Penumpang KA Daop 6 Tembus 10,6 Juta, Stasiun Yogyakarta Terpadat

Lugas Rumpakaadi • Dipublikasikan Jumat, 9 Oktober 2026 | 06:48 WIB
Aktivitas penumpang di Stasiun Yogyakarta. Stasiun ini mencatat lebih dari lima juta pergerakan penumpang KA jarak jauh sepanjang Januari–September 2026. (ANTARA/Humas KAI Daop 6 Yogyakarta)
Aktivitas penumpang di Stasiun Yogyakarta. Stasiun ini mencatat lebih dari lima juta pergerakan penumpang KA jarak jauh sepanjang Januari–September 2026. (ANTARA/Humas KAI Daop 6 Yogyakarta)

RADAR BANYUWANGI - Jumlah penumpang kereta api jarak jauh di wilayah Daerah Operasi (Daop) 6 Yogyakarta terus bertambah. Sepanjang Januari–September 2026, PT Kereta Api Indonesia (KAI) mencatat 10.595.662 pergerakan penumpang. Angka itu naik 7,86 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Pada sembilan bulan pertama 2025, jumlah penumpang yang dilayani tercatat 9.823.695. Artinya, ada tambahan 771.967 pergerakan penumpang dalam setahun.

Stasiun Yogyakarta atau Stasiun Tugu menjadi yang tersibuk. Total volume keberangkatan dan kedatangannya mencapai 5.025.568 penumpang, hampir separuh dari seluruh pergerakan penumpang kereta api jarak jauh di wilayah Daop 6.

Manajer Humas KAI Daop 6 Yogyakarta Feni Novida Saragih mengatakan pertumbuhan itu menunjukkan bahwa kereta api tetap menjadi pilihan masyarakat untuk bepergian antarkota.

Kebutuhan perjalanan tersebut tidak hanya berkaitan dengan pekerjaan dan pendidikan. Aktivitas wisata, kunjungan keluarga, serta kegiatan ekonomi juga menjadi bagian dari mobilitas masyarakat di Yogyakarta dan Jawa Tengah.

"Tingginya volume pelanggan di Stasiun Yogyakarta dipengaruhi oleh posisi strategis wilayah tersebut sebagai destinasi pariwisata, pusat pendidikan, serta kegiatan ekonomi dan budaya," kata Feni, Kamis (8/10).

Stasiun Tugu dan Lempuyangan Jadi Andalan

Berdasarkan data KAI, dari total 10,59 juta pergerakan penumpang tersebut, sebanyak 5.303.898 merupakan keberangkatan dan 5.291.764 merupakan kedatangan.

Jumlah itu merupakan akumulasi penumpang yang naik dan turun di stasiun wilayah Daop 6, bukan jumlah individu yang berbeda.

Stasiun Yogyakarta mencatat 2.533.488 penumpang berangkat dan 2.492.080 penumpang tiba selama Januari–September 2026.

Posisi kedua ditempati Stasiun Lempuyangan dengan 1.163.991 keberangkatan dan 1.159.248 kedatangan. Totalnya mencapai 2.323.239 pergerakan penumpang.

Sementara itu, Stasiun Solo Balapan mencatat 880.123 keberangkatan dan 942.285 kedatangan, atau total 1.822.408 pergerakan penumpang.

Stasiun Klaten, Purwosari, dan Wates turut masuk dalam enam stasiun dengan volume keberangkatan dan kedatangan tertinggi di wilayah Daop 6.

Penumpang Asing Juga Bertambah

Meningkatnya mobilitas penumpang kereta api juga terlihat dari perjalanan warga negara asing (WNA).

Dalam laporan terpisah, KAI Daop 6 mencatat 264.335 pergerakan penumpang WNA selama Januari–September 2026. Angka tersebut meningkat 7,8 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025, yakni 245.229.

Dari jumlah tersebut, 135.897 merupakan keberangkatan dan 128.438 merupakan kedatangan.

Stasiun Yogyakarta menjadi salah satu titik utama perjalanan penumpang asing, dengan 108.210 keberangkatan dan 101.476 kedatangan WNA.

"Pertumbuhan jumlah penumpang WNA menunjukkan tingginya mobilitas wisatawan mancanegara yang memanfaatkan transportasi kereta api," ujar Feni dalam keterangannya, Rabu (7/10).

Menurut KAI, kemudahan pemesanan tiket, fasilitas informasi berbahasa Inggris, serta layanan digital turut mendukung mobilitas penumpang asing.

KA Joglosemarkerto Ikut Tumbuh

Gambaran meningkatnya mobilitas antarkota juga tercermin dari kinerja KA Joglosemarkerto yang melayani sejumlah kota di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Melalui siaran pers resmi pada 6 Oktober 2026, KAI menyebut KA Joglosemarkerto melayani 1.104.419 penumpang sepanjang Januari–September 2026. Jumlah itu tumbuh 9,73 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu, yakni 1.006.467 penumpang.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan layanan tersebut menghubungkan berbagai pusat aktivitas, termasuk Semarang, Solo, Yogyakarta, Purwokerto, Tegal, dan Pekalongan.

"Pertumbuhan 9,73 persen hingga September memberi gambaran bahwa mobilitas regional terus berkembang," ujar Anne.

Angka penumpang Joglosemarkerto merupakan statistik layanan kereta tersendiri, sehingga tidak ditambahkan ke total 10,59 juta pergerakan penumpang Daop 6.

KAI Siapkan Peningkatan Akses Stasiun

Tingginya arus penumpang turut menjadi perhatian dalam pengembangan fasilitas stasiun.

KAI Daop 6 melakukan penataan kawasan Stasiun Lempuyangan untuk meningkatkan konektivitas antarmoda, keamanan, dan kenyamanan penumpang. Penataan mencakup pengembangan akses di sisi selatan stasiun serta pemisahan jalur naik-turun penumpang dari jalan umum.

Di Stasiun Yogyakarta, KAI juga telah menyampaikan rencana pengembangan fasilitas integrasi antarmoda, termasuk akses transportasi lanjutan seperti Trans Jogja, taksi daring, dan ojek daring.

Pengembangan tersebut diarahkan untuk mempermudah perpindahan penumpang dari kereta api menuju transportasi lain.

Di tengah pertumbuhan mobilitas masyarakat, keselamatan, ketepatan waktu, kemudahan akses, dan kenyamanan perjalanan menjadi aspek layanan yang terus dievaluasi KAI Daop 6 Yogyakarta.

Editor : Lugas Rumpakaadi
penumpang KA Daop 6 Yogyakarta penumpang kereta 2026 stasiun lempuyangan Stasiun Yogyakarta ka joglosemarkerto