alexametrics
24.9 C
Banyuwangi
Monday, August 8, 2022

Bertemu Pendidik NU, Ipuk Fiestiandani Disambut Nyanyian Yaa Lal Watha

BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Kedatangan Bakal Calon Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani Azwar Anas saat bertemu dengan para pengajar dari lingkungan Nahdlatul Ulama (NU) di Rogojampi, Rabu (16/9) disambut dengan lagu ”Yaa Lal Wathan”.

Lagu ciptaan ulama pendiri NU, KH Wahab Hasbullah, pada 1934 itu berkumandang saat Ipuk tiba. Di tempat ini, Ipuk bertemu para pendidik dari Yayasan Ahlussunnah Wal Jamaah di bawah pimpinan Nanang Nur Ahmadi itu. ”Selama ini Bu Ipuk selalu konsen pada dunia pendidikan. Beliau telah lama membina serta memfasilitasi anak-anak muda dan pelajar,” kata Nanang.

Selain itu, menurut Nanang, selama beberapa tahun terakhir, pendidikan selalu menjadi program wajib Pemkab Banyuwangi. Banyak inovasi yang dilakukan, di antaranya pemberian beasiswa melalui Beasiswa Banyuwangi Cerdas, pengiriman guru yang mendapat beasiswa ke pelosok-pelosok desa melalui Banyuwangi Mengajar, Siswa Asuh Sebaya (SAS) yang merupakan program menumbuhkan solidaritas sejak dini, pemberian uang saku bagi siswa miskin, dan banyak lainnya.

”Bahkan ketika banyak daerah lainnya banyak gaji guru honorer berkisar Rp 300.000 sampai Rp 600.000, ternyata di Banyuwangi sudah Rp 1 juta,” kata Nanang.

Baca Juga :  850 Jamaah Gowes Bareng

Sejak 2017 gaji Guru Tidak Tetap (GTT) naik dari Rp 300.000 per bulan menjadi Rp 1 juta. ”Banyak program-program pendidikan yang telah dilakukan di era Bupati Anas, dan itu bisa berkesinambungan oleh Bu Ipuk,” kata Nanang.

Nanang mengatakan, Ipuk selama ini aktif terlibat di dunia pendidikan. Ipuk merupakan Ketua Yayasan Kesejahteraan dan Pendidikan Tuna Indra (YKPTI) yang intens terlibat dalam pemberdayaan para penyandang disabilitas di Banyuwangi.

Ipuk juga aktif mengawal program sekolah inklusi agar para penyandang disabilitas mendapat kemudahan akses dan kesetaraan pendidikan. Di antaranya menginisiasi sekolah inklusi. Di mana Banyuwangi saat ini memiliki lebih dari 220 sekolah inklusi dengan ratusan guru pendamping khusus.

”Bu Ipuk juga ikut mencetuskan Festival Kita Bisa yang merupakan ajang seni-budaya dan kreativitas bagi para penyandang disabilitas se-Banyuwangi, yang pada gilirannya menumbuhkan semangat solidaritas dari seluruh warga untuk memberdayakan mereka,” jelas Nanang.

Baca Juga :  Usai Debat Publik, Warga Tambah Yakin Pilih Ipuk-Sugirah

Sementara itu, Ipuk berterima kasih atas sambutan luar biasa para pengajar NU. Apalagi, dia disambut dengan lagu Syubbanul Wathan atau Yaa Lal Wathan. ”Inilah lagu yang selalu mengingatkan kita untuk senantiasa cinta tanah air. Lagu yang juga menunjukkan bahwa cinta agama dan cinta bangsa adalah satu kesatuan, tidak bisa saling dipertentangkan,” ujarnya.

Terkait pendidikan, Ipuk mengatakan kemajuan sektor pendidikan yang telah hadir di Banyuwangi perlu terus ditingkatkan. ”Kuncinya ada dua, yaitu peningkatan akses dan kualitas. Akses terkait semakin mudahnya warga mendapatkan layanan pendidikan, di dalamnya ada beasiswa, tabungan pelajar, dan intervensi lainnya,” ujarnya.

