alexametrics
24.5 C
Banyuwangi
Sunday, June 26, 2022

NAM Air Catat Ketepatan Waktu Terbang

Anda suka kesal karena perjalanan Anda menjadi tidak nyaman gara-gara terkendala pesawat yang ditumpangi harus delay? Ya, perjalanan yang tertunda karena jadwal yang tak pasti kerap dikeluhkan. Namun kini Anda tidak perlu khawatir. Sebab, NAM Air dinyatakan sebagai maskapai yang memiliki waktu ketepatan terbang on time performance (OTP).

Hal ini dikatakan oleh Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan RI Agus Santoso saat merilis waktu ketepatan terbang (OTP) sejumlah maskapai penerbangan beberapa waktu di Jakarta. Dalam rilis itu, NAM Air berhasil menggeser Garuda Indonesia yang selama ini selalu berada di posisi pertama dalam maskapai yang mencatatkan waktu ketepatan OTP tinggi pada tahun 2017. 

          NAM Air mencatatkan OTP 92, 62 persen dengan jumlah penerbangan tepat waktu sebanyak 29.832 penerbangan. Dibandingkan maskapai lain, seperti Batik Air (88, 66 persen), Garuda Indonesia (88, 53 persen), dan Citilink (88,33 persen).

Agus mengapresiasi hasil tersebut karena menunjukkan tingkat pelayanan maskapai kepada penumpang yang meningkat. Pelayanan yang meningkat juga bisa meningkatkan kepercayaan penumpang terhadap maskapai yang bersangkutan sehingga bisnis penerbangannya juga akan berdampak positif.

Kata Agus, ketepatan waktu adalah salah satu pelayanan kepada penumpang yang sangat penting. Sebab, penumpang pesawat sejatinya membeli waktu penerbangan, selain membeli rute yang dibutuhkan. ”Dengan waktu penerbangan yang on-time, penumpang bisa menjalankan jadwal kegiatannya dengan tepat waktu juga,” ujar Agus dalam siaran persnya.

 

Menurut dia, masalah ketepatan waktu penerbangan memang bukan domain maskapai saja. Ada pihak lain yang berperan seperti cuaca, kelaikan teknis, bandar udara, pengelola navigasi, groundhandling, dan bahkan penumpang pesawat.

Tingkat ketepatan waktu operasional maskapai penerbangan pada tahun 2017 tersebut mencapai 80,14 persen atau 664.024 penerbangan tepat waktu dari total 828.609 penerbangan yang dilakukan. Persentase tersebut  turun sekitar 2,5 persen dibanding tahun 2016 lalu yakni OTP tahun 2016 mencapai 82,67 persen atau 631.216 penerbangan dari total 763.522 penerbangan. Adapun keterlambatan penerbangan (delay) tahun 2017 mencapai159.153 penerbangan atau 19,21 persen, serta  pembatalan (cancel) penerbangan mencapai 5.432 penerbangan atau 0,66 persen dari total penerbangan domestik.

Sementara itu, Distrik Manajer Nam Air Banyuwangi I Gusti Ngurah Putu Chrisna menyambut baik hasil penilaian yang dilakukan oleh Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan. Kabar ini sekaligus kabar baik untuk pengguna layanan maskapai di Bandara Banyuwangi. ”Kami sangat bersungguh-sungguh dalam memberikan pelayanan, terutama dalam ketepatan waktu terbang. Mudah-mudahan ini menjadi cambuk bagi NAM Air untuk tetap memberikan pelayanan terbaiknya,” kata Chrisna

Anda suka kesal karena perjalanan Anda menjadi tidak nyaman gara-gara terkendala pesawat yang ditumpangi harus delay? Ya, perjalanan yang tertunda karena jadwal yang tak pasti kerap dikeluhkan. Namun kini Anda tidak perlu khawatir. Sebab, NAM Air dinyatakan sebagai maskapai yang memiliki waktu ketepatan terbang on time performance (OTP).

Hal ini dikatakan oleh Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan RI Agus Santoso saat merilis waktu ketepatan terbang (OTP) sejumlah maskapai penerbangan beberapa waktu di Jakarta. Dalam rilis itu, NAM Air berhasil menggeser Garuda Indonesia yang selama ini selalu berada di posisi pertama dalam maskapai yang mencatatkan waktu ketepatan OTP tinggi pada tahun 2017. 

          NAM Air mencatatkan OTP 92, 62 persen dengan jumlah penerbangan tepat waktu sebanyak 29.832 penerbangan. Dibandingkan maskapai lain, seperti Batik Air (88, 66 persen), Garuda Indonesia (88, 53 persen), dan Citilink (88,33 persen).

Agus mengapresiasi hasil tersebut karena menunjukkan tingkat pelayanan maskapai kepada penumpang yang meningkat. Pelayanan yang meningkat juga bisa meningkatkan kepercayaan penumpang terhadap maskapai yang bersangkutan sehingga bisnis penerbangannya juga akan berdampak positif.

Kata Agus, ketepatan waktu adalah salah satu pelayanan kepada penumpang yang sangat penting. Sebab, penumpang pesawat sejatinya membeli waktu penerbangan, selain membeli rute yang dibutuhkan. ”Dengan waktu penerbangan yang on-time, penumpang bisa menjalankan jadwal kegiatannya dengan tepat waktu juga,” ujar Agus dalam siaran persnya.

 

Menurut dia, masalah ketepatan waktu penerbangan memang bukan domain maskapai saja. Ada pihak lain yang berperan seperti cuaca, kelaikan teknis, bandar udara, pengelola navigasi, groundhandling, dan bahkan penumpang pesawat.

Tingkat ketepatan waktu operasional maskapai penerbangan pada tahun 2017 tersebut mencapai 80,14 persen atau 664.024 penerbangan tepat waktu dari total 828.609 penerbangan yang dilakukan. Persentase tersebut  turun sekitar 2,5 persen dibanding tahun 2016 lalu yakni OTP tahun 2016 mencapai 82,67 persen atau 631.216 penerbangan dari total 763.522 penerbangan. Adapun keterlambatan penerbangan (delay) tahun 2017 mencapai159.153 penerbangan atau 19,21 persen, serta  pembatalan (cancel) penerbangan mencapai 5.432 penerbangan atau 0,66 persen dari total penerbangan domestik.

Sementara itu, Distrik Manajer Nam Air Banyuwangi I Gusti Ngurah Putu Chrisna menyambut baik hasil penilaian yang dilakukan oleh Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan. Kabar ini sekaligus kabar baik untuk pengguna layanan maskapai di Bandara Banyuwangi. ”Kami sangat bersungguh-sungguh dalam memberikan pelayanan, terutama dalam ketepatan waktu terbang. Mudah-mudahan ini menjadi cambuk bagi NAM Air untuk tetap memberikan pelayanan terbaiknya,” kata Chrisna

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/