alexametrics
24.5 C
Banyuwangi
Saturday, August 13, 2022

Sepekan Dibuka, Okupansi Kapal Rute Banyuwangi – Lombok Tembus 90%

JawaPos.com – Penyeberangan Long Distance Ferry (LDF) tujuan Ketapang-Lembar yang dibuka Sabtu lalu (26/12) rupanya cukup menyedot animo masyarakat. Setelah sepekan beroperasi, Gabungan Pengusaha Angkutan Sungai, Danau dan Penyeberangan (Gapasdap) menncatat okupansi rata-rata mencapai 90 persen.

Padahal, dari tujuh kapal yang seharusnya beroperasi di jalur tersebut, baru ada empat kapal yang berjalan. Yaitu KMP Parama Kalyani, KMP Dharma Ferry VIII, KMP Swarna Cakra dan KMP Jambo X. Sedangkan tiga kapal lainya, KMP Liputan XII, KMP Portlink VII, dan KMP Munic VII masih docking hingga kemarin.

“Dalam sepekan ini ada lima trip per hari. Tiga kapal kita catat muatanya mencapai 100 persen dan dua lainya 80 persen, rata-rata 90 persen,” kata Kepala DPD Gapasdap Jawa Timur, Sunaryo. Dia  menambahkan, angka tersebut masih berpotensi terus naik. Apalagi saat ini pergudangan di Surabaya masih tutup.

Baca Juga :  Masuk Pelabuhan Hanya Satu Pintu, Ini Alasan ASDP Ketapang

Sunaryo optimis aktivitas pergudangan di Surabaya sudah buka dan berjalan normal maka muatan akan lebih banyak lagi. “Biasanya awal tahun ramai. Diperkirakan akan ada peningkatan jika pergudangan sudah mulai buka. 80 persen muatan kita diisi logistik, baru sisanya kendaraan pribadi,” tegasnya.

Dalam sepekan ke depan rencananya tiga kapal yang sebelumnya docking diharapkan bisa ikut beroperasi. Dengan tujuh kapal yang beroperasi itu, nantinya setiap kapal hanya butuh waktu tiga jam untuk bongkar muat dan berangkat. “Sementara ini masih enam jam. Karena belum semua beroperasi. Tapi sejak awal dibuka memang sudah banyak kendaraan yang ikut,” ungkapnya.

Sunaryo berharap sesuai dengan proyeksi Dirjen Perhubunagn Darat, lintasan Ketapang-Lembar  ke depan diyakini bisa membantu mendongkrak peningkatan ekonomi di Jawa Timur dan NTB (Nusa Tenggara Barat). Sebab, distribusi logistik bisa berjalan lebih cepat dan lancar. “Dengan adanya kapal lintasan Ketapang-Lembar ini bisa memangkas biaya logistik,” tegasnya.

Baca Juga :  Penumpang Feri Full, Pesawat Penuh

Iwan,36, salah satu penumpang kapal jurusan Ketapang Lembar mengatakan, yang menjadi daya tarik dari rute baru ini adalah waktu tempuhnya. Untuk sopir logistik, ketepatan waktu menjadi salah satu pertimbangan. Apalagi, barang yang dibawanya adalah bawang merah yang bisa cepat busuk jika tidak segera tiba di lokasi tujuan.

Meski ada selisih harga dari penyeberangan Tanjungwangi-Gili Mas, pria asal Bima itu mengaku tak jadi masalah. Sebab, jika waktu  perjalanan kapal terlalu lama justru menimbulkan kerugian untuk barang yang dibawanya. “Saya dengar kapal ini (Ketapang Lembar) lebih cepat. Karena itu saya coba. Kalau untuk fasilitas kapal lebih bersih, tapi saya butuh ketepatan waktu,” pungkasnya. (fre/aif)

JawaPos.com – Penyeberangan Long Distance Ferry (LDF) tujuan Ketapang-Lembar yang dibuka Sabtu lalu (26/12) rupanya cukup menyedot animo masyarakat. Setelah sepekan beroperasi, Gabungan Pengusaha Angkutan Sungai, Danau dan Penyeberangan (Gapasdap) menncatat okupansi rata-rata mencapai 90 persen.

Padahal, dari tujuh kapal yang seharusnya beroperasi di jalur tersebut, baru ada empat kapal yang berjalan. Yaitu KMP Parama Kalyani, KMP Dharma Ferry VIII, KMP Swarna Cakra dan KMP Jambo X. Sedangkan tiga kapal lainya, KMP Liputan XII, KMP Portlink VII, dan KMP Munic VII masih docking hingga kemarin.

“Dalam sepekan ini ada lima trip per hari. Tiga kapal kita catat muatanya mencapai 100 persen dan dua lainya 80 persen, rata-rata 90 persen,” kata Kepala DPD Gapasdap Jawa Timur, Sunaryo. Dia  menambahkan, angka tersebut masih berpotensi terus naik. Apalagi saat ini pergudangan di Surabaya masih tutup.

Baca Juga :  Angin Kencang, Pelabuhan Ketapang Buka Tutup

Sunaryo optimis aktivitas pergudangan di Surabaya sudah buka dan berjalan normal maka muatan akan lebih banyak lagi. “Biasanya awal tahun ramai. Diperkirakan akan ada peningkatan jika pergudangan sudah mulai buka. 80 persen muatan kita diisi logistik, baru sisanya kendaraan pribadi,” tegasnya.

Dalam sepekan ke depan rencananya tiga kapal yang sebelumnya docking diharapkan bisa ikut beroperasi. Dengan tujuh kapal yang beroperasi itu, nantinya setiap kapal hanya butuh waktu tiga jam untuk bongkar muat dan berangkat. “Sementara ini masih enam jam. Karena belum semua beroperasi. Tapi sejak awal dibuka memang sudah banyak kendaraan yang ikut,” ungkapnya.

Sunaryo berharap sesuai dengan proyeksi Dirjen Perhubunagn Darat, lintasan Ketapang-Lembar  ke depan diyakini bisa membantu mendongkrak peningkatan ekonomi di Jawa Timur dan NTB (Nusa Tenggara Barat). Sebab, distribusi logistik bisa berjalan lebih cepat dan lancar. “Dengan adanya kapal lintasan Ketapang-Lembar ini bisa memangkas biaya logistik,” tegasnya.

Baca Juga :  Arus Balik Padat Lancar

Iwan,36, salah satu penumpang kapal jurusan Ketapang Lembar mengatakan, yang menjadi daya tarik dari rute baru ini adalah waktu tempuhnya. Untuk sopir logistik, ketepatan waktu menjadi salah satu pertimbangan. Apalagi, barang yang dibawanya adalah bawang merah yang bisa cepat busuk jika tidak segera tiba di lokasi tujuan.

Meski ada selisih harga dari penyeberangan Tanjungwangi-Gili Mas, pria asal Bima itu mengaku tak jadi masalah. Sebab, jika waktu  perjalanan kapal terlalu lama justru menimbulkan kerugian untuk barang yang dibawanya. “Saya dengar kapal ini (Ketapang Lembar) lebih cepat. Karena itu saya coba. Kalau untuk fasilitas kapal lebih bersih, tapi saya butuh ketepatan waktu,” pungkasnya. (fre/aif)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/