alexametrics
22.3 C
Banyuwangi
Wednesday, June 29, 2022

206 Granat Masih Aktif, Enam Diledakkan

PESANGGARAN, Jawa Pos Radar Genteng – Polisi memastikan 206 granat yang ditemukan oleh Andi, 34, warga Dusun Kedungrejo, Desa Sambimulyo, Kecamatan Bangorejo di Kebun Karet, Dusun Sumberjambe, Desa Kandangan, Kecamatan Pesanggaran, itu masih aktif.

Kepastian granat yang ditemukan sudah karatan karena tertanam di tanah sedalam 60 centimeter itu, setelah tim jihandak dari Polda Jatim tiba di lokasi dan memeriksa ratusan granat jenis nanas dan manggis itu. Malahan, enam dari 206 granat itu saat diledakkan, juga meledak dengan suara yang cukup keras. “Enam granat meledak,” cetus Kapolsek Pesanggaran, AKP Subandi.

Menurut Kapolsek, enam granat yang diledakkan itu berukuran besar dan bentuknya seperti manggis. Dari enam granat yang diledakkan itu, dua di antaranya diduga memiliki bubuk trinitrotoluene (tnt) hingga daya ledaknya cukup tinggi. “Enam granat yang diledakkan itu hanya sampel saja,” jelasnya pada Jawa Pos Radar Genteng.

Untuk 200 granat lainnya, terang dia, rencananya juga akan diledakkan. Tapi karena waktunya terlalu sore, maka akan dilanjutkan hari ini. “Yang lain kita ledakkan besuk (hari ini), karena sudah malam. Nanti juga akan dipilah-pilah dulu yang dianggap membahayakan,” lanjutnya. 

Enam granat yang dibuat sampel ternyata bisa meledak, jelas dia, menjadi bukti granat yang ditemukan warga di tengah kebun karet itu masih aktif, meski sudah tertanam di dalam tanah cukup lama dan sudah berkarat. “Granat masih aktif, pelatuknya dicabut meledak,” ungkapnya.

Dari 206 granat yang ditemukan warga saat mencari barang antik menggunakan metal detektor itu, jelas dia, semuanya  masih ada pelatuknya. “Harus hati-hati dengan granat itu, semua ada pelatuknya,” terangnya.

Ditanya kemungkinan masih ada granat lain di sekitar kebun karet, Kapolsek menyampaikan kemungkinan masih ada. Sebab, di sekitar lokasi penemuan granat itu dulu markas penjajah Belanda. “Saya minta masyarakat berhati-hati, bila ada yang menemukan benda aneh segera lapor ke polisi,” pintanya.

Kapolsek menyebut selama ini banyak warga yang memburu barang antik di sekitar penemuan granat. Mereka harus berhati-hati. “Granat yang ditemukan itu mulanya oleh warga dipegangi, itu bahaya sekali,” cetusnya.

Seperti diberitakan harian ini sebelumnya, seorang pencari0 barang antik asal Dusun Kedungrejo, Desa Sambimulyo, Kecamatan Bangorejo, Andi, 34, sekitar pukul 11.00, menemukan 206 granat jenis nanas saat mencari benda antik di tengah Perkebunan Sumberjambe, Desa Kandangan, Kecamatan Pesanggaran pada Sabtu (18/12).

Penemuan itu, selanjutnya disampaikan pada warga sekitar dan diteruskan ke kepala Dusun (Kadus) Sumberjambe, Desa Kandangan, Zainal Abidin. Dan baru esuknya atau Minggu (19/12) sekitar pukul 14.00, Kadus Sumberjambe itu melaporkan ke Polsek Pesanggaran. “Ditemukan Andi saat mencari benda antik menggunakan alat detektor,” cetus Kapolsek Pesanggaran, AKP Subandi.

PESANGGARAN, Jawa Pos Radar Genteng – Polisi memastikan 206 granat yang ditemukan oleh Andi, 34, warga Dusun Kedungrejo, Desa Sambimulyo, Kecamatan Bangorejo di Kebun Karet, Dusun Sumberjambe, Desa Kandangan, Kecamatan Pesanggaran, itu masih aktif.

Kepastian granat yang ditemukan sudah karatan karena tertanam di tanah sedalam 60 centimeter itu, setelah tim jihandak dari Polda Jatim tiba di lokasi dan memeriksa ratusan granat jenis nanas dan manggis itu. Malahan, enam dari 206 granat itu saat diledakkan, juga meledak dengan suara yang cukup keras. “Enam granat meledak,” cetus Kapolsek Pesanggaran, AKP Subandi.

Menurut Kapolsek, enam granat yang diledakkan itu berukuran besar dan bentuknya seperti manggis. Dari enam granat yang diledakkan itu, dua di antaranya diduga memiliki bubuk trinitrotoluene (tnt) hingga daya ledaknya cukup tinggi. “Enam granat yang diledakkan itu hanya sampel saja,” jelasnya pada Jawa Pos Radar Genteng.

Untuk 200 granat lainnya, terang dia, rencananya juga akan diledakkan. Tapi karena waktunya terlalu sore, maka akan dilanjutkan hari ini. “Yang lain kita ledakkan besuk (hari ini), karena sudah malam. Nanti juga akan dipilah-pilah dulu yang dianggap membahayakan,” lanjutnya. 

Enam granat yang dibuat sampel ternyata bisa meledak, jelas dia, menjadi bukti granat yang ditemukan warga di tengah kebun karet itu masih aktif, meski sudah tertanam di dalam tanah cukup lama dan sudah berkarat. “Granat masih aktif, pelatuknya dicabut meledak,” ungkapnya.

Dari 206 granat yang ditemukan warga saat mencari barang antik menggunakan metal detektor itu, jelas dia, semuanya  masih ada pelatuknya. “Harus hati-hati dengan granat itu, semua ada pelatuknya,” terangnya.

Ditanya kemungkinan masih ada granat lain di sekitar kebun karet, Kapolsek menyampaikan kemungkinan masih ada. Sebab, di sekitar lokasi penemuan granat itu dulu markas penjajah Belanda. “Saya minta masyarakat berhati-hati, bila ada yang menemukan benda aneh segera lapor ke polisi,” pintanya.

Kapolsek menyebut selama ini banyak warga yang memburu barang antik di sekitar penemuan granat. Mereka harus berhati-hati. “Granat yang ditemukan itu mulanya oleh warga dipegangi, itu bahaya sekali,” cetusnya.

Seperti diberitakan harian ini sebelumnya, seorang pencari0 barang antik asal Dusun Kedungrejo, Desa Sambimulyo, Kecamatan Bangorejo, Andi, 34, sekitar pukul 11.00, menemukan 206 granat jenis nanas saat mencari benda antik di tengah Perkebunan Sumberjambe, Desa Kandangan, Kecamatan Pesanggaran pada Sabtu (18/12).

Penemuan itu, selanjutnya disampaikan pada warga sekitar dan diteruskan ke kepala Dusun (Kadus) Sumberjambe, Desa Kandangan, Zainal Abidin. Dan baru esuknya atau Minggu (19/12) sekitar pukul 14.00, Kadus Sumberjambe itu melaporkan ke Polsek Pesanggaran. “Ditemukan Andi saat mencari benda antik menggunakan alat detektor,” cetus Kapolsek Pesanggaran, AKP Subandi.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/