alexametrics
24.3 C
Banyuwangi
Thursday, August 11, 2022

Pameran Museum dan Kepurbakalaan

 

BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Pemkab Banyuwangi punya cara tersendiri untuk mengajak kalangan milenial menyelami sejarah Bumi Blambangan. Upaya tersebut salah satunya diwujudkan melalui Pameran Museum dan Kepurbakalaan yang bakal digeber mulai Kamis (3/9) sampai Sabtu (5/9) mendatang.

Pameran tersebut digeber di halaman kantor Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Banyuwangi. Selain untuk mengenalkan Museum Blambangan sebagai salah satu tempat wisata bersejarah di Banyuwangi, ajang ini juga bertujuan mengenalkan peninggalan sejarah serta memberikan edukasi tentang warisan budaya bendawi kepada masyarakat umum, khususnya para pemuda.

Berbagai benda purbakala dan benda kuno berbahan batu, tanah liat, keramik, hingga kayu bakal ditampilkan pada pameran tersebut. Bentuknya pun bermacam-macan, ada tombak, arca, lingga yoni, hingga lemari rias kuno.

Bukan itu saja, rangkaian acara juga akan diwarnai sarasehan tentang sejarah dan kepurbakalaan. Sarasehan bakal digeber setiap hari selama pameran berlangsung. Sarasehan terdiri dari peserta pameran, tamu undangan, pegiat budaya, dan tim ahli cagar budaya (TACB).

Baca Juga :  Sinergi Bersama Pemerintah, BP JAMSOSTEK Salurkan Bantuan Masker

Penutupan acara dimeriahkan dengan pementasan wayang kulit bersama dalang Ki Mudo Juwito Gendeng. Wayangan yang digeber pada Sabtu malam ini bakal menampilkan lakon Wahyu Husodo Jati. Lakon ini menceritakan tentang orang-orang tanah Jawa yang kehilangan pusaka yang dapat berbicara. Pusaka tersebut akan kembali jika wong-wong tanah Jawa bisa bersatu dan rukun dengan cara mboyong simbol ”wong tanah Jowo”, yakni Kiai Lurah Semar.

Kepala Disbudpar Banyuwangi M. Yanuarto Bramuda mengatakan, untuk semakin memeriahkan acara pameran serta mengenalkan lebih dalam situs budaya Banyuwangi, digelar lomba vlog bertema ”Situs Budaya dan Objek Heritage Banyuwangi”. Total hadiah Rp 10 juta disiapkan untuk enam orang pemenang. ”Batas akhir pendaftaran dan pengumpulan karya pada tanggal 3 September 2020,” ujarnya.

Selain itu, digelar pula lomba karya tulis ilmiah bertema Edukasi Peradaban di Balik Benda Bersejarah dengan total hadiah 10 juta untuk 6 orang pemenang. Batas akhir pendaftaran dan pengumpulan karya pada tanggal 3 September 2020. Pengumuman pemenang lomba serta penyerahan hadiah akan dilaksanakan pada 5 September pukul 19.00 di halaman kantor Disbudpar. ”Pelaksanaan lomba vlog dan lomba karya tulis ilmiah tidak dipungut biaya alias gratis,” kata dia.

Baca Juga :  Pendaftaran CPNS 31 Mei, Cegah Perjokian dengan Face Recognition

 

Bramuda menegaskan pameran terbuka untuk umum dengan menerapkan protokol kesehatan untuk mencegah penularan Covid-19. Seluruh pengunjung wajib mengenakan masker. Sebelum masuk area pameran pengujung akan menjalani pemeriksaan suhu tubuh. “

”Saat berada di area pameran, pengujung wajib menjaga jarak fisik (physical distancing). Untuk itu, dilakukan pembatasan kuota pengujung, yakni maksimal seratus orang dalam satu gelombang,” pungkasnya. (sgt/aif/c1)

 

BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Pemkab Banyuwangi punya cara tersendiri untuk mengajak kalangan milenial menyelami sejarah Bumi Blambangan. Upaya tersebut salah satunya diwujudkan melalui Pameran Museum dan Kepurbakalaan yang bakal digeber mulai Kamis (3/9) sampai Sabtu (5/9) mendatang.

Pameran tersebut digeber di halaman kantor Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Banyuwangi. Selain untuk mengenalkan Museum Blambangan sebagai salah satu tempat wisata bersejarah di Banyuwangi, ajang ini juga bertujuan mengenalkan peninggalan sejarah serta memberikan edukasi tentang warisan budaya bendawi kepada masyarakat umum, khususnya para pemuda.

Berbagai benda purbakala dan benda kuno berbahan batu, tanah liat, keramik, hingga kayu bakal ditampilkan pada pameran tersebut. Bentuknya pun bermacam-macan, ada tombak, arca, lingga yoni, hingga lemari rias kuno.

Bukan itu saja, rangkaian acara juga akan diwarnai sarasehan tentang sejarah dan kepurbakalaan. Sarasehan bakal digeber setiap hari selama pameran berlangsung. Sarasehan terdiri dari peserta pameran, tamu undangan, pegiat budaya, dan tim ahli cagar budaya (TACB).

Baca Juga :  Jika Terpilih, Jadi Petani Pertama yang Menjabat Wabup

Penutupan acara dimeriahkan dengan pementasan wayang kulit bersama dalang Ki Mudo Juwito Gendeng. Wayangan yang digeber pada Sabtu malam ini bakal menampilkan lakon Wahyu Husodo Jati. Lakon ini menceritakan tentang orang-orang tanah Jawa yang kehilangan pusaka yang dapat berbicara. Pusaka tersebut akan kembali jika wong-wong tanah Jawa bisa bersatu dan rukun dengan cara mboyong simbol ”wong tanah Jowo”, yakni Kiai Lurah Semar.

Kepala Disbudpar Banyuwangi M. Yanuarto Bramuda mengatakan, untuk semakin memeriahkan acara pameran serta mengenalkan lebih dalam situs budaya Banyuwangi, digelar lomba vlog bertema ”Situs Budaya dan Objek Heritage Banyuwangi”. Total hadiah Rp 10 juta disiapkan untuk enam orang pemenang. ”Batas akhir pendaftaran dan pengumpulan karya pada tanggal 3 September 2020,” ujarnya.

Selain itu, digelar pula lomba karya tulis ilmiah bertema Edukasi Peradaban di Balik Benda Bersejarah dengan total hadiah 10 juta untuk 6 orang pemenang. Batas akhir pendaftaran dan pengumpulan karya pada tanggal 3 September 2020. Pengumuman pemenang lomba serta penyerahan hadiah akan dilaksanakan pada 5 September pukul 19.00 di halaman kantor Disbudpar. ”Pelaksanaan lomba vlog dan lomba karya tulis ilmiah tidak dipungut biaya alias gratis,” kata dia.

Baca Juga :  Pernikahan Siri Dapat KK Bisa Memicu Perkara Baru

 

Bramuda menegaskan pameran terbuka untuk umum dengan menerapkan protokol kesehatan untuk mencegah penularan Covid-19. Seluruh pengunjung wajib mengenakan masker. Sebelum masuk area pameran pengujung akan menjalani pemeriksaan suhu tubuh. “

”Saat berada di area pameran, pengujung wajib menjaga jarak fisik (physical distancing). Untuk itu, dilakukan pembatasan kuota pengujung, yakni maksimal seratus orang dalam satu gelombang,” pungkasnya. (sgt/aif/c1)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/