RADAR BANYUWANGI - Rencana Abdul Kadir, rider asal Banyuwangi yang telah mengunjungi 162 negara, untuk keliling dunia menggunakan sepeda motor kini memasuki tahap penting. Dokumen utama perjalanan lintas negara, mulai dari Carnet de Passages en Douane (CPD) hingga SIM internasional, telah dikantongi. Bahkan, survei rute di Asia Tengah mulai dilakukan sebelum sepeda motornya dikirim mengikuti jalur ekspedisi.
Pria yang tinggal di Perumahan Mendut Regency, Banyuwangi, itu memastikan carnet sepeda motornya sudah lengkap sejak 28 Agustus. Dokumen tersebut menjadi salah satu syarat penting agar kendaraan dapat dibawa dan digunakan melintasi sejumlah negara.
Pengurusan Carnet de Passages en Douane bukan perkara singkat. Kadir menyebut proses verifikasi membutuhkan waktu sekitar 15 hari. Selain itu, pemilik kendaraan harus memberikan jaminan deposit kepada Ikatan Motor Indonesia (IMI) sebesar 25 persen dari nilai kendaraan.
"Dokumen motor (carnet) sudah lengkap dan sudah saya pegang sejak 28 Agustus lalu. Nilai jaminan depositnya Rp 30 juta. Begitu dokumen ini terbit, motor baru bisa digunakan ke luar negeri," ujar Kadir.
Dokumen tersebut juga memastikan identitas kendaraan, termasuk nomor kendaraan dan nomor mesin, sesuai dengan data resmi. Ketentuan itu menjadi bagian penting dalam perjalanan darat lintas negara yang akan ditempuh Kadir.
Selain carnet, Kadir telah mengantongi paspor dan SIM internasional. Untuk pengurusan SIM internasional tersebut, dia menyebut terdapat ketentuan keanggotaan IMI minimal selama dua tahun.
Survei Uzbekistan Sebelum Motor Dikirim
Persiapan Kadir tidak berhenti pada dokumen kendaraan. Jalur birokrasi dan ketentuan visa di negara-negara yang masuk rute perjalanan juga mulai dipetakan.
Sejumlah negara yang direncanakan menjadi bagian dari rute touring, seperti Tajikistan, Iran, Turki, dan Mesir, memiliki skema bebas visa atau visa on arrival bagi perjalanan tertentu.
Untuk memastikan kondisi lapangan, Kadir bertolak dari Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, menuju Uzbekistan pada Kamis (1/10). Perjalanan tersebut menjadi bagian dari survei sebelum ekspedisi utama dimulai.
"Saya rencananya sepekan keliling di Uzbekistan dan tiga negara lainnya untuk survei lokasi. Mohon doanya agar lancar. Tanggal 9 Oktober saya kembali ke Banyuwangi untuk persiapan pengiriman motor," kata Kadir.
Uzbekistan menjadi salah satu titik penting dalam pemetaan perjalanan karena Kadir ingin melihat langsung kondisi medan, jalur yang akan dilalui, sekaligus kebutuhan logistik sebelum sepeda motornya diberangkatkan.
Perjalanan ke Asia Tengah itu dilakukan setelah Kadir baru-baru ini melawat ke Amerika Serikat untuk menemui anaknya yang sedang menempuh pendidikan S-3.
Motor Disiapkan untuk Menghadapi Kondisi Darurat
Sehari sebelum bertolak ke Uzbekistan, Kadir masih melakukan pengecekan sepeda motor di kediamannya, Rabu (30/9). Salah satu yang diperhatikan adalah kondisi aki agar sistem kelistrikan tetap prima.
Perlengkapan darurat juga telah disusun berdasarkan fungsi dan kebutuhan selama perjalanan panjang. Barang-barang tersebut ditempatkan di dalam side box sepeda motor.
Sisi kanan motor secara khusus digunakan untuk membawa berbagai suku cadang dan peralatan perbaikan. Di dalamnya terdapat filter oli, sambungan rantai, kampas kopling, kampas rem, busi cadangan, bearing, pompa mekanis, hingga alat penambal ban tubeless.
Sementara itu, kebutuhan untuk bertahan dalam perjalanan juga tidak luput dari perhatian. Kadir membawa tenda mini, perlengkapan tidur, sweater, obat-obatan, jas hujan, jaket tebal, dan makanan ringan.
Dua jeriken berisi total 10 liter BBM cadangan turut disiapkan sebagai antisipasi ketika perjalanan memasuki wilayah dengan akses bahan bakar yang terbatas.
Dengan dokumen kendaraan telah lengkap, SIM internasional berada di tangan, rute mulai disurvei, dan perlengkapan darurat disiapkan, perjalanan keliling dunia Abdul Kadir kini tinggal menunggu tahapan berikutnya: mengirim sepeda motor dari Banyuwangi menuju jalur ekspedisi internasional. (aif)
Editor : Ali Sodiqin