alexametrics
27.7 C
Banyuwangi
Saturday, July 2, 2022

Kampus Nasionalis Untag Sambut 13 Mahasiswa Inbound

BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Untag Banyuwangi menggelar welcoming ceremony dalam rangka menyambut kedatangan mahasiswa inbound program Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM) yang digagas oleh Kemendikbud-Ristek. Penyambutan tersebut bertempat di ruang pertemuan Adi Kardono (F4) kampus Untag kemarin (30/11).

Sejumlah 13 mahasiswa yang berasal dari berbagai provinsi akan mengikuti PMM di Untag hingga 15 Januari mendatang. Mereka tiba di Banyuwangi sejak Sabtu lalu (27/11).

Dalam sambutannya, Rektor Untag Andang Subaharianto mengatakan, mereka adalah orang-orang yang sudah berani mengambil langkah penting untuk masa depannya. Dibuktikan dengan mengambil kesempatan belajar di luar perguruan tingginya. ”Keberanian mereka dalam mengambil kesempatan ini harus kita apresiasi,” ujar Andang.

Andang menjelaskan, hal terpenting adalah bagaimana memahami makna belajar bersama-sama. Belajar bersama yang dimaksud yaitu belajar bersama mahasiswa yang ada di Untag, dengan dosen-dosen yang akan membantu pembelajaran, serta bersama-sama dengan masyarakat Banyuwangi secara keseluruhan.

Andang juga berharap, saat nanti pulang ke daerahnya mereka mengalami peningkatan kematangan yang sangat signifikan. Agar ketika lulus jauh lebih siap memasuki dunia yang sebenarnya.

I Kadek Yudiana selaku Koordinator PIC PMM Untag mengatakan, selain kuliah mereka akan mengikuti beberapa kegiatan yaitu modul nusantara yang menjadi inti dari PMM. Terdiri dari 25 kegiatan, yang dibagi menjadi 14 kegiatan kebhinekaan, 7 kegiatan refleksi, 3 kegiatan inspirasi, dan satu kegiatan kontribusi sosial.

Kadek menambahkan, untuk mahasiswa Untag yang mengikuti PMM terdapat 16 mahasiswa. Mereka tersebar ke seluruh provinsi di Indonesia. Namun, baru tiga mahasiswa yang diberangkatkan mengikuti PMM karena kebijakan masing-masing kampus berbeda. ”Beberapa kampus masih menyelenggarakan pembelajaran secara daring,” tambahnya.

Mahasiswa yang tergabung dalam peserta PMM berasal dari tujuh kampus di luar Pulau Jawa. Yaitu Mahasiswa IKIP PGRI Pontianak, Universitas Mulawarman, Universitas Nusa Cendana, Universitas Pendidikan Ganesha, Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur, Universitas Negeri Manado, dan Universitas Halu Oleo Kendari. (*)

BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Untag Banyuwangi menggelar welcoming ceremony dalam rangka menyambut kedatangan mahasiswa inbound program Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM) yang digagas oleh Kemendikbud-Ristek. Penyambutan tersebut bertempat di ruang pertemuan Adi Kardono (F4) kampus Untag kemarin (30/11).

Sejumlah 13 mahasiswa yang berasal dari berbagai provinsi akan mengikuti PMM di Untag hingga 15 Januari mendatang. Mereka tiba di Banyuwangi sejak Sabtu lalu (27/11).

Dalam sambutannya, Rektor Untag Andang Subaharianto mengatakan, mereka adalah orang-orang yang sudah berani mengambil langkah penting untuk masa depannya. Dibuktikan dengan mengambil kesempatan belajar di luar perguruan tingginya. ”Keberanian mereka dalam mengambil kesempatan ini harus kita apresiasi,” ujar Andang.

Andang menjelaskan, hal terpenting adalah bagaimana memahami makna belajar bersama-sama. Belajar bersama yang dimaksud yaitu belajar bersama mahasiswa yang ada di Untag, dengan dosen-dosen yang akan membantu pembelajaran, serta bersama-sama dengan masyarakat Banyuwangi secara keseluruhan.

Andang juga berharap, saat nanti pulang ke daerahnya mereka mengalami peningkatan kematangan yang sangat signifikan. Agar ketika lulus jauh lebih siap memasuki dunia yang sebenarnya.

I Kadek Yudiana selaku Koordinator PIC PMM Untag mengatakan, selain kuliah mereka akan mengikuti beberapa kegiatan yaitu modul nusantara yang menjadi inti dari PMM. Terdiri dari 25 kegiatan, yang dibagi menjadi 14 kegiatan kebhinekaan, 7 kegiatan refleksi, 3 kegiatan inspirasi, dan satu kegiatan kontribusi sosial.

Kadek menambahkan, untuk mahasiswa Untag yang mengikuti PMM terdapat 16 mahasiswa. Mereka tersebar ke seluruh provinsi di Indonesia. Namun, baru tiga mahasiswa yang diberangkatkan mengikuti PMM karena kebijakan masing-masing kampus berbeda. ”Beberapa kampus masih menyelenggarakan pembelajaran secara daring,” tambahnya.

Mahasiswa yang tergabung dalam peserta PMM berasal dari tujuh kampus di luar Pulau Jawa. Yaitu Mahasiswa IKIP PGRI Pontianak, Universitas Mulawarman, Universitas Nusa Cendana, Universitas Pendidikan Ganesha, Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur, Universitas Negeri Manado, dan Universitas Halu Oleo Kendari. (*)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/