alexametrics
24 C
Banyuwangi
Friday, August 12, 2022

Lebih Aman Beli Sirtu dari Tambang Legal

RadarBanyuwangi.id – Pekerjaan tambang galian C tidak bisa lepas dari armada dump truck. Dengan kendaraan tersebut, material batu dan pasir diangkut menuju tempat tujuan. Para sopir mengaku lebih enjoy membeli material dari lokasi tambang berizin. Alasannya simpel, yaitu lebih aman dan dijamin tidak tersangkut kasus hukum.

”Kalau beli di lokasi yang tidak resmi atau tidak berizin harus kucing-kucingan dengan aparat. Kadang sudah antre lama, lokasi tambang mendadak kena razia,” ungkap Isnaini, salah seorang sopir material.

Isnaini mengaku, ketika mengantre di lokasi tambang ilegal dirinya selalu dihantui perasaan waswas jika sewaktu-waktu ada penggerebekan dari kepolisian. ”Kalau antre di lokasi galian berizin waktunya lumayan lama, tapi pasti dapat muatan dan tidak ketar-ketir,” katanya.

Baca Juga :  FIFGROUP Salurkan 115.197 Paket Sembako

Jika memilih lokasi tambang resmi, otomatis jumlah antrean kendaraan cukup lama. Untuk mengurangi antrean, sopir armada memilih berangkat pada malam hari. Kalau datangnya pagi, sore hari truk baru terisi material. Akibatnya, dalam sehari mereka hanya mendapat satu rit atau satu kali angkut. ”Sehari bisa angkut dua kali saja sudah lumayan, bisa untuk menghidupi keluarga,” ujar sopir dump truck asal Rogojampi ini.

Mengambil pasir dari tambang ilegal memang penuh risiko, khususnya bagi sopir pengangkut material galian C. Padahal, sesungguhnya sopir material hanyalah menjual jasa angkutan.

Ketua Angkutan Armada Material Banyuwangi (AAMBI) Jaenuri mengatakan, sopir angkutan material sirtu tidak terkait langsung dengan praktik tambang resmi maupun ilegal. ”Kami para sopir armada hanya bekerja menjual jasa angkutan material,” ujarnya.

Baca Juga :  Jatuh di Jalan Berlubang, Warga Datangi Galian C

Namun dalam praktiknya, para sopir kerap menjadi objek yang diseret-seret dan terlibat dalam setiap peristiwa penggerebekan lokasi galian C yang tak berizin. Tak jarang, dump truck mereka ikut diamankan oleh aparat penegak hukum. ”Untuk material kami beli pada pengusaha galian, dan kami hanya menjual jasa ongkos angkut,” kata Jaenuri.

Dia berharap semua pengusaha tambang galian C di Banyuwangi berizin resmi. Sehingga tidak membingungkan para sopir angkutan material saat masuk ke dalam lokasi galian. ”Jika semua berizin, kami lebih nyaman bekerja, tidak dihantui perasaan waswas,” tandasnya. 

RadarBanyuwangi.id – Pekerjaan tambang galian C tidak bisa lepas dari armada dump truck. Dengan kendaraan tersebut, material batu dan pasir diangkut menuju tempat tujuan. Para sopir mengaku lebih enjoy membeli material dari lokasi tambang berizin. Alasannya simpel, yaitu lebih aman dan dijamin tidak tersangkut kasus hukum.

”Kalau beli di lokasi yang tidak resmi atau tidak berizin harus kucing-kucingan dengan aparat. Kadang sudah antre lama, lokasi tambang mendadak kena razia,” ungkap Isnaini, salah seorang sopir material.

Isnaini mengaku, ketika mengantre di lokasi tambang ilegal dirinya selalu dihantui perasaan waswas jika sewaktu-waktu ada penggerebekan dari kepolisian. ”Kalau antre di lokasi galian berizin waktunya lumayan lama, tapi pasti dapat muatan dan tidak ketar-ketir,” katanya.

Baca Juga :  Produk Tak Inovatif, Bisnis Kerap Gagal

Jika memilih lokasi tambang resmi, otomatis jumlah antrean kendaraan cukup lama. Untuk mengurangi antrean, sopir armada memilih berangkat pada malam hari. Kalau datangnya pagi, sore hari truk baru terisi material. Akibatnya, dalam sehari mereka hanya mendapat satu rit atau satu kali angkut. ”Sehari bisa angkut dua kali saja sudah lumayan, bisa untuk menghidupi keluarga,” ujar sopir dump truck asal Rogojampi ini.

Mengambil pasir dari tambang ilegal memang penuh risiko, khususnya bagi sopir pengangkut material galian C. Padahal, sesungguhnya sopir material hanyalah menjual jasa angkutan.

Ketua Angkutan Armada Material Banyuwangi (AAMBI) Jaenuri mengatakan, sopir angkutan material sirtu tidak terkait langsung dengan praktik tambang resmi maupun ilegal. ”Kami para sopir armada hanya bekerja menjual jasa angkutan material,” ujarnya.

Baca Juga :  Ijen Mulai Simulasi Prakondisi New Normal

Namun dalam praktiknya, para sopir kerap menjadi objek yang diseret-seret dan terlibat dalam setiap peristiwa penggerebekan lokasi galian C yang tak berizin. Tak jarang, dump truck mereka ikut diamankan oleh aparat penegak hukum. ”Untuk material kami beli pada pengusaha galian, dan kami hanya menjual jasa ongkos angkut,” kata Jaenuri.

Dia berharap semua pengusaha tambang galian C di Banyuwangi berizin resmi. Sehingga tidak membingungkan para sopir angkutan material saat masuk ke dalam lokasi galian. ”Jika semua berizin, kami lebih nyaman bekerja, tidak dihantui perasaan waswas,” tandasnya. 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/