Rider Abdul Kadir Bertemu Biker Jerman di Uzbekistan, Sepakat Tembus Afghanistan Bareng

Syaifuddin Mahmud • Dipublikasikan Sabtu, 10 Oktober 2026 | 05:00 WIB
Abdul Kadir didampingi staf kedutaan RI di Taskent Zoir berbincang dengan dua rider asal Jerman di wilayah Amirsoy, sekitar 65 kilomter dari kota Uzbekistan, Kamis (8/10). (Abdul Kadir for Radar Banyuwangi)
Abdul Kadir didampingi staf kedutaan RI di Taskent Zoir berbincang dengan dua rider asal Jerman di wilayah Amirsoy, sekitar 65 kilomter dari kota Uzbekistan, Kamis (8/10). (Abdul Kadir for Radar Banyuwangi)

RADAR BANYUWANGI – Perjalanan lintas benua rider Abdul Kadir menghadirkan kejutan di Uzbekistan. Tak sengaja bertemu dua pengendara motor asal Jerman yang sama-sama hendak menuju Afghanistan, rider asal Desa Sarongan, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi, itu sepakat bertemu kembali di Tashkent pada 20 Oktober untuk mematangkan perjalanan bersama. Kolaborasi tersebut menambah kekuatan rombongan sekaligus menjadi langkah penting sebelum ekspedisi memasuki wilayah dengan tantangan rute dan navigasi yang lebih berat.

Pertemuan itu terjadi saat Kadir dalam perjalanan kembali menuju hotel di Tashkent. Dua rider asal Jerman, salah satunya bernama Erik Gotthardt, mengaku ingin melanjutkan perjalanan menuju Afghanistan. Namun, keduanya belum memahami jalur darat yang aman untuk mencapai perbatasan di kawasan Asia Tengah.

Kadir pun menyarankan agar mereka kembali ke Tashkent sebelum melanjutkan perjalanan. Keputusan tersebut bukan sekadar urusan menentukan arah, melainkan juga menyangkut keselamatan saat melintasi wilayah yang memiliki kondisi geografis dan akses informasi berbeda dari jalur perjalanan biasa.

"Tujuan mereka sama ke Afghanistan, tapi tidak tahu jalan aman lewat perbatasan. Saya akhirnya janjian ketemu lagi di Tashkent tanggal 20 Oktober nanti," ujar Kadir, didampingi staf KBRI, Zoir.

Kesepakatan itu membuka peluang perjalanan menuju Afghanistan dilakukan bersama. Dengan tambahan dua rider asal Jerman, rombongan ekspedisi Kadir diproyeksikan diperkuat lima pengendara, termasuk Hari Cahyo asal Malang dan Bintoro dari Semarang.

Empat Bulan di Jalan, Motor Rider Jerman Bernilai Rp 1,5 Miliar

Pertemuan dengan dua pengendara Jerman tersebut juga menjadi pengalaman menarik bagi Kadir. Ia mengaku takjub melihat spesifikasi motor turing yang digunakan keduanya. Berdasarkan perkiraan yang disampaikan dalam perjalanan itu, harga masing-masing motor bisa menembus Rp 1,5 miliar jika dikonversikan ke rupiah.

Kedua rider tersebut diketahui telah melakukan perjalanan selama sekitar empat bulan sejak meninggalkan Jerman. Pengalaman menempuh perjalanan panjang itu menjadi modal tersendiri ketika mereka bersiap menghadapi rute berikutnya menuju Afghanistan.

Bagi Kadir, perjalanan lintas negara bukan hanya soal menaklukkan jarak. Persiapan rute, kondisi kendaraan, kemampuan membaca medan, dan koordinasi antarpengendara menjadi bagian penting sebelum memasuki kawasan yang menuntut kewaspadaan lebih tinggi.

Mampir ke Amirsoy, Resor Pegunungan Modern di Uzbekistan

Sebelum meninggalkan Uzbekistan untuk kembali ke Tanah Air dan merampungkan persiapan logistik, Kadir menyempatkan diri mengunjungi Amirsoy Mountain Resort. Destinasi wisata pegunungan tersebut berada di kawasan Pegunungan Tian Shan Barat, Provinsi Tashkent, sekitar 65 kilometer dari ibu kota Uzbekistan.

Amirsoy dikenal sebagai salah satu resor ski modern di Asia Tengah. Berada di ketinggian sekitar 1.630 hingga 2.290 meter di atas permukaan laut, kawasan ini menawarkan pengalaman wisata berbeda sesuai musim.

Pada musim dingin, Amirsoy menjadi tujuan olahraga salju. Sementara saat cuaca lebih hangat, kawasan pegunungan itu menawarkan lanskap hijau untuk aktivitas hiking, bersepeda gunung, dan rekreasi keluarga.

Kadir merasakan langsung sejuknya udara pegunungan ketika berkunjung pada Oktober. "Pada bulan Oktober ini, suhu siang hari berkisar 10 derajat Celsius. Sangat sejuk," katanya.

Kunjungan tersebut menjadi jeda singkat di tengah perjalanan panjangnya. Setelah itu, fokus Kadir kembali tertuju pada persiapan menuju Afghanistan, termasuk memastikan kesiapan peralatan navigasi untuk menghadapi jalur yang berpotensi sulit dijangkau.

Siapkan GPS Satelit dan GoPro untuk Ekspedisi Afghanistan

Salah satu persiapan yang menjadi perhatian Kadir adalah sistem navigasi. Untuk mengantisipasi perjalanan di pedalaman yang minim atau tidak memiliki sinyal seluler, ia mematangkan penggunaan perangkat GPS Garmin berbasis satelit.

Perangkat tersebut dipersiapkan untuk membantu menentukan posisi dan membaca jalur perjalanan ketika akses jaringan telekomunikasi terbatas. Penguasaan perangkat navigasi menjadi penting dalam ekspedisi lintas negara, terutama ketika rombongan memasuki wilayah yang belum dikenal.

Selain GPS, Kadir juga menyiapkan kamera GoPro untuk mendokumentasikan perjalanan harian. Perangkat tersebut memungkinkan proses perekaman dilakukan selama perjalanan tanpa harus terus-menerus mengoperasikan kamera secara manual.

"Saya sudah mempelajari cara operasionalnya secara detail agar navigasi lintas benua aman," pungkas Kadir.

Pertemuan dengan rider Jerman, persiapan perangkat navigasi, dan rencana kembali ke Tanah Air menjadi rangkaian penting sebelum ekspedisi berlanjut. Bagi Kadir, perjalanan menuju Afghanistan bukan sekadar menambah negara yang dikunjungi, tetapi juga menguji kesiapan logistik, ketepatan membaca rute, dan kemampuan berkolaborasi dengan sesama penjelajah di jalan lintas benua. (*)

Editor : Ali Sodiqin
Rider Banyuwangi Ekspedisi Afghanistan Rider Jerman Amirsoy Uzbekistan abdul kadir