Sabtu, 23 Oct 2021
Radar Banyuwangi
Home / Berita Daerah
icon featured
Berita Daerah

Pernikahan Siri Dapat KK Bisa Memicu Perkara Baru

13 Oktober 2021, 18: 00: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

Pernikahan Siri Dapat KK Bisa Memicu Perkara Baru

Subandi, Panitera PA Banyuwangi. (Bagus Rio Rahman/RadarBanyuwangi.id)

Share this      

BANYUWANGI – Aturan Permendagri Nomor 109 Tahun 2019 tentang formulir dan buku yang digunakan dalam administrasi kependudukan, ternyata juga memicu polemik di Pengadilan Agama (PA) Banyuwangi. Dengan aturan baru tersebut, pasangan nikah siri yang bisa mendapatkan KK akan menumbuhkan perkara baru.

Perkara tersebut bisa dilakukan secara perdata maupun pidana sesuai dengan aturan agama yang dianut ketika melakukan nikah siri. Aturan tersebut tidak hanya untuk masyarakat beragama Islam, tetapi juga yang beragama lain. ”Ini aturan secara umum, makanya bisa memicu adanya perkara baru yang muncul,” ujar Panitera PA Banyuwangi Subandi.

Subandi menjelaskan, terkait adanya aturan dari Permendagri 109, pihaknya menilai harus adanya komunikasi kembali dengan seluruh elemen. ”Aturan tersebut harus ada kajian lebih dalam lagi agar tidak menulai polemik ataupun menabrak aturan yang sudah ada,” katanya.

Baca juga: UMM Raih Akreditasi Unggul

Bisa saja dalam aturan tersebut membuat masyarakat menilai nikah siri yang dilakukan sudah berkekuatan hukum. Padaha dengan adanya aturan nikah siri yang bisa terbit KK, bisa saja seorang wanita menikah dengan dua orang laki-laki sekaligus atau disebut poliandri. ”Pastinya dengan adanya seperti ini akan memicu perkara baru yang ada di PA Banyuwangi,” terangnya.

Meski sudah memiliki KK, pasangan nikah siri tetap tidak bisa mendapatkan warisan. ”Para pasangan nikah siri akan berdampak kepada anak. Anak mereka tidak akan bisa mendapatkan akta kelahiran, sehingga harus dilakukan isbat nikah terlebih dahulu,” ungkapnya. 

(bw/rio/aif/als/JPR)

©2021 PT. JawaPos Group Multimedia