula, anak, dan dewasa dilatih gerak dasar tari oleh maestro tari Sabar Harianto.

Jika biasanya jumlah peserta mencapai 30 orang, untuk kali ini dibatasi 50 persen dari jumlah normal. Sehingga yang mengikuti hanya 15 orang saja. Itu pun dengan protokol kesehatan Covid-19 yang ketat. ”Untuk Gandrung Temu baru besok (hari ini) akan memberikan materi pelatihan kepada peserta BYCN,” pungkas Alimi. (ddy/afi/c1)

 

KABAT, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Belasan anak-anak remaja mengikuti pelatihan gerak dasar tari gandrung di pendapa Desa Macanputih, Kecamatan Kabat, kemarin (27/8). Kegiatan ini merupakan rangkaian dari gelaran Banyuwangi Youth Creative Network (BYCN).

Perwakilan remaja putri dari 14 desa se-Kecamatan Kabat mendapatkan pelatihan gerak dasar tari gandrung langsung dari maestro tari, Sabar Harianto, yang merupakan pemilik Sanggar Tari Lang Lang Buana, Kelurahan Kebalenan, Kecamatan Banyuwangi.

Seluruh gerak dasar tari mulai dari kaki, pinggul, tangan, pundak, dan kepala semuanya diajarkan oleh Sabar Harianto. Meski berlangsung singkat, para remaja putri peserta BYCN langsung bisa memeragakan gerak dasar tari gandrung.

”Saya sangat mendukung kegiatan pelatihan ini. Apalagi, di Kecamatan Kabat tidak ada sanggar tari maupun sanggar musik tradisional. Jadi, pelestarian semacam ini sangat perlu untuk melestarikan seni budaya Banyuwangi,” ujar Sabar.

Kepala Desa Macanputih Mohamad Farid juga mengapresiasi kegiatan Festival BYCN tersebut. Menurutnya kegiatan tersebut dapat menggali seluruh potensi desa yang dimiliki Kecamatan Kabat, khususnya di Desa Macanputih.

Apalagi, lanjut Farid, Desa Macanputih merupakan desa cikal bakal berdirinya Banyuwangi dan konon lokasi berdirinya Kerajaan Macanputih. Sehingga tidak berlebihan jika kegiatan Festival BYCN tersebut ditempatkan di Desa Macanputih.

Selain potensi sejarah dan alam, Desa Macanputih juga menyimpan berbagai potensi Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Di antaranya yakni usaha jamur tiram, gula merah, serta anyaman kulit bambu. ”Semoga melalui kegiatan ini, potensi yang ada di desa kami juga ikut terkerek dan diketahui masyarakat luas yang berdampak terhadap kesejahteraan masyarakat,” terangnya.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata M. Yanuar Bramuda melalui Kasi Promosi Wisata dan Budaya Alimi mengatakan, untuk kegiatan BYCN kali ini peserta perwakilan dari masing-masing desa mulai penari pemula, anak, dan dewasa dilatih gerak dasar tari oleh maestro tari Sabar Harianto.

Jika biasanya jumlah peserta mencapai 30 orang, untuk kali ini dibatasi 50 persen dari jumlah normal. Sehingga yang mengikuti hanya 15 orang saja. Itu pun dengan protokol kesehatan Covid-19 yang ketat. ”Untuk Gandrung Temu baru besok (hari ini) akan memberikan materi pelatihan kepada peserta BYCN,” pungkas Alimi. (ddy/afi/c1)

 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/