RADAR BANYUWANGI – Perjalanan Banyuwangi-Surabaya kini semakin menarik dihitung ulang setelah Tol Probolinggo-Situbondo-Banyuwangi (Prosiwangi) segmen Gending-Kraksaan-Paiton mulai beroperasi. Namun, pengendara dari Banyuwangi belum bisa sepenuhnya mengandalkan jalan tol hingga Surabaya karena ruas menuju Probolinggo masih menggunakan jalur nasional.
Untuk mobil pribadi atau Golongan I, pengendara dari Banyuwangi menuju Surabaya perlu menyiapkan saldo e-Toll sekitar Rp130 ribu-Rp140 ribu sekali jalan sebagai dana aman. Sementara tarif dasar tol dari Surabaya hingga Gerbang Tol Gending berdasarkan rincian ruas yang tersedia mencapai Rp116.500.
Saat ini, biaya tersebut bahkan lebih ringan karena segmen Prosiwangi Gending-Kraksaan-Paiton sepanjang 23,515 kilometer masih digratiskan selama 14 hari sejak 30 September 2026. Meski tarifnya Rp0 selama masa sosialisasi, pengguna tetap diwajibkan melakukan tapping kartu elektronik.
Banyuwangi-Surabaya Belum Sepenuhnya Lewat Tol
Rute Banyuwangi-Surabaya masih terbagi dalam dua karakter perjalanan.
Dari Banyuwangi, kendaraan bergerak melalui jalur nasional Pantura menuju Situbondo dan Paiton. Setelah mencapai kawasan Probolinggo, perjalanan dapat dilanjutkan melalui jaringan tol menuju Surabaya.
Artinya, pengendara tidak perlu menghitung tarif tol dari Banyuwangi sampai Surabaya secara penuh. Biaya e-Toll baru dikenakan ketika kendaraan memasuki jaringan tol dan terus melaju ke arah Surabaya.
Ruas Gending-Kraksaan-Paiton yang baru dibuka memberikan alternatif baru di sisi timur Probolinggo. Ruas tersebut mulai beroperasi pada 30 September 2026 pukul 10.00 WIB dan untuk sementara bebas tarif selama 14 hari.
Rincian Tarif Tol Banyuwangi-Surabaya
Untuk perjalanan Golongan I dari kawasan Gending menuju Surabaya, rincian tarif yang menjadi dasar perhitungan adalah:
| Ruas Tol | Tarif Golongan I |
|---|---|
| Surabaya-Gempol | Rp18.000 |
| Gempol-Grati | Rp46.500 |
| Grati-Gending | Rp52.000 |
| Total | Rp116.500 |
Rincian tarif tersebut menunjukkan bahwa pengendara sebaiknya tidak hanya mengisi saldo sesuai tarif dasar. Menyiapkan Rp130 ribu-Rp140 ribu memberikan ruang cadangan apabila terdapat perubahan rute, transaksi tambahan, atau kebutuhan perjalanan lainnya. Rincian tarif Surabaya-Gending juga menunjukkan angka Rp52 ribu untuk ruas Grati-Gending.
Kini Ada Segmen Gratis Gending-Paiton
Ada perubahan penting bagi pengendara Banyuwangi yang melakukan perjalanan pada masa awal pengoperasian Prosiwangi.
Ruas Gending-Kraksaan-Paiton sepanjang 23,515 kilometer resmi dibuka tanpa tarif selama 14 hari. Kendaraan dari arah Paiton maupun Kraksaan dapat memanfaatkan ruas tersebut untuk terhubung dengan jaringan Tol Pasuruan-Probolinggo.
Meski gratis, kartu uang elektronik tetap harus disiapkan. Pengguna jalan tetap diwajibkan melakukan tapping di sistem transaksi tol.
Kebijakan gratis tersebut merupakan bagian dari masa sosialisasi agar masyarakat mengenali akses, jalur, serta fasilitas di ruas tol baru sebelum tarif resmi diberlakukan.
Berapa Lama Banyuwangi-Surabaya?
Jarak Banyuwangi-Surabaya berada di kisaran 300 kilometer, bergantung titik keberangkatan dan tujuan akhir.
Waktu perjalanan mobil sangat dipengaruhi kondisi jalur Pantura, terutama pada ruas Banyuwangi-Situbondo-Probolinggo. Jalur ini masih berupa jalan nasional sehingga pengendara harus berbagi ruang dengan kendaraan logistik dan lalu lintas antarkota.
Secara umum, perjalanan dapat ditempuh sekitar 5,5 hingga 6,5 jam dalam kondisi lalu lintas normal. Angka tersebut merupakan perkiraan, bukan waktu tempuh yang dijamin, karena kepadatan kendaraan, cuaca, kecepatan berkendara, dan waktu berhenti dapat mengubah durasi perjalanan.
Sebagai pembanding, perjalanan Surabaya-Banyuwangi dengan mobil secara umum berada di kisaran enam jam dalam kondisi lalu lintas lancar.
Siapkan BBM Sekitar 25 Liter
Selain saldo e-Toll, biaya terbesar berikutnya adalah bahan bakar.
Dengan asumsi mobil keluarga bermesin 1.300-1.500 cc memiliki konsumsi rata-rata 1 liter untuk 12 kilometer, perjalanan sekitar 300 kilometer membutuhkan kurang lebih 25 liter BBM.
Jika menggunakan harga Pertalite Rp10.000 per liter, kebutuhan BBM sekali jalan sekitar:
25 liter × Rp10.000 = Rp250.000.
Harga Pertalite tetap Rp10.000 per liter pada September 2026. Sementara harga Pertamax di Jawa berada di kisaran Rp15.950 per liter. Dengan asumsi konsumsi yang sama, penggunaan Pertamax membutuhkan sekitar Rp398.750 untuk 25 liter.
Perhitungan tersebut hanya estimasi. Konsumsi BBM aktual dapat berubah karena kondisi kendaraan, muatan, gaya berkendara, kecepatan, serta kepadatