Sabtu, 23 Oct 2021
Radar Banyuwangi
Home / Berita Daerah
icon featured
Berita Daerah

Kadapi Kadiso Resmi Hibahkan Kompleks Masjid Haji Muhammad Cheng Hoo

Ikrar Wakaf Jadi Kebahagiaan Terbesar Selama

18 September 2021, 07: 47: 32 WIB | editor : AF. Ichsan Rasyid

Kadapi Kadiso Resmi Hibahkan Kompleks Masjid Haji Muhammad Cheng Hoo

SYAH: Penyerahan pernyataan Ikrar wakaf dari wakif kepada nadhir disaksikan oleh tokoh ulama dan seluruh ahli waris dari wakif keluarga H Kadapi Kadiso.

Share this      

DIBUKA dengan kalimat Bismillahirrahmanirrahim. Tepat pada 13 Agustus 2021, H. Kadapi Kadiso menyatakan ikrar wakaf dua bidang tanah yang berlokasi di Kelurahan Sumberrejo, Kecamatan Banyuwangi, kepada Yayasan Haji Muhammad Cheng Hoo Banyuwangi.

          Tidak tangung-tanggung, total luas tanah yang diwakafkan mencapai 16.220 meter persegi. Lengkap dengan bangunan masjid beserta isinya, termasuk fasilitas tempat wudhu, kamar mandi, dan toilet. Selain itu, bangunan rumah kayu seisinya, asrama putra beserta isinya, asrama putri seisinya, bangunan sekolah beserta isinya, kamar mandi, dan aula, serta seluruh tanaman yang ada di atas tanah tersebut juga menjadi objek yang diwakafkan.

          Masjid Muhammad Cheng Hoo Banyuwangi itu dibangun di atas lahan milik Kadapi Kadiso sejak 2015 lalu. Namun, sejak kali pertama dibangun hingga pertengahan Agustus lalu, pengusaha sukses tersebut belum pernah “melepas” atau mewakafkan hartanya tersebut.

Baca juga: Terbaru, Gerai Cake Aston Fresh Bisa Dinikmati Bersama

Kadapi Kadiso Resmi Hibahkan Kompleks Masjid Haji Muhammad Cheng Hoo

GRAFIS: Pendiri Yayasan Haji Muhammad Cheng Hoo Banyuwangi

          Kadapi mengaku, pihaknya pernah berniat mewakafkan hartanya tersebut pada 30 Juli 2017 lalu. Kala itu, pihaknya mengundang sejumlah kerabat dan relasi yang berasal dari berbagai kota untuk datang ke Masjid Muhammad Cheng Hoo Banyuwangi. “Namun sayang, di tengah acara, ada pihak lain yang membubarkan acara kami. Karena itu, sertifikat dan dokumen-dokumen lain kami bawa pulang kembali. Tidak jadi diwakafkan,” kenangnya.

          Namun, niat melakukan ikrar wakaf yang sempat tertunda itu akhirnya terealisasi. Pada 12 Agustus lalu, Kadapi dipanggil pihak Kantor Urusan Agama (KUA) Banyuwangi. “KUA bilang, sertifikat hak milik (SHM) dua bidang tanah tersebut masih atas nama saya. Sertifikatnya juga masih saya pegang. Jadi, sah-sah saja kalau saya mewakafkan dua bidang tanah tersebut,” akunya.

          Setelah mendapat informasi tersebut, Kadapi langsung bermusyawarah dengan istri dan ahli waris-nya. Mereka sepakat mewakafkan dua bidang tanah tersebut. “Maka, keesokan harinya, yakni 13 Agustus 2021, kami langsung melakukan ikrar wakaf. Saya meyakini bahwa pernyataan ikrar wakaf atas harta keluarga saya ini sah menurut syariah Islam karena sudah ada ijab kabul antara wakif kepada  nadhir dan ada 2 orang saksi," ujar Kadapi.

          Kadapi menuturkan, ikrar wakaf dilakukan lantaran pihaknya sudah menemukan nazhir alias penerima wakaf yang memiliki misi yang sama dengannya. Nazhir yang dimaksud adalah Yayasan Haji Muhammad Cheng Hoo Banyuwangi yang telah berbadan hukum AHU-0012815.AH.01.04 tahun 2019 berdasar akta notaris Nomor 120 tanggal 31 Agustus 2019. “Kami memiliki misi yang sama dengan Yayasan Haji Muhammad Cheng Hoo Banyuwangi, yakni mengaji gratis, sekolah TK gratis, mondok gratis untuk anak yatim piatu,” ungkapnya.

          Kadapi mengungkapkan, selama hidup, kebahagiaan terbesar dia rasakan saat melakukan ikrar wakaf tanah dan bangunan di kompleks Masjid Muhammad Cheng Hoo Banyuwangi tersebut. “Karena saat itu saya bisa melepas harta saya untuk jalan Allah SWT,” ungkapnya.

          Masih menurut Kadapi, sejak diwakafkan, maka sejak saat itu pula kompleks Madjid Muhammad Cheng Hoo bulan lagi miliknya. Harta itu sekarang bukan lagi milik Kadapi Kadiso tetapi milik Allah SWT yang dikelola oleh nadhir yaitu Yayasan Haji Muhammad Cheng Hoo Banyuwangi untuk digunakan kesejahteraan umat Islam secara umum dan khususya bagi kesejahteraan anak yatim. “Insya Allah misi kami sebagai wakif (pemberi wakaf) dan nazhir untuk menyelenggarakan sekolah gratis untuk TK, anak yatim piatu gratis mondok, serta ngaji gratis di Madjid Muhammad Cheng Hoo terus berkelanjutan,” kata suami Lina Tjahyani tersebut.

          Apalagi, ada empat perusahaan yang berkomitmen sanggup menyokong dana operasional bulanan selama dua tahun. Selain itu, Kadapi juga bersedia terus mem-back up sehingga keberlanjutan pendidikan gratis bisa berkelanjutan. “Insya Allah selama saya hidup, program pendidikan gratis itu akan terus berlanjut. Bahkan akan diteruskan sampai anak atau cucu saya,” pungkasnya. (sgt)

(bw/sgt/ics/JPR)

©2021 PT. JawaPos Group Multimedia