alexametrics
27.7 C
Banyuwangi
Saturday, July 2, 2022

Dishub Banyuwangi Akan Berlakukan Paket Wisata di Terminal Terpadu

BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Menyongsong beroperasinya Terminal Pariwisata Terpadu yang berlokasi di Jalan Letjen S. Paman, Kelurahan Sobo, Kecamatan Banyuwangi, Dinas Perhubungan (Dishub) Banyuwangi terus menyiapkan skema pelaksanaannya. Bersama sejumlah satuan kerja perangkat daerah (SKPD) terkait, Dishub Banyuwangi mengadakan rapat koordinasi bersama, kemarin (17/12).

Rapat tersebut diikuti oleh Dinas Pendidikan (Dispendik) Banyuwangi, Dispendik Provinsi Jawa Timur, UPTD Pengelolaan Prasarana Perhubungan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Jatim, Kementerian Agama (Kemenag) Banyuwangi dan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Banyuwangi.

Dalam rapat tersebut, para stackholder tersebut membahas seluruh persiapan teknik layanan di terminal pariwisata terpasu satu-satunya di Jawa Timur tersebut. ”Rapat ini membahas semua persiapan dalam beroperasinya terminal terpadu beroperasi,” ujar Plt Kabid Angkutan Dishub Banyuwangi, Tanto Sujono.

Dalam persiapan beroperasinya terminal tersebut, jelas Tanto, seluruh SKPD memberikan masukan untuk suksenya pelaksanaan. Bukan hanya itu, mereka juga memberikan solusi untuk diterapkannya di terminal saat beroperasi. ”Seluruh skema mulai dari tarif, gaet hingga wisata yang menjadi jujukan juga ditentukan. Demi memberikan layanan terbaik kepada para wisatawan,” katanya.

Tanto menjelaskan, skema pelaksanaan dilakukan juga untuk menentukan tarif angkutan dan paket wisata. Dikarenakan, untuk mengantisipasi adanya sopir angkutan nakal. ”Kita tidak ingin, ketika wisatawan menikmati jasa transportasi tersebut terkena biaya membengkak yang dilakukan oleh oknum sopir taupun angkutan,” terangnya.

Untuk wisata yang menjadi jujukan, masih kata Tanto, merupakan destinasi wisata favorit di Banyuwangi. Diantaranya Kawah Ijen, Pulau Merah, Djawatan, dan destinasi wisata lainnya di Banyuwangi. ”Jadi ketika para wisatawan yang menentukan paket wisata terlebih dahulu dengan menentukan lokasi yang dituju, ketika pemberangkatan juga ada tim pemandu wisata yang akan menjelaskan sejumlah wisata di Kabupaten Banyuwangi,” ungkapnya.

Tanto menambahkan, terminal terpadu tersebut sebenarnya sebagai tempat pemberhentian para wisatawan baik luar kota maupun luar negeri. Dikarenakan strateginya yang sangat strategis dan juga lengkap dengan fasilitas di dalamnya. ”Banyak fasilitas di dalam terminal, yang bisa diminati para wisatawan. Sehingga, diharapkan bisa mampu menambah geliaat pariwisata dan ekonomi masyarakat di Kabupaten Banyuwangi,” jelasnya.(rio)

BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Menyongsong beroperasinya Terminal Pariwisata Terpadu yang berlokasi di Jalan Letjen S. Paman, Kelurahan Sobo, Kecamatan Banyuwangi, Dinas Perhubungan (Dishub) Banyuwangi terus menyiapkan skema pelaksanaannya. Bersama sejumlah satuan kerja perangkat daerah (SKPD) terkait, Dishub Banyuwangi mengadakan rapat koordinasi bersama, kemarin (17/12).

Rapat tersebut diikuti oleh Dinas Pendidikan (Dispendik) Banyuwangi, Dispendik Provinsi Jawa Timur, UPTD Pengelolaan Prasarana Perhubungan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Jatim, Kementerian Agama (Kemenag) Banyuwangi dan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Banyuwangi.

Dalam rapat tersebut, para stackholder tersebut membahas seluruh persiapan teknik layanan di terminal pariwisata terpasu satu-satunya di Jawa Timur tersebut. ”Rapat ini membahas semua persiapan dalam beroperasinya terminal terpadu beroperasi,” ujar Plt Kabid Angkutan Dishub Banyuwangi, Tanto Sujono.

Dalam persiapan beroperasinya terminal tersebut, jelas Tanto, seluruh SKPD memberikan masukan untuk suksenya pelaksanaan. Bukan hanya itu, mereka juga memberikan solusi untuk diterapkannya di terminal saat beroperasi. ”Seluruh skema mulai dari tarif, gaet hingga wisata yang menjadi jujukan juga ditentukan. Demi memberikan layanan terbaik kepada para wisatawan,” katanya.

Tanto menjelaskan, skema pelaksanaan dilakukan juga untuk menentukan tarif angkutan dan paket wisata. Dikarenakan, untuk mengantisipasi adanya sopir angkutan nakal. ”Kita tidak ingin, ketika wisatawan menikmati jasa transportasi tersebut terkena biaya membengkak yang dilakukan oleh oknum sopir taupun angkutan,” terangnya.

Untuk wisata yang menjadi jujukan, masih kata Tanto, merupakan destinasi wisata favorit di Banyuwangi. Diantaranya Kawah Ijen, Pulau Merah, Djawatan, dan destinasi wisata lainnya di Banyuwangi. ”Jadi ketika para wisatawan yang menentukan paket wisata terlebih dahulu dengan menentukan lokasi yang dituju, ketika pemberangkatan juga ada tim pemandu wisata yang akan menjelaskan sejumlah wisata di Kabupaten Banyuwangi,” ungkapnya.

Tanto menambahkan, terminal terpadu tersebut sebenarnya sebagai tempat pemberhentian para wisatawan baik luar kota maupun luar negeri. Dikarenakan strateginya yang sangat strategis dan juga lengkap dengan fasilitas di dalamnya. ”Banyak fasilitas di dalam terminal, yang bisa diminati para wisatawan. Sehingga, diharapkan bisa mampu menambah geliaat pariwisata dan ekonomi masyarakat di Kabupaten Banyuwangi,” jelasnya.(rio)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/