alexametrics
28.9 C
Banyuwangi
Friday, August 12, 2022

Jika Terpilih, Jadi Petani Pertama yang Menjabat Wabup

Pencalonan Sugirah pada Pilbup 2020 mendampingi calon bupati (cabup) Ipuk Fiestiandani Azwar Anas disambut antusias kalangan petani. Maklum, Sugirah dinilai merupakan representasi para petani Bumi Blambangan.

 

—–

Sugirah memulai usahanya dari nol. Dia turun langsung menggarap lahan pertanian hingga menjadi salah satu petani sukses di Banyuwangi. Bahkan, meskipun menjabat anggota DPRD Banyuwangi sejak 2009, di sela kesibukannya sebagai wakil rakyat, pria asal Desa Seneporejo, Kecamatan Siliragung, ini tetap tak segan turun ke sawah.

Salah satu tokoh petani Banyuwangi Adil Achmadiono mengatakan, selama ini tidak ada petani tulen yang menjabat sebagai wakil atau bupati Banyuwangi. Hal itu dia ungkapkan dalam Gesah Tani bersama kelompok petani kawasan utara yang meliputi Kecamatan Wongsorejo, Kalipuro, Giri, Glagah, dan Licin di Desa Tamansuruh, Kecamatan Glagah kemarin (17/9). ”Maka, jika Saudara Sugirah terpilih, akan jadi pertama kalinya petani menjadi wakil bupati Banyuwangi,” kata Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) tersebut.

Baca Juga :  Fenomena Ikan Pembersih Kaca, DKP Belum Tahu

Adil menuturkan, dirinya sangat mengenal Sugirah. Dia mengaku selama 20 tahun dirinya bersama Sugirah aktif di KTNA dan HKTI. ”Sugirah berasal dari buruh tani. Keluarganya juga petani. Menjadi anggota DPRD Banyuwangi yang diurusi juga pertanian. Sudah saatnya petani duduk di pimpinan eksekutif,” kata pria yang juga mantan wakil ketua DPRD Banyuwangi tersebut.

Adil menjelaskan, dengan pengalaman Sugirah selama ini akan menjadi solusi dalam mengoptimalkan pertanian di Banyuwangi.

Sementara itu, Sugirah mengaku tidak menyangka bisa dipilih untuk mendampingi Ipuk Fiestiandani sebagai pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Banyuwangi. ”Saya sudah 3 periode menjadi anggota DPRD Banyuwangi dan bidangnya di pertanian. Sebenarnya saya mau pensiun, tapi ternyata saya dipanggil dan ditunjuk mendampingi Bu Ipuk. Jadi saya harus siap,” kata dia.

Sugirah mengatakan, berdasarkan pengalamannya selama ini, banyak program yang disiapkan untuk memajukan pertanian dan meningkatkan kesejahteraan petani. Salah satunya penguatan sektor pertanian dari hulu ke hilir menjadi jawaban pemulihan ekonomi di masa pandemi Covid-19. Di antaranya melalui program Kampung Tani, pertanian yang berbasis wisata dan pertanian organik. ”Melalui Kampung Tani, kesejahteraan petani melalui pertanian organik dan program terintegrasi dari hulu ke hilir akan mampu terangkat,” kata Sugirah.

Baca Juga :  Peringati Hari Pahlawan, Aston Hotel Gelar Beragam Kegiatan

Sugirah mencontohkan untuk meningkatkan produksi padi di kawasan selatan, penamanan menggunakan metode organik sehingga produksinya sudah mencapai 6 hingga 7 ton per hektare (ha). Selain metode organik juga menggunakan rotasi tanam, di mana pada masa-masa tertentu petani menanam holtikultura, untuk menjaga kualitas tanah. ”Saya ini petani dari nol. Tangan dan kaki saya berlumpur. Saya bekerja di bawah terik matahari. Jadi paham A sampai Z soal pertanian. Ini yang akan terus kami tingkatkan programnya untuk kesejahteraan petani,” pungkasnya. (sgt/aif/c1)

Pencalonan Sugirah pada Pilbup 2020 mendampingi calon bupati (cabup) Ipuk Fiestiandani Azwar Anas disambut antusias kalangan petani. Maklum, Sugirah dinilai merupakan representasi para petani Bumi Blambangan.

