Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Prioritas Pembangunan Prabowo 2027 Selaras dengan Program Banyuwangi

Lugas Rumpakaadi
Penulis: Lugas Rumpakaadi❯
Produktivitas pertanian menjadi salah satu fokus pembangunan Banyuwangi untuk menjaga ketahanan pangan dan mendukung agenda swasembada pangan nasional. (Portal Banyuwangi)
Produktivitas pertanian menjadi salah satu fokus pembangunan Banyuwangi untuk menjaga ketahanan pangan dan mendukung agenda swasembada pangan nasional. (Portal Banyuwangi)

Advertisement

RADAR BANYUWANGI - Delapan program prioritas pembangunan yang disampaikan Presiden Prabowo Subianto dalam Pidato Kenegaraan RAPBN 2027 dinilai sejalan dengan arah pembangunan yang selama ini ditempuh Pemerintah Kabupaten Banyuwangi.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyebut keselarasan agenda pemerintah pusat dan daerah tersebut menjadi modal penting agar kebijakan pembangunan dapat memberi dampak lebih luas bagi masyarakat.

"Delapan program tersebut selaras dengan agenda pembangunan daerah yang selama ini dijalankan Banyuwangi. Dengan adanya keselarasan antara kebijakan nasional dan program daerah, manfaat pembangunan akan semakin dirasakan masyarakat," kata Ipuk, Sabtu (15/8), dikutip Antara.

Advertisement

Delapan prioritas yang disampaikan Presiden Prabowo dalam pidato di Gedung MPR RI, Jumat (14/8), mencakup kedaulatan pangan, kemandirian energi dan air, pendidikan dan kesehatan, hilirisasi dan industrialisasi, infrastruktur, perumahan, serta ketahanan terhadap bencana, penguatan ekonomi kerakyatan dan pembangunan desa, serta penurunan kemiskinan.

Di sektor pangan, Banyuwangi selama ini menempatkan perlindungan lahan pertanian sebagai salah satu kebijakan penting. Pemkab memberlakukan regulasi ketat untuk mencegah alih fungsi sawah produktif menjadi bangunan permanen.

Kebijakan tersebut diarahkan untuk menjaga kapasitas produksi pertanian sekaligus mendukung agenda swasembada pangan secara nasional. Posisi Banyuwangi sebagai salah satu daerah penyangga pangan di Jawa Timur juga didukung capaian produksi yang cukup besar.

Advertisement

Pada 2025, produksi beras Banyuwangi tercatat surplus 383.258,03 ton. Sementara pada periode Januari hingga Juni 2026, surplus beras telah mencapai 174.005 ton.

Capaian tersebut memperkuat posisi Banyuwangi sebagai salah satu lumbung pangan Jawa Timur yang ikut menopang cadangan pangan nasional.

Keselarasan juga terlihat di bidang pendidikan. Pemkab Banyuwangi menjalankan berbagai program untuk menekan angka anak putus sekolah, memperluas kesempatan melanjutkan pendidikan tinggi, sekaligus memperkuat layanan pendidikan inklusif.

Program yang dijalankan antara lain Beasiswa Banyuwangi Cerdas bagi warga kurang mampu, Beasiswa Progresif (B-Pro) yang dapat mendukung pendidikan hingga jenjang dokter spesialis, serta Gerakan Daerah Angkat Anak Muda Putus Sekolah atau Garda Ampuh.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar BanyuwangiIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Banyuwangi Berpendar! Ribuan Lampion dan Pramuka Bawa Pesan Menabung Sejak Dini

Banyuwangi Berpendar! Ribuan Lampion dan Pramuka Bawa Pesan Menabung Sejak Dini

Ribuan Pramuka mengikuti pawai lampion di Banyuwangi. Selain budaya, kegiatan ini membawa pesan literasi keuangan dan kebiasaan menabung.

Terbongkar! Sabu 5 Gram Diselipkan di Karet Celana Pengunjung Lapas Banyuwangi

Terbongkar! Sabu 5 Gram Diselipkan di Karet Celana Pengunjung Lapas Banyuwangi

Pengunjung Lapas Banyuwangi diamankan setelah diduga menyelundupkan sabu sekitar lima gram yang disembunyikan di balik karet celana.

Pecel Pitik Ritual Suku Oseng Kini Bisa Dicicipi di Warung Sapu Jagad Kemiren Banyuwangi

Pecel Pitik Ritual Suku Oseng Kini Bisa Dicicipi di Warung Sapu Jagad Kemiren Banyuwangi

Warung Sapu Jagad Kemiren Banyuwangi menyajikan kuliner khas Oseng dengan tungku kayu bakar. Pernah dicicipi ratusan tamu Kedubes Korea.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer