DPRD Jatim Gelar Wayang Kulit Refleksi Kepemimpinan Berintegritas


RADAR BANYUWANGI - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Timur menggelar pagelaran wayang kulit semalam suntuk di Gedung DPRD Jatim.
Pertunjukan ini mengangkat lakon Wahyu Ciptasara sebagai refleksi mendalam mengenai pentingnya ketajaman batin dalam memimpin masyarakat.
Lakon Wahyu Ciptasara menyimbolkan anugerah Ilahi yang diberikan kepada manusia dengan daya cipta, rasa, dan karsa yang bersih.
Pertunjukan ini menegaskan bahwa setiap keputusan strategis harus berlandaskan pada akal sehat serta moralitas yang kokoh.
Ketua DPRD Jatim, M. Musyafak Rouf, menyatakan bahwa wayang kulit merupakan tuntunan hidup bagi seluruh lapisan masyarakat.
Ia menekankan bahwa kejujuran dan kebijaksanaan adalah modal utama bagi pemangku kebijakan dalam memberikan pelayanan publik.
"Wayang kulit itu bukan sekadar tontonan, melainkan tuntunan. Wahyu Ciptasara mengajarkan kita bahwa ketajaman batin, kejujuran, dan kebijaksanaan adalah modal utama dalam melayani masyarakat," kata Musyafak.
Alur cerita yang dibawakan oleh dalang Ki Arif Sarjono tersebut menyiratkan bahwa hilangnya kejernihan daya cipta akan memicu kekacauan.
Sebaliknya, orientasi pada kemaslahatan bersama diyakini akan membawa keberkahan bagi seluruh wilayah.
Musyafak juga menyoroti pentingnya nilai filosofis pewayangan bagi generasi muda di tengah arus modernisasi.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