 

—–

Sugirah memulai usahanya dari nol. Dia turun langsung menggarap lahan pertanian hingga menjadi salah satu petani sukses di Banyuwangi. Bahkan, meskipun menjabat anggota DPRD Banyuwangi sejak 2009, di sela kesibukannya sebagai wakil rakyat, pria asal Desa Seneporejo, Kecamatan Siliragung, ini tetap tak segan turun ke sawah.

Salah satu tokoh petani Banyuwangi Adil Achmadiono mengatakan, selama ini tidak ada petani tulen yang menjabat sebagai wakil atau bupati Banyuwangi. Hal itu dia ungkapkan dalam Gesah Tani bersama kelompok petani kawasan utara yang meliputi Kecamatan Wongsorejo, Kalipuro, Giri, Glagah, dan Licin di Desa Tamansuruh, Kecamatan Glagah kemarin (17/9). ”Maka, jika Saudara Sugirah terpilih, akan jadi pertama kalinya petani menjadi wakil bupati Banyuwangi,” kata Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) tersebut.

Baca Juga :  Kemana-mana menggelorakan Semangat Mbangun Deso Noto Kuto

Adil menuturkan, dirinya sangat mengenal Sugirah. Dia mengaku selama 20 tahun dirinya bersama Sugirah aktif di KTNA dan HKTI. ”Sugirah berasal dari buruh tani. Keluarganya juga petani. Menjadi anggota DPRD Banyuwangi yang diurusi juga pertanian. Sudah saatnya petani duduk di pimpinan eksekutif,” kata pria yang juga mantan wakil ketua DPRD Banyuwangi tersebut.

Adil menjelaskan, dengan pengalaman Sugirah selama ini akan menjadi solusi dalam mengoptimalkan pertanian di Banyuwangi.

Sementara itu, Sugirah mengaku tidak menyangka bisa dipilih untuk mendampingi Ipuk Fiestiandani sebagai pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Banyuwangi. ”Saya sudah 3 periode menjadi anggota DPRD Banyuwangi dan bidangnya di pertanian. Sebenarnya saya mau pensiun, tapi ternyata saya dipanggil dan ditunjuk mendampingi Bu Ipuk. Jadi saya harus siap,” kata dia.

Sugirah mengatakan, berdasarkan pengalamannya selama ini, banyak program yang disiapkan untuk memajukan pertanian dan meningkatkan kesejahteraan petani. Salah satunya penguatan sektor pertanian dari hulu ke hilir menjadi jawaban pemulihan ekonomi di masa pandemi Covid-19. Di antaranya melalui program Kampung Tani, pertanian yang berbasis wisata dan pertanian organik. ”Melalui Kampung Tani, kesejahteraan petani melalui pertanian organik dan program terintegrasi dari hulu ke hilir akan mampu terangkat,” kata Sugirah.

Baca Juga :  Perdana, KBIH Sabilillah Berangkatkan Jamaah Umrah

Sugirah mencontohkan untuk meningkatkan produksi padi di kawasan selatan, penamanan menggunakan metode organik sehingga produksinya sudah mencapai 6 hingga 7 ton per hektare (ha). Selain metode organik juga menggunakan rotasi tanam, di mana pada masa-masa tertentu petani menanam holtikultura, untuk menjaga kualitas tanah. ”Saya ini petani dari nol. Tangan dan kaki saya berlumpur. Saya bekerja di bawah terik matahari. Jadi paham A sampai Z soal pertanian. Ini yang akan terus kami tingkatkan programnya untuk kesejahteraan petani,” pungkasnya. (sgt/aif/c1)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/