Wakaf di Banyuwangi Didorong Lebih Produktif, Ini Dua Program Prioritas BWI


RADAR BANYUWANGI – Pengelolaan wakaf di Banyuwangi didorong naik kelas, dari sekadar menjaga aset tanah dan bangunan menjadi sumber manfaat produktif bagi masyarakat. Badan Wakaf Indonesia (BWI) Banyuwangi yang baru dikukuhkan diminta memprioritaskan pengembangan aset wakaf produktif dan memperluas wakaf uang atau waqf an-nuqud agar potensinya bisa mendukung pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi, hingga kegiatan sosial.
Dorongan tersebut disampaikan Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono saat menghadiri pengukuhan pengurus BWI Banyuwangi di Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Banyuwangi, Jumat (30/10). Kepengurusan yang diketuai Zain Ihsan itu dilantik Ketua BWI Jawa Timur KH Mustain.
Mujiono menilai, wakaf memiliki potensi besar untuk menopang pembangunan sosial sekaligus memperkuat pemberdayaan ekonomi masyarakat. Namun, potensi tersebut hanya bisa diwujudkan jika aset wakaf dikelola secara profesional, terencana, transparan, dan berorientasi pada kemaslahatan umat.
“Ini menjadi tanggung jawab bersama untuk memastikan aset wakaf tidak hanya terjaga, tetapi juga bisa dikelola secara produktif sehingga manfaatnya dirasakan masyarakat,” ujar Mujiono.
Wakaf Tak Cukup Hanya Berupa Tanah dan Bangunan
Menurut Mujiono, pengelolaan wakaf perlu diarahkan agar manfaatnya lebih luas. Wakaf tidak semestinya hanya dipahami sebagai tanah atau bangunan yang digunakan untuk kepentingan ibadah.
Aset wakaf juga berpeluang dikembangkan untuk mendukung layanan pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi, serta berbagai kegiatan sosial yang dibutuhkan masyarakat.
"Jangan sampai wakaf hanya dipahami sebatas tanah atau bangunan untuk kepentingan ibadah. Lebih dari itu, wakaf juga bisa dikembangkan untuk pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi, dan kegiatan sosial lainnya," tutur Mujiono.
Dia menambahkan, BWI memiliki posisi strategis untuk memperbaiki tata kelola wakaf di daerah. Salah satu peran pentingnya adalah memberikan pendampingan kepada nazir, yakni pihak yang menerima amanah untuk mengelola dan mengembangkan harta benda wakaf.
Mujiono berharap kepengurusan baru BWI Banyuwangi mampu memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah, Kemenag, lembaga keagamaan, serta berbagai elemen masyarakat. Sinergi tersebut diperlukan agar pengelolaan aset wakaf berjalan sesuai ketentuan dan memberikan manfaat nyata.
Ketua BWI Jatim Titip Dua Program Prioritas
Dalam pengukuhan tersebut, Ketua BWI Jawa Timur KH Mustain menekankan dua program yang perlu menjadi perhatian pengurus BWI Banyuwangi.
Prioritas pertama adalah mendorong aset wakaf agar memiliki nilai produktif. Dengan begitu, aset tidak hanya dipertahankan keberadaannya, tetapi juga mampu menghasilkan manfaat ekonomi untuk membiayai kebutuhan pengelolaannya.
“Aset wakaf sebisa mungkin menjadi aset yang mempunyai nilai produktif, minimal bisa menghidupi dirinya sendiri. Syukur-syukur, hasil produktivitas wakaf itu nantinya bisa membantu masyarakat di lingkungan sekitar yang membutuhkan,” ujar KH Mustain.
Menurut dia, pengembangan aset produktif menjadi langkah penting agar pengelolaan wakaf tidak terus bergantung pada sumber pembiayaan dari luar. Bahkan, jika dikelola secara optimal, hasilnya dapat disalurkan untuk membantu masyarakat di sekitar aset wakaf.
Wakaf Uang Jadi Peluang yang Perlu Diperluas
Prioritas kedua adalah pengembangan wakaf uang atau waqf an-nuqud. Skema ini selama ini lebih dikenal masyarakat sebagai dana abadi umat dan dinilai memiliki peluang besar untuk dikembangkan, termasuk di Banyuwangi.
Pengembangan wakaf uang membutuhkan penguatan nazir yang memiliki kapasitas dan memenuhi ketentuan pengelolaan. Saat ini, pembentukan nazir wakaf uang juga berkaitan dengan kerja sama bersama Lembaga Keuangan Syariah Penerima Wakaf Uang (LKS-PWU).
KH Mustain meminta pengurus BWI Banyuwangi aktif membangun komunikasi dengan berbagai pihak, mulai instansi pemerintah, lembaga, perusahaan, hingga elemen masyarakat. Langkah tersebut diperlukan untuk memperluas sosialisasi sekaligus edukasi mengenai wakaf uang.
“Kami juga meminta pengurus BWI Banyuwangi aktif berkoordinasi dengan berbagai instansi, lembaga, perusahaan, dan elemen masyarakat untuk memperluas sosialisasi serta edukasi mengenai wakaf uang," pungkasnya.
Dua prioritas tersebut menjadi pekerjaan penting bagi kepengurusan BWI Banyuwangi yang baru. Tantangannya bukan hanya menjaga aset wakaf agar tetap amanah, melainkan memastikan aset dan dana wakaf dapat dikelola secara produktif, berkelanjutan, serta memberi manfaat lebih luas bagi masyarakat. (sgt)
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




