alexametrics
27.8 C
Banyuwangi
Monday, July 4, 2022

Tergiur CPNS, Tertipu Rp 1,2 Miliar

 Tergiur dengan iming-iming menjadi pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan Pengadilan Agama Banyuwangi, tiga belas orang tertipu oleh ulah Eko Setyo Pribadi, 41. Mereka telanjur setor uang ke Eko, tapi tak kunjung diterima menjadi PNS.

         Akibat ulah warga Jalan Ikan Lemuru, Nomor 43 Kelurahan Tukangkayu, Kecamatan Banyuwangi itu, korban kehilangan uang Rp 1,2 miliar. Kedok Eko tersebut akhirnya terungkap. Berawal dari laporan korban, Eko akhirnya ditahan di Mapolres Banyuwangi.

        Kapolres Banyuwangi AKBP Donny Adityawarman mengatakan, sedikitnya 13 orang  tertipu ulah tersangka. Dari 13 orang tersebut semuanya tinggal di Banyuwangi. ”Kasus penipuan berkedok penerimaan CPNS di lingkungan PA Banyuwangi itu sudah dilakukan tersangka sejak tahun 2014 silam,” kata Kapolres saat mengekspos tersangka Eko di hadapan wartawan kemarin.

        Modus kejahatan yang dilakukan Eko dengan cara menjanjikan para korbannya bisa diterima masuk sebagai PNS di lingkungan PA Banyuwangi tanpa tes. Syaratnya dengan menyerahkan sejumlah uang. Besaran uangnya juga bervariasi, mulai dari Rp 20 juta hingga lebih dari Rp 100 juta.

        ”Sudah empat tahun tidak ada kejelasan penerimaan CPNS seperti yang dijanjikan tersangka. Sementara para korban sudah menyetorkan sejumlah uang, akhirnya korban lapor pada polisi,” jelas Kapolres Donny.

        Kasus penipuan itu terbongkar setelah aparat Polsek Banyuwangi menerima laporan empat orang korban. Orang yang melaporkan kejadian itu adalah Muinah, 45, warga Lingkungan Krajan, Kelurahan Kertosari. Muinah melaporkan aksi dugaan penipuan itu pada tanggal 10 Februari 2018 lalu.

        Selanjutnya pada (13/3) lalu, polisi kembali mendapat laporan yang sama dari korban, Deny Sri Rahayu, 47, warga Jalan Serayu Kelurahan Panderejo, Kecamatan Banyuwangi. Hanya berselang lima hari, tepatnya pada (17/3), polisi kembali mendapat laporan aksi dugaan penipuan yang sama dengan satu nama pelaku dari Istin Sunarmi, 50 warga Dusun Salamrejo, Desa Sumbergondo, Kecamatan Glenmore.

        Kemudian pada (18/3), satu orang pelapor atas nama Hendrarti Suweni, 55 warga Dusun Umbulrejo, Desa Bagorejo, Kecamatan Srono juga melaporkan dengan peristiwa yang sama. Atas laporan empat orang itulah, akhirnya muncul sembilan pelapor lainnya yang diduga menjadi korban penipuan oleh tersangka Eko Setyo Pribadi. Para korban yang terbujuk rayuan mengaku jika tersangka mempunyai kerabat yang bekerja di PA Banyuwangi dan bisa menerima sebagai PNS.

        Uang pelicin agar diterima menjadi PNS  itu oleh tersangka kemudian dibelikan sejumlah aset. Di antaranya untuk membeli dua unit mobil, dua unit sepeda motor, dan satu unit rumah. ”Dana yang dipungut dari para korban CPNS total berjumlah Rp 745 juta. Sedangkan yang terkait dengan jual beli mobil sebesar Rp 465 juta. Totalnya 1,2 miliar,” jelas Donny.

        Polisi juga berhasil mengamankan satu unit mobil Toyota Fortuner warna silver dengan nomor polisi DK 7 BL, satu unit mobil Daihatsu Feroza, satu unit motor Yamaha Aerox warna kuning hitam, dan barang bukti kejahatan lainnya.

         Satu unit rumah di perumahan Jalan Ikan Lemuru 1 Nomor 43, Kelurahan Tukang Kayu juga disita sebagai barang bukti. Seluruh barang bukti telah diamankan penyidik Polsek Kota Banyuwangi. Pasca-jumpa pers kemarin, semua BB yang digelar di Mapolres Banyuwangi ditarik kembali ke Polsek. Tersangka akan dijerat dengan Pasal 378 dan pasal 372 KUHP tentang penipuan dan penggelapan, dengan ancaman hukuman di atas lima tahun penjara.

