RADAR BANYUWANGI – Menjelajahi 11 negara dengan sepeda motor bukan sekadar urusan nyali dan ketahanan fisik. Abdul Kadir, mantan Wakil Bupati Banyuwangi, membuktikannya dengan menyiapkan segala kebutuhan perjalanan secara terperinci, mulai dari suku cadang kendaraan, peralatan tambal ban, hingga jaket antihujan tebal. Persiapan itu menjadi bagian dari misi penjelajahan dunia yang dijadwalkan dimulai dari Uzbekistan pada Oktober mendatang dan ditargetkan berakhir di Mesir pada Desember 2026.
Tak ingin perjalanan ribuan kilometer terganggu persoalan teknis, Kadir bahkan melatih diri menambal ban bocor secara mandiri. Simulasi tersebut dilakukan di kediamannya di kawasan Perumahan Mendut Regency, Selasa (30/9). Baginya, kesiapan menghadapi kendala di jalan menjadi bagian penting dari perjalanan lintas negara yang akan ditempuh seorang diri maupun bersama mitra touring.
Di tengah persiapan keberangkatan, Kadir memastikan seluruh perlengkapan darurat telah dikemas secara sistematis. Peralatan penambal ban tubeless beserta perkakas pendukung ditempatkan dalam wadah khusus agar mudah dijangkau ketika dibutuhkan.
Boks Samping Motor Disulap Jadi Bengkel Darurat
Bukan tanpa alasan Kadir memberikan perhatian khusus pada perlengkapan teknis. Menempuh perjalanan lintas negara berarti harus siap menghadapi berbagai kondisi jalan, cuaca, hingga kemungkinan kerusakan kendaraan di lokasi yang jauh dari bengkel.
Karena itu, boks samping (side box) sebelah kanan sepeda motornya diisi penuh dengan berbagai suku cadang dan peralatan darurat. Mulai filter oli, sambungan rantai, kampas kopling, kampas rem, busi cadangan, bearing, hingga alat tambal ban.
Seluruh perlengkapan tersebut disiapkan untuk mengantisipasi gangguan teknis selama perjalanan. Dengan membawa suku cadang sendiri, Kadir memiliki bekal untuk melakukan penanganan awal apabila kendaraan mengalami masalah di tengah perjalanan.
Tak hanya urusan mesin, kebutuhan bertahan dalam berbagai kondisi alam juga menjadi perhatian. Ia memboyong pompa mekanis, tenda mini, perlengkapan tidur, sweater, aneka obat-obatan, jas hujan, serta jaket antihujan tebal.
Sejumlah makanan ringan turut dimasukkan sebagai bekal perjalanan. Bahkan, dua jeriken berisi total 10 liter bahan bakar minyak (BBM) cadangan juga disiapkan untuk mengantisipasi kondisi darurat.
Persiapan tersebut memperlihatkan bahwa penjelajahan dunia dengan sepeda motor membutuhkan perencanaan matang, bukan sekadar mengandalkan kemampuan berkendara.
Terbang ke Uzbekistan, Motor Menyusul Lewat Kargo Udara
Sesuai jadwal, Kadir akan bertolak menuju Uzbekistan pada Jumat (2/10). Perjalanan udara dimulai dari Banyuwangi menuju Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, sebelum melanjutkan penerbangan transit di Kuala Lumpur, Malaysia.
Ia diperkirakan tiba di bandara tujuan pada Jumat malam pukul 21.45 waktu setempat.
Sementara itu, sepeda motor yang akan digunakan untuk menjelajahi berbagai negara tidak langsung dibawa bersamaan dengan penerbangan Kadir. Proses pengemasan (packing) kendaraan di Bali dijadwalkan berlangsung pada 12 Oktober.
Setelah itu, sepeda motor akan dikirim menggunakan jasa kargo udara dan diperkirakan tiba di Uzbekistan pada 19 Oktober.
Setibanya di negara tujuan, Kadir dijadwalkan mendapat sambutan resmi dari Duta Besar Republik Indonesia untuk Uzbekistan. Agenda tersebut menjadi bagian dari rangkaian awal perjalanan sebelum dirinya mulai menjelajahi medan jalan di kawasan Asia Tengah.
Empat Negara Pecahan Uni Soviet Jadi Ujian Awal
Pada fase awal penjelajahan, Kadir akan lebih dahulu mengenali karakter jalan di empat negara pecahan Uni Soviet, yakni Uzbekistan, Tajikistan, Turkmenistan, dan Azerbaijan.
Keempat negara tersebut menjadi titik awal untuk beradaptasi dengan kondisi geografis, cuaca, serta karakter perjalanan sebelum melanjutkan misi yang lebih panjang.
Secara keseluruhan, ekspedisi ini dirancang melintasi 11 negara dengan Mesir sebagai salah satu tujuan akhir. Seluruh rangkaian perjalanan ditargetkan rampung pada Desember 2026.
Bagi Kadir, perjalanan ini bukan hanya tentang menaklukkan jarak dan batas negara. Persiapan yang dilakukan sejak jauh hari menjadi bukti bahwa keberhasilan sebuah ekspedisi juga ditentukan oleh kedisiplinan, ketelitian, serta kemampuan mengantisipasi berbagai kemungkinan di jalan.
Dilepas dengan Doa Anak Yatim dan Keluarga
Sebelum memulai perjalanan panjang tersebut, Kadir telah menjalani prosesi pelepasan di kantor Jawa Pos Radar Banyuwangi, Senin (28/9) lalu.
Acara berlangsung khidmat dengan doa bersama belasan anak yatim serta keluarga dekat. Momen itu menjadi penanda dimulainya perjalanan yang telah dipersiapkan secara matang.
Kini, setelah berbagai perlengkapan dinyatakan siap, perhatian berikutnya tertuju pada siapa saja yang akan mendampingi Kadir dalam ekspedisi lintas negara tersebut.
Siapa mitra touring yang akan bergabung dengannya dari titik awal di Uzbekistan? Bagaimana pembagian peran selama perjalanan menembus 11 negara?
Ikuti laporan mendalam berikutnya dalam serial Raider Abdul Kadir Bersama Jawa Pos Radar Banyuwangi Keliling Dunia. (aif)
Editor : Ali Sodiqin