Uniknya KA Harina: Dari Bandung Menuju Surabaya lewat Cikampek dan Jalur Utara

Lugas Rumpakaadi • Dipublikasikan Minggu, 4 Oktober 2026 | 09:39 WIB
KA Harina melayani perjalanan Bandung–Surabaya Pasarturi melalui Cikampek dan jalur utara Jawa. Sepanjang Januari–September 2026, kereta ini melayani 567.772 pelanggan, naik 19,37 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. (KAI)
KA Harina melayani perjalanan Bandung–Surabaya Pasarturi melalui Cikampek dan jalur utara Jawa. Sepanjang Januari–September 2026, kereta ini melayani 567.772 pelanggan, naik 19,37 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. (KAI)

RADAR BANYUWANGI – KA Harina punya karakter perjalanan yang berbeda. Berangkat dari Bandung menuju Surabaya, kereta ini tidak terus menyusuri jalur selatan Jawa.

Dari Bandung, KA Harina lebih dulu bergerak menuju Cikampek. Setelah itu, kereta berbelok ke timur dan menyusuri jalur utara melalui Cirebon, Tegal, Pekalongan, Semarang, Cepu, Bojonegoro, hingga berakhir di Surabaya Pasarturi.

Rute tersebut membuat KA Harina menjadi penghubung langsung Bandung dengan sejumlah kota di Pantura Jawa.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan, lintasan itu menjadi salah satu karakter khas KA Harina.

“Harina memiliki lintasan yang unik. Dari Bandung, perjalanan bergerak menuju Cikampek lebih dulu sebelum menyusuri jalur utara hingga Surabaya,” ujar Anne.

Keunikan rute tersebut juga diikuti pertumbuhan jumlah pelanggan.

Sepanjang Januari–September 2026, KA Harina melayani 567.772 pelanggan. Jumlah itu naik 19,37 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025 yang mencapai 475.637 pelanggan.

Artinya, ada tambahan 92.135 pelanggan dalam sembilan bulan.

Penumpang Tertinggi pada Juni

Jumlah pelanggan KA Harina berfluktuasi sepanjang sembilan bulan pertama 2026.

Pada Januari, jumlah pelanggan tercatat 56.483 orang. Angkanya turun menjadi 46.566 orang pada Februari, kemudian melonjak menjadi 73.568 orang pada Maret.

Selanjutnya, KA Harina melayani 57.726 pelanggan pada April dan 61.348 pelanggan pada Mei.

Volume tertinggi terjadi pada Juni dengan 73.819 pelanggan. Setelah itu, jumlah pelanggan tercatat 70.840 orang pada Juli, 67.366 orang pada Agustus, dan 60.056 orang pada September.

Dengan demikian, Juni menjadi bulan tersibuk KA Harina sepanjang Januari–September 2026. Sementara itu, jumlah pelanggan terendah terjadi pada Februari.

KAI belum memerinci faktor yang secara khusus mendorong kenaikan jumlah pelanggan KA Harina sebesar 19,37 persen tersebut.

Namun, pilihan perjalanan pada relasi Bandung–Surabaya bertambah sejak KAI kembali mengoperasikan KA Harina Pagi pada 1 Februari 2025, bersamaan dengan pemberlakuan Grafik Perjalanan Kereta Api (Gapeka) 2025.

Harina Pagi Tambah Pilihan

Saat diluncurkan, KA Harina Pagi dijadwalkan berangkat dari Stasiun Bandung pukul 09.35 WIB dan tiba di Surabaya Pasarturi pukul 20.10 WIB.

Manager Humas KAI Daop 2 Bandung saat itu, Ayep Hanapi, menyebut penambahan perjalanan tersebut memberi alternatif waktu kepada pelanggan.

“Dengan adanya penambahan keberangkatan ini, kami ingin memberikan pilihan lebih bagi masyarakat yang ingin bepergian ke Surabaya,” kata Ayep.

Kehadiran perjalanan pagi melengkapi layanan Harina yang sebelumnya identik dengan keberangkatan malam. Pelanggan pun memiliki pilihan waktu perjalanan yang lebih fleksibel.

Sepanjang perjalanannya, KA Harina melayani sejumlah stasiun. Di antaranya Cimahi, Purwakarta, Cikampek, Cirebon, Tegal, Pekalongan, Semarang Tawang, Ngrombo, Cepu, Bojonegoro, Babat, Lamongan, hingga Surabaya Pasarturi.

Pola pemberhentian dapat berbeda sesuai jadwal perjalanan.

Lintasan tersebut memungkinkan masyarakat dari Bandung menuju sejumlah kota di jalur utara Jawa tanpa berganti kereta. Sebaliknya, masyarakat di sepanjang lintasan Pantura juga memiliki akses langsung menuju Bandung.

Awalnya Hanya Sampai Semarang

Relasi Bandung–Surabaya yang dilayani KA Harina saat ini merupakan hasil pengembangan perjalanan lebih dari satu dekade lalu.

KA Harina sebelumnya hanya melayani relasi Bandung–Semarang. KAI kemudian memperpanjang rutenya hingga Surabaya Pasarturi mulai 1 Maret 2013.

Kepala Humas PT KAI Daop 2 Bandung saat itu, Bambang Setya Prasetyo, menyebut perpanjangan tersebut membuat Harina melayani perjalanan langsung sampai Surabaya.

“KA Harina selama ini melayani rute Bandung–Semarang, namun mulai 1 Maret 2013 akan langsung hingga ke Surabaya,” katanya.

Sebelum rute itu diperpanjang, pelanggan yang hendak menuju Surabaya harus melanjutkan perjalanan dari Semarang menggunakan kereta lain.

Perpanjangan rute kemudian membuat perjalanan Bandung–Surabaya dapat dilakukan tanpa berganti kereta di Semarang.

Lebih dari 13 tahun kemudian, pola perjalanan Bandung–Cikampek–Cirebon–Semarang–Surabaya tetap menjadi karakter utama KA Harina.

Bagi KAI, lintasan tersebut bukan hanya menghubungkan dua kota besar. Harina juga membuka akses langsung Bandung dengan berbagai kota di koridor utara Jawa.

Anne menegaskan, konektivitas antarkota menjadi bagian penting dalam pelayanan kereta api.

“Semakin banyak kota yang terhubung, semakin luas pula pilihan masyarakat dalam menjalankan aktivitasnya,” ujar Anne.

Editor : Lugas Rumpakaadi
Kereta Api Pantura rute KA Harina kereta Bandung Surabaya jadwal KA Harina KA Harina