alexametrics
25.5 C
Banyuwangi
Wednesday, July 6, 2022

Menteri Erick Sebut Doesoen Kakao Jadi Percontohan

GLENMORE – Menteri BUMN RI Erick Thohir berkunjung ke wisata Doesoen Kakao di Kebun Kendanglembu, PTPN XII, Desa Karangharjo, Kecamatan Glenmore pada Sabtu (18/9). Orang kepercayaan Presiden RI Joko Widodo itu, terlihat terpesona melihat tempat wisata yang berada di tengah kebun kakao tersebut.

Hampir setiap sudut di lokasi wisata Doesoen Kakao tak luput dari pengamatannya. Raut wajahnya, tampak sumringah. “Sebuah percontohan yang baik, dimana alam bisa bersatu dengan sektor korporasi, PTPN terus membangun daerah wisata alam lainnya,” tulis Menteri Erick Thohir dalam kenangannya.

Manajer Kebun Kendanglembu, PTPN XII, Benny Hendricrianto mengatakan pengelolaan Doesoen Kakao ini sinergi kolaborasi BUMN antara PTPN XII dan Bank Mandiri dengan Pemkab Banyuwangi. “Banyak destinasi di Doesoen Kakao ini, untuk pengembangan kedepan agro bunga,” katanya.

Menurut Benny, Doesoen Kakao yang berada di tengah kebun kakao ini menyuguhkan wisata alam. Di tempat ini, juga memproduksi cokelat lezat berbagai varian. “Di Doesoen Kakao ini ada mulai tanaman, panen, hingga mengolah kakao menjadi cokelat. Pabrik cokelat juga ada di sini (Doesoen Kakao),” katanya.

Benny menyebut cokelat produksi Kebun Kendenglembu ini memiliki kualitas terbaik dunia, yakni jenis Edel. Rasa dan karakteristiknya unik. Dan ini, menjadi primadona hingga mancanegara. “Kami ekspor ke Jepang, Jerman, Perancis, Italia, Amerika, Malaysia, dan Singapura,” ungkapnya.

Di Doesoen Kakao ini, terang dia, memproduksi sembilan  varian olahan cokelat yang memiliki cita rasa yang khas. Cokelat-cokelat itu, bisa dinikmati wisatawan kapan saja. “Varian cokelat itu di antaranya, Macadamia Milk, Prisma Milk, Prisma Dark, Fruity Praline, Couverture Bar, Compound Barm, Brewed Choco Drink, Choco Truffle, dan Cendol Nusantara,” bebernya.

Selama pandemi ini, terang dia, ekspor cokelat menurun. Dan itu, manajemen Kebun Kendang Lembu harus bekerja keras karena perusahaan harus jalan. “Kita memaksimalkan potensi Wisata Doesoen Kakao, dengan menjadi centra produksi cokelat di Indonesia. Pandemi harus tetap berinovasi,” katanya.

Selain mengembangkan destinasi wisata, masih kata dia, PTPN XII juga melakukan pembinaan pada para pelaku usaha kecil dan menengah. Di antara UMKM yang menjadi binaan itu, perajin kulit, pengolah daun talas, beras organik, bakpia, perajin batik, dan opak aneka rasa.(abi)

GLENMORE – Menteri BUMN RI Erick Thohir berkunjung ke wisata Doesoen Kakao di Kebun Kendanglembu, PTPN XII, Desa Karangharjo, Kecamatan Glenmore pada Sabtu (18/9). Orang kepercayaan Presiden RI Joko Widodo itu, terlihat terpesona melihat tempat wisata yang berada di tengah kebun kakao tersebut.

Hampir setiap sudut di lokasi wisata Doesoen Kakao tak luput dari pengamatannya. Raut wajahnya, tampak sumringah. “Sebuah percontohan yang baik, dimana alam bisa bersatu dengan sektor korporasi, PTPN terus membangun daerah wisata alam lainnya,” tulis Menteri Erick Thohir dalam kenangannya.

Manajer Kebun Kendanglembu, PTPN XII, Benny Hendricrianto mengatakan pengelolaan Doesoen Kakao ini sinergi kolaborasi BUMN antara PTPN XII dan Bank Mandiri dengan Pemkab Banyuwangi. “Banyak destinasi di Doesoen Kakao ini, untuk pengembangan kedepan agro bunga,” katanya.

Menurut Benny, Doesoen Kakao yang berada di tengah kebun kakao ini menyuguhkan wisata alam. Di tempat ini, juga memproduksi cokelat lezat berbagai varian. “Di Doesoen Kakao ini ada mulai tanaman, panen, hingga mengolah kakao menjadi cokelat. Pabrik cokelat juga ada di sini (Doesoen Kakao),” katanya.

Benny menyebut cokelat produksi Kebun Kendenglembu ini memiliki kualitas terbaik dunia, yakni jenis Edel. Rasa dan karakteristiknya unik. Dan ini, menjadi primadona hingga mancanegara. “Kami ekspor ke Jepang, Jerman, Perancis, Italia, Amerika, Malaysia, dan Singapura,” ungkapnya.

Di Doesoen Kakao ini, terang dia, memproduksi sembilan  varian olahan cokelat yang memiliki cita rasa yang khas. Cokelat-cokelat itu, bisa dinikmati wisatawan kapan saja. “Varian cokelat itu di antaranya, Macadamia Milk, Prisma Milk, Prisma Dark, Fruity Praline, Couverture Bar, Compound Barm, Brewed Choco Drink, Choco Truffle, dan Cendol Nusantara,” bebernya.

Selama pandemi ini, terang dia, ekspor cokelat menurun. Dan itu, manajemen Kebun Kendang Lembu harus bekerja keras karena perusahaan harus jalan. “Kita memaksimalkan potensi Wisata Doesoen Kakao, dengan menjadi centra produksi cokelat di Indonesia. Pandemi harus tetap berinovasi,” katanya.

Selain mengembangkan destinasi wisata, masih kata dia, PTPN XII juga melakukan pembinaan pada para pelaku usaha kecil dan menengah. Di antara UMKM yang menjadi binaan itu, perajin kulit, pengolah daun talas, beras organik, bakpia, perajin batik, dan opak aneka rasa.(abi)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/