alexametrics
23.8 C
Banyuwangi
Monday, August 15, 2022

Pihak Ketiga Ikut-ikutan Merawat Situs Persemedian Prabu Tawangalun

KABAT – Polemik lahan yang ditempati situs petilasan Prabu Tawangalun di Dusun Cungking, Desa Gombolirang, Kecamatan Kabat belum juga mandek. Ada pihak ketiga yang disebut-sebut ingin mengelola sepenuhnya situs tersebut.

Sejak awal pihak ketiga tersebut melakukan renovasi dan perbaikan-perbaikan di sekitar situs. Perbaikan yang dilakukan tidak mengubah bentuk asli situs, melainkan menambah sejumlah fasilitas agar terlihat lebih bagus. Jalan menuju ke situs dibuatkan gapura yang dilapisi batu alam.

Sepanjang jalan menuju kawasan situs, kanan-kirinya dipasang lampu penerangan taman setinggi 80 centimeter yang juga dibalut dengan kap lampu. Jika malam hari sinar lampu menerangi sepanjang jalan menuju kawasan situs. Perbaikan juga dilakukan pada pintu gerbang masuk dan di areal situs serta pagar keliling. Semuanya dilakukan pengecatan berwarna hitam. ”Kalau cat semula berwarna putih, kini berubah warna hitam,” ungkap Kepala Desa Gombolirang Moh.Ridwan.

Baca Juga :  Ingin Ada Wisata Petik Buah di dalam Kota

Menurut Ridwan, perbaikan lainnya adalah penambahan ornamen batu alam pada gapura masuk, pemasangan lampu taman di sepanjang jalan masuk, dan pemasangan batu alam di pintu gerbang serta di sekitar situs. ”Kalau bentuknya tidak berubah sama sekali, hanya lebih disempurnakan agar tampak lebih indah,” katanya.

Penambahan ornamen lain yang dilakukan oleh donatur adalah tiga patung macan putih yang berada di dalam lokasi situs. Dua patung macan putih berukuran kecil dan satu patung macan putih berukuran cukup besar. ”Perbaikan ini sudah sejak empat bulan lalu. Intinya donatur ini peduli dengan kondisi situs petilasan Prabu Tawangalun di Desa Gombolirang ini agar tetap lestari,” jelasnya.

Baca Juga :  Klaster Gereja Terkena, Bamag Minta Vaksin Covid-19

Rencananya keberadaan situs petilasan persemedian Prabu Tawangalun akan disinergikan dengan situs bersejarah lainnya di Kecamatan Kabat sebagai destinasi wisata sejarah. Kebetulan tak jauh dari situs persemedian itu, ada situs Makam Patih Sayu Gringsing.

Selain di Desa Gombolirang, situs sejarah lainnya ada di desa lain. Di Desa Bunder ada situs Makam Mbah Rembug atau Rempeg Jogopati. Ada pula situs plecutan di Desa Macanputih. ”Kami tentu sangat bergembira dan menyambut baik adanya wisata sejarah yang potensinya ada di desa kami ini. Sedikit banyak akan menopang perekonomian warga kami,” tandasnya. (ddy/aif/c1)

KABAT – Polemik lahan yang ditempati situs petilasan Prabu Tawangalun di Dusun Cungking, Desa Gombolirang, Kecamatan Kabat belum juga mandek. Ada pihak ketiga yang disebut-sebut ingin mengelola sepenuhnya situs tersebut.

Sejak awal pihak ketiga tersebut melakukan renovasi dan perbaikan-perbaikan di sekitar situs. Perbaikan yang dilakukan tidak mengubah bentuk asli situs, melainkan menambah sejumlah fasilitas agar terlihat lebih bagus. Jalan menuju ke situs dibuatkan gapura yang dilapisi batu alam.

Sepanjang jalan menuju kawasan situs, kanan-kirinya dipasang lampu penerangan taman setinggi 80 centimeter yang juga dibalut dengan kap lampu. Jika malam hari sinar lampu menerangi sepanjang jalan menuju kawasan situs. Perbaikan juga dilakukan pada pintu gerbang masuk dan di areal situs serta pagar keliling. Semuanya dilakukan pengecatan berwarna hitam. ”Kalau cat semula berwarna putih, kini berubah warna hitam,” ungkap Kepala Desa Gombolirang Moh.Ridwan.

Baca Juga :  Tinjau Petilasan Prabu Tawangalun, Disbudpar: Itu Bukan Tanah Negara

Menurut Ridwan, perbaikan lainnya adalah penambahan ornamen batu alam pada gapura masuk, pemasangan lampu taman di sepanjang jalan masuk, dan pemasangan batu alam di pintu gerbang serta di sekitar situs. ”Kalau bentuknya tidak berubah sama sekali, hanya lebih disempurnakan agar tampak lebih indah,” katanya.

Penambahan ornamen lain yang dilakukan oleh donatur adalah tiga patung macan putih yang berada di dalam lokasi situs. Dua patung macan putih berukuran kecil dan satu patung macan putih berukuran cukup besar. ”Perbaikan ini sudah sejak empat bulan lalu. Intinya donatur ini peduli dengan kondisi situs petilasan Prabu Tawangalun di Desa Gombolirang ini agar tetap lestari,” jelasnya.

Baca Juga :  Temua Dua Perhiasan Blambangan Kuno Diserahkan ke Disbudpar

Rencananya keberadaan situs petilasan persemedian Prabu Tawangalun akan disinergikan dengan situs bersejarah lainnya di Kecamatan Kabat sebagai destinasi wisata sejarah. Kebetulan tak jauh dari situs persemedian itu, ada situs Makam Patih Sayu Gringsing.

Selain di Desa Gombolirang, situs sejarah lainnya ada di desa lain. Di Desa Bunder ada situs Makam Mbah Rembug atau Rempeg Jogopati. Ada pula situs plecutan di Desa Macanputih. ”Kami tentu sangat bergembira dan menyambut baik adanya wisata sejarah yang potensinya ada di desa kami ini. Sedikit banyak akan menopang perekonomian warga kami,” tandasnya. (ddy/aif/c1)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/