alexametrics
27.6 C
Banyuwangi
Thursday, July 7, 2022

Komite DKB Banyuwangi Paparkan Program

BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Jajaran Dewan Kesenian Blambangan (DKB) kembali melakukan maraton pemantapan program. Kali ini 11 komite yang berada dalam kepengurusan DKB melakukan paparan program di pelinggihan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi. Masing-masing perwakilan komite menyampaikan usulan baik berkaitan untuk internal DKB maupun kesenian secara umum.

Ketua harian DKB Hasan Basri menyebutkan, semua program yang dipaparkan terlebih dahulu sudah dibahas secara internal di masing-masing komite. Dalam paparan itu, sekaligus merupakan pleno. Dalam hal ini DKB hanya akan mengurutkan prioritas program mana yang perlu didahulukan. “Komite-komite tadi sekaligus pleno, semua ini program kita,” jelasnya.

Hasan menambahkan, program yang dipaparkan ada yang akan dijalankan secara mandiri maupun kemitraan. Seperti halnya terkait pendirian museum, program seperti ini pada prinsipnya tetap didukung namun ada pertimbangan untuk dimitrakan dengan pihak lain. “Kalau museum Dispar sudah ada, tapi kita juga mendorong perorangan di DKB bisa punya,” jelasnya.

11 Komite yang mengikuti paparan meliputi komite Penelitian dan Pengembangan, komite Sosial dan Kesejahteraan Seniman, komite Bahasa dan Sastra, komite Seni Pertunjukan Tradisional, komite Seni Musik, komite Seni Tari, komite Adat dan Tradisi, komite Teater, komite Seni Rupa dan Ekonomi Kreatif, komite Advokasi dan  Rekomendasi dan komite Dokumentasi, Perfilman dan Media. (sli)

BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Jajaran Dewan Kesenian Blambangan (DKB) kembali melakukan maraton pemantapan program. Kali ini 11 komite yang berada dalam kepengurusan DKB melakukan paparan program di pelinggihan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi. Masing-masing perwakilan komite menyampaikan usulan baik berkaitan untuk internal DKB maupun kesenian secara umum.

Ketua harian DKB Hasan Basri menyebutkan, semua program yang dipaparkan terlebih dahulu sudah dibahas secara internal di masing-masing komite. Dalam paparan itu, sekaligus merupakan pleno. Dalam hal ini DKB hanya akan mengurutkan prioritas program mana yang perlu didahulukan. “Komite-komite tadi sekaligus pleno, semua ini program kita,” jelasnya.

Hasan menambahkan, program yang dipaparkan ada yang akan dijalankan secara mandiri maupun kemitraan. Seperti halnya terkait pendirian museum, program seperti ini pada prinsipnya tetap didukung namun ada pertimbangan untuk dimitrakan dengan pihak lain. “Kalau museum Dispar sudah ada, tapi kita juga mendorong perorangan di DKB bisa punya,” jelasnya.

11 Komite yang mengikuti paparan meliputi komite Penelitian dan Pengembangan, komite Sosial dan Kesejahteraan Seniman, komite Bahasa dan Sastra, komite Seni Pertunjukan Tradisional, komite Seni Musik, komite Seni Tari, komite Adat dan Tradisi, komite Teater, komite Seni Rupa dan Ekonomi Kreatif, komite Advokasi dan  Rekomendasi dan komite Dokumentasi, Perfilman dan Media. (sli)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/