 Tergiur dengan iming-iming menjadi pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan Pengadilan Agama Banyuwangi, tiga belas orang tertipu oleh ulah Eko Setyo Pribadi, 41. Mereka telanjur setor uang ke Eko, tapi tak kunjung diterima menjadi PNS.

         Akibat ulah warga Jalan Ikan Lemuru, Nomor 43 Kelurahan Tukangkayu, Kecamatan Banyuwangi itu, korban kehilangan uang Rp 1,2 miliar. Kedok Eko tersebut akhirnya terungkap. Berawal dari laporan korban, Eko akhirnya ditahan di Mapolres Banyuwangi.

        Kapolres Banyuwangi AKBP Donny Adityawarman mengatakan, sedikitnya 13 orang  tertipu ulah tersangka. Dari 13 orang tersebut semuanya tinggal di Banyuwangi. ”Kasus penipuan berkedok penerimaan CPNS di lingkungan PA Banyuwangi itu sudah dilakukan tersangka sejak tahun 2014 silam,” kata Kapolres saat mengekspos tersangka Eko di hadapan wartawan kemarin.

        Modus kejahatan yang dilakukan Eko dengan cara menjanjikan para korbannya bisa diterima masuk sebagai PNS di lingkungan PA Banyuwangi tanpa tes. Syaratnya dengan menyerahkan sejumlah uang. Besaran uangnya juga bervariasi, mulai dari Rp 20 juta hingga lebih dari Rp 100 juta.

        ”Sudah empat tahun tidak ada kejelasan penerimaan CPNS seperti yang dijanjikan tersangka. Sementara para korban sudah menyetorkan sejumlah uang, akhirnya korban lapor pada polisi,” jelas Kapolres Donny.

        Kasus penipuan itu terbongkar setelah aparat Polsek Banyuwangi menerima laporan empat orang korban. Orang yang melaporkan kejadian itu adalah Muinah, 45, warga Lingkungan Krajan, Kelurahan Kertosari. Muinah melaporkan aksi dugaan penipuan itu pada tanggal 10 Februari 2018 lalu.

        Selanjutnya pada (13/3) lalu, polisi kembali mendapat laporan yang sama dari korban, Deny Sri Rahayu, 47, warga Jalan Serayu Kelurahan Panderejo, Kecamatan Banyuwangi. Hanya berselang lima hari, tepatnya pada (17/3), polisi kembali mendapat laporan aksi dugaan penipuan yang sama dengan satu nama pelaku dari Istin Sunarmi, 50 warga Dusun Salamrejo, Desa Sumbergondo, Kecamatan Glenmore.

        Kemudian pada (18/3), satu orang pelapor atas nama Hendrarti Suweni, 55 warga Dusun Umbulrejo, Desa Bagorejo, Kecamatan Srono juga melaporkan dengan peristiwa yang sama. Atas laporan empat orang itulah, akhirnya muncul sembilan pelapor lainnya yang diduga menjadi korban penipuan oleh tersangka Eko Setyo Pribadi. Para korban yang terbujuk rayuan mengaku jika tersangka mempunyai kerabat yang bekerja di PA Banyuwangi dan bisa menerima sebagai PNS.

        Uang pelicin agar diterima menjadi PNS  itu oleh tersangka kemudian dibelikan sejumlah aset. Di antaranya untuk membeli dua unit mobil, dua unit sepeda motor, dan satu unit rumah. ”Dana yang dipungut dari para korban CPNS total berjumlah Rp 745 juta. Sedangkan yang terkait dengan jual beli mobil sebesar Rp 465 juta. Totalnya 1,2 miliar,” jelas Donny.

        Polisi juga berhasil mengamankan satu unit mobil Toyota Fortuner warna silver dengan nomor polisi DK 7 BL, satu unit mobil Daihatsu Feroza, satu unit motor Yamaha Aerox warna kuning hitam, dan barang bukti kejahatan lainnya.

         Satu unit rumah di perumahan Jalan Ikan Lemuru 1 Nomor 43, Kelurahan Tukang Kayu juga disita sebagai barang bukti. Seluruh barang bukti telah diamankan penyidik Polsek Kota Banyuwangi. Pasca-jumpa pers kemarin, semua BB yang digelar di Mapolres Banyuwangi ditarik kembali ke Polsek. Tersangka akan dijerat dengan Pasal 378 dan pasal 372 KUHP tentang penipuan dan penggelapan, dengan ancaman hukuman di atas lima tahun penjara.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/