Adapun kualitas, imbuh Ipuk, terkait infrastruktur fisik dan infrastruktur lunak. Fisik soal kelengkapan fasilitas, sementara infrastruktur lunak soal kualitas SDM. ”Termasuk guru, yang berarti kita bicara upaya peningkatan kesejahteraan guru. Semua akan terus ditingkatkan,” pungkasnya. (aif/c1)

BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Kedatangan Bakal Calon Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani Azwar Anas saat bertemu dengan para pengajar dari lingkungan Nahdlatul Ulama (NU) di Rogojampi, Rabu (16/9) disambut dengan lagu ”Yaa Lal Wathan”.

Lagu ciptaan ulama pendiri NU, KH Wahab Hasbullah, pada 1934 itu berkumandang saat Ipuk tiba. Di tempat ini, Ipuk bertemu para pendidik dari Yayasan Ahlussunnah Wal Jamaah di bawah pimpinan Nanang Nur Ahmadi itu. ”Selama ini Bu Ipuk selalu konsen pada dunia pendidikan. Beliau telah lama membina serta memfasilitasi anak-anak muda dan pelajar,” kata Nanang.

Selain itu, menurut Nanang, selama beberapa tahun terakhir, pendidikan selalu menjadi program wajib Pemkab Banyuwangi. Banyak inovasi yang dilakukan, di antaranya pemberian beasiswa melalui Beasiswa Banyuwangi Cerdas, pengiriman guru yang mendapat beasiswa ke pelosok-pelosok desa melalui Banyuwangi Mengajar, Siswa Asuh Sebaya (SAS) yang merupakan program menumbuhkan solidaritas sejak dini, pemberian uang saku bagi siswa miskin, dan banyak lainnya.

”Bahkan ketika banyak daerah lainnya banyak gaji guru honorer berkisar Rp 300.000 sampai Rp 600.000, ternyata di Banyuwangi sudah Rp 1 juta,” kata Nanang.

Baca Juga :  Ipuk Anas: Masa Pandemi, Ibu Hamil Harus Tetap Jaga Kesehatan

Sejak 2017 gaji Guru Tidak Tetap (GTT) naik dari Rp 300.000 per bulan menjadi Rp 1 juta. ”Banyak program-program pendidikan yang telah dilakukan di era Bupati Anas, dan itu bisa berkesinambungan oleh Bu Ipuk,” kata Nanang.

Nanang mengatakan, Ipuk selama ini aktif terlibat di dunia pendidikan. Ipuk merupakan Ketua Yayasan Kesejahteraan dan Pendidikan Tuna Indra (YKPTI) yang intens terlibat dalam pemberdayaan para penyandang disabilitas di Banyuwangi.

Ipuk juga aktif mengawal program sekolah inklusi agar para penyandang disabilitas mendapat kemudahan akses dan kesetaraan pendidikan. Di antaranya menginisiasi sekolah inklusi. Di mana Banyuwangi saat ini memiliki lebih dari 220 sekolah inklusi dengan ratusan guru pendamping khusus.

”Bu Ipuk juga ikut mencetuskan Festival Kita Bisa yang merupakan ajang seni-budaya dan kreativitas bagi para penyandang disabilitas se-Banyuwangi, yang pada gilirannya menumbuhkan semangat solidaritas dari seluruh warga untuk memberdayakan mereka,” jelas Nanang.

Baca Juga :  Menyalip Mobil, Motor Oleng, Pelajar Tewas

Sementara itu, Ipuk berterima kasih atas sambutan luar biasa para pengajar NU. Apalagi, dia disambut dengan lagu Syubbanul Wathan atau Yaa Lal Wathan. ”Inilah lagu yang selalu mengingatkan kita untuk senantiasa cinta tanah air. Lagu yang juga menunjukkan bahwa cinta agama dan cinta bangsa adalah satu kesatuan, tidak bisa saling dipertentangkan,” ujarnya.

Terkait pendidikan, Ipuk mengatakan kemajuan sektor pendidikan yang telah hadir di Banyuwangi perlu terus ditingkatkan. ”Kuncinya ada dua, yaitu peningkatan akses dan kualitas. Akses terkait semakin mudahnya warga mendapatkan layanan pendidikan, di dalamnya ada beasiswa, tabungan pelajar, dan intervensi lainnya,” ujarnya.

Adapun kualitas, imbuh Ipuk, terkait infrastruktur fisik dan infrastruktur lunak. Fisik soal kelengkapan fasilitas, sementara infrastruktur lunak soal kualitas SDM. ”Termasuk guru, yang berarti kita bicara upaya peningkatan kesejahteraan guru. Semua akan terus ditingkatkan,” pungkasnya. (aif/c1)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/