Sabtu, 23 Oct 2021
Radar Banyuwangi
Home / Berita Daerah
icon featured
Berita Daerah

Tak Kunjung Dinikahi Resmi, Istri Muda Lurug Anggota DPRD

11 September 2021, 11: 44: 38 WIB | editor : Ali Sodiqin

Tak Kunjung Dinikahi Resmi, Istri Muda Lurug Anggota DPRD

MENGADU KE BK: Sambil menggendong anaknya, seorang ASN mendatangi Gedung DPRD Situbondo, kemarin. (Humaidi/RadarBanyuwangi.id)

Share this      

RadarBanywuangi.id -  Anggota DPRD Situbondo berinisial HP, dilaporkan istri mudanya Ke Badan Kehormatan (BK) DPRD Situbondo,kemarin (8/9). Perempuan yang juga membawa anaknya yang masih balita itu datang bersama kuasa hukumnya. Wakil rakyat asal Kecamatan Kapongan tersebut dianggap telah menelantarkan anak dan istrinya selama 24 bulan.

Kuasa hukum pelapor, Hery Sampurno mengatakan, HP hanya pernah memberikan nafkah pada kliennya sebanyak tiga kali selama tiga bulan. Yakni Bulan Oktober 2019 sebesar Rp 2 juta. Bulan November Rp 3 juta, dan terakhir  Bulan Desember sebesar Rp 3 juta. “Klien kami mengaku selama ini hanya sering dimintai uang oleh terlapor untuk memenuhi kebutuhan dan kegiatannya sebagai anggota DPRD,” ungkap Hary, kemarin.

Terlapor diduga telah memberikan janji-janji palsu. Sebab, dia berjanji akan menikahi. Saat itu, HP mengaku rumah tangganya dengan istri pertama sedang retak. “Sehingga klien kami menikah sirri dengan terlapor sampai punya anak yang sekarang umurnya sudah satu tahun. Konsekwensi dari pernikahannya dengan HP ini, klien kami juga dikenakan sanksi pemotongan gaji Rp 300 ribu perbulan selama tiga tahun,” papar Heri. Sebab, istri muda HP itu berprofesi sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN).

Baca juga: Mitra Pengelola ZIS Wakaf Daaqu School Resmi dilaunching

Hery mengaku terpaksa melaporkan HP ke BK agar bertanggung jawab terhadap anaknya hingga dewasa. Termasuk memperjelas status ibu dari seorang anak yang hingga saat ini tergantung. “Padahal, perjuangan klien kami sebagai perempuan sudah sangat mulia agar bisa menikah dengan anggota DPRD itu. Namun sayang, klien kami seperti orang yang terbuang tanpa kejelasan,” imbuhnya.

Sementara itu, saat dikonfirmasi RadarBanyuwangi.id, HP menjelaskan bahwa status perkawinan sirinya dengan ibu muda itu sudah tidak ada. Sebab, pada 19 Agustus 2021 lalu, dirinya sudah bercerai. Langkah itu dilakukan atas permintaan istri mudanya tersebut. Alasannya sudah tidak ada kecocokan lagi dengan dirinya. “Mengenai tuduhan bahwa saya sudah melakukan tindakan penelantaran, itu tidak benar sema sekali,” terangnya HP.

HP menjelaskan, dirinya baru pisah dengan perempuan yang sudah memberikan satu anak sekitar dua mingguan yang lalu. “Mengenai nafkah saya sudah lengkapi, karena anak itu benar-benar anak saya dan saya memiliki tanggung jawab, wajib hukumnya bagi saya.  Bahkan jika anak itu diberikan kepada saya untuk dibesarkan, saya pun siap mengasuhnya” ujarnya.

HP mengaku sebenarnya ingin menikahi istri mudanya secara hukum. Namun, ternyata dia seorang ASN yang tidak boleh dijadikan istri kedua. “Karena jodoh itu di tangan Tuhan dan mungkin tidak ada jodoh di antara kita. Maka saya mengucapkan permohonan maaf terhadap pihak kelurga dan saya tekankan sekali lagi bahwa saya akan melakukan kewajiban saya sebagai seorang ayah dari anak tersebut,” pungkasnya. (mg1/pri)

(bw/*/als/JPR)

©2021 PT. JawaPos Group Multimedia