RADAR BANYUWANGI – Mobilitas masyarakat menggunakan kereta api di wilayah timur Jawa Timur terus meningkat.
Sepanjang Januari–September 2026, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 9 Jember mencatat 5.312.294 pergerakan penumpang, baik keberangkatan maupun kedatangan.
Jumlah tersebut bertambah 129.178 penumpang atau 2,49 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak 5.183.116 penumpang.
Banyuwangi menjadi wilayah dengan volume penumpang tertinggi.
Sementara itu, Pasuruan mencatat pertumbuhan paling pesat di antara lima wilayah operasional KAI Daop 9 Jember.
Manajer Hukum dan Humas KAI Daop 9 Jember Cahyo Widiantoro mengatakan, peningkatan jumlah penumpang menjadi dorongan bagi perusahaan untuk terus menjaga kualitas pelayanan.
“Bagi kami, setiap angka penumpang bukan sekadar statistik. Di dalamnya ada masyarakat yang mengandalkan kereta api untuk berbagai keperluan, mulai dari bekerja, bersekolah, bertemu keluarga, hingga berwisata,” ujar Cahyo, Sabtu (10/10).
Banyuwangi Teratas, Pasuruan Tumbuh Paling Pesat
Berdasarkan data KAI Daop 9 Jember, volume penumpang di Banyuwangi mencapai 2.591.831 sepanjang sembilan bulan pertama 2026.
Jumlah itu naik 90.497 penumpang atau 3,62 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak 2.501.334 penumpang.
Kontribusi Banyuwangi mencapai sekitar 48,79 persen dari total pergerakan penumpang di wilayah Daop 9 Jember.
Posisi berikutnya ditempati Jember dengan 2.161.908 penumpang, meningkat 0,78 persen dari tahun sebelumnya sebanyak 2.145.167 penumpang.
Pertumbuhan paling tinggi justru terjadi di Pasuruan.
Jumlah penumpang di wilayah tersebut melonjak dari 111.572 menjadi 132.117 orang, atau meningkat 18,41 persen.
Sementara itu, Probolinggo mencatat 294.973 penumpang, bertambah 2,16 persen dibandingkan periode Januari–September 2025 sebanyak 288.750 penumpang.
Stasiun Jember Masih Paling Sibuk
Dari sisi stasiun, Jember tetap menempati posisi teratas dengan 1.709.703 penumpang sepanjang Januari–September 2026.
Angka tersebut naik 1,03 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak 1.692.344 penumpang.
Stasiun Banyuwangi Kota menyusul dengan 785.574 penumpang, meningkat 5,68 persen dari sebelumnya 743.342 penumpang.
Dalam pemberitaan ANTARA pada 23 September 2026, Cahyo menyebut Stasiun Jember sebagai salah satu simpul transportasi terpenting di kawasan Tapal Kuda.
Tingginya aktivitas penumpang tidak terlepas dari kebutuhan perjalanan untuk pendidikan, perdagangan, bisnis, dan pariwisata.
“Tingginya mobilitas di Stasiun Jember menunjukkan bahwa keberadaan layanan kereta api memiliki peran yang semakin penting dalam mendukung aktivitas masyarakat,” kata Cahyo.
Pertumbuhan Melambat Dibanding Semester I
Meski volume penumpang selama sembilan bulan masih meningkat, laju pertumbuhannya melambat dibandingkan semester pertama.
Pada Januari–Juni 2026, KAI Daop 9 Jember melayani 3.511.004 penumpang, naik 6,18 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebanyak 3.306.801 penumpang.
Berdasarkan penghitungan dari data kumulatif tersebut, pergerakan penumpang pada Juli–September 2026 mencapai 1.801.290, turun sekitar 4 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025.
Di tengah dinamika itu, KAI telah menambah pilihan perjalanan.
KA Sangkuriang relasi Bandung–Ketapang mulai beroperasi pada Mei 2026.
Disusul KA Pandalungan 2 relasi Gambir–Jember pada Juni 2026.
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani sebelumnya menyambut hadirnya KA Sangkuriang sebagai tambahan konektivitas bagi daerahnya.
“Kami berharap ini bisa meningkatkan kunjungan wisatawan ke Banyuwangi,” ujar Ipuk dalam keterangan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi pada 2 Mei 2026.
KAI juga terus mengembangkan layanan digital.
Melalui aplikasi resmi Access by KAI, masyarakat dapat memesan tiket, memilih tempat duduk, dan memperoleh informasi perjalanan.
Cahyo menegaskan, peningkatan pelayanan harus berjalan beriringan dengan penguatan keselamatan, keamanan, dan kenyamanan perjalanan.
KAI Daop 9 Jember pun mengimbau calon penumpang memesan tiket melalui kanal resmi, merencanakan perjalanan lebih awal, serta tiba di stasiun sebelum jadwal keberangkatan.
Editor : Lugas Rumpakaadi