30.8 C
Banyuwangi
Tuesday, March 21, 2023

Pemkab Fokus Perbaikan Rumah dan Perkakas Dapur

Penanganan dampak banjir yang menimpa sejumlah rumah warga terus dilakukan. Pemkab Banyuwangi menyiapkan penggunaan anggaran Biaya Tidak Terduga (BTT) untuk menangani kerusakan rumah dan perkakas rumah tangga warga.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengatakan, pemkab masih mendata warga yang membutuhkan bantuan secara langsung. Pemkab menyiapkan BTT untuk membantu korban banjir, terutama rumah warga yang rusak akibat banjir. ”Nanti akan ada beberapa rumah yang kita bantu perbaikan, selain langkah preventif ke depan, seperti reboisasi dan edukasi untuk masyarakat agar tidak membangun rumah di bantaran sungai,” kata Ipuk.

Selain memberikan bantuan, Ipuk sudah meminta Dinas Perizinan untuk memotret beberapa bangunan di bantaran sungai. Bangunan-bangunan tidak berizin tersebut ikut andil menjadi penyebab banjir. Pemiliknya perlu diberi peringatan.

Baca Juga :  Tenggelam di Sungai, Bocah SMP Meregang Nyawa

Dari hasil cek lapangan ke wilayah hulu, bukan hanya alih fungsi lahan yang menimbulkan dampak banjir. Budaya masyarakat yang masih suka membuang sampah sembarangan, menebang pohon di tepi sungai, dan mendirikan bangunan di bantaran sungai, ikut menjadi penyebab. ”Untuk wilayah pertanian di area perkebunan, kita minta DLH berkomitmen dengan pihak perkebunan mengimbangi tanaman musiman dengan tanaman keras,” pinta Ipuk.

Kepala Dinas Sosial Banyuwangi Henik Setyorini mengatakan, pihaknya masih mendata warga yang terkena dampak banjir. Mana yang membutuhkan bantuan perbaikan rumah dan yang membutuhkan bantuan perkakas. Banyak perkakas rumah tangga seperti kasur, kompor, dan alat-alat dapur yang ikut hanyut dan rusak saat banjir terjadi.

Baca Juga :  Warga Cotek Mengaku Resah, Khawatir Banjir Besar Terjadi Lagi

”Kalau mau kita bantu sembako, tapi tidak bisa masak ya sama saja. Ini nanti kita ajukan bantuan untuk perkakas ke Balai Mahatmiya Kemensos Bali, sama seperti banjir di Kalibaru kemarin,” kata Henik.

Anggaran BTT Banyuwangi pada tahun ini mencapai Rp 20 miliar. Namun, untuk perbaikan rumah bisa menggunakan BTT Dana Desa agar penanganannya bisa lebih cepat. Anggarannya bisa dikoordinasi DPMD. ”Kita juga menghimpun data dari desa. Jika ada temuan warga terdampak yang ada di wilayah, akan kita inventarisasi,” kata Henik. (fre/aif/c1)

Penanganan dampak banjir yang menimpa sejumlah rumah warga terus dilakukan. Pemkab Banyuwangi menyiapkan penggunaan anggaran Biaya Tidak Terduga (BTT) untuk menangani kerusakan rumah dan perkakas rumah tangga warga.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengatakan, pemkab masih mendata warga yang membutuhkan bantuan secara langsung. Pemkab menyiapkan BTT untuk membantu korban banjir, terutama rumah warga yang rusak akibat banjir. ”Nanti akan ada beberapa rumah yang kita bantu perbaikan, selain langkah preventif ke depan, seperti reboisasi dan edukasi untuk masyarakat agar tidak membangun rumah di bantaran sungai,” kata Ipuk.

Selain memberikan bantuan, Ipuk sudah meminta Dinas Perizinan untuk memotret beberapa bangunan di bantaran sungai. Bangunan-bangunan tidak berizin tersebut ikut andil menjadi penyebab banjir. Pemiliknya perlu diberi peringatan.

Baca Juga :  85 Bencana Alam Sepanjang Tahun 2022

Dari hasil cek lapangan ke wilayah hulu, bukan hanya alih fungsi lahan yang menimbulkan dampak banjir. Budaya masyarakat yang masih suka membuang sampah sembarangan, menebang pohon di tepi sungai, dan mendirikan bangunan di bantaran sungai, ikut menjadi penyebab. ”Untuk wilayah pertanian di area perkebunan, kita minta DLH berkomitmen dengan pihak perkebunan mengimbangi tanaman musiman dengan tanaman keras,” pinta Ipuk.

Kepala Dinas Sosial Banyuwangi Henik Setyorini mengatakan, pihaknya masih mendata warga yang terkena dampak banjir. Mana yang membutuhkan bantuan perbaikan rumah dan yang membutuhkan bantuan perkakas. Banyak perkakas rumah tangga seperti kasur, kompor, dan alat-alat dapur yang ikut hanyut dan rusak saat banjir terjadi.

Baca Juga :  Selamat setelah Keluar dari Dapur

”Kalau mau kita bantu sembako, tapi tidak bisa masak ya sama saja. Ini nanti kita ajukan bantuan untuk perkakas ke Balai Mahatmiya Kemensos Bali, sama seperti banjir di Kalibaru kemarin,” kata Henik.

Anggaran BTT Banyuwangi pada tahun ini mencapai Rp 20 miliar. Namun, untuk perbaikan rumah bisa menggunakan BTT Dana Desa agar penanganannya bisa lebih cepat. Anggarannya bisa dikoordinasi DPMD. ”Kita juga menghimpun data dari desa. Jika ada temuan warga terdampak yang ada di wilayah, akan kita inventarisasi,” kata Henik. (fre/aif/c1)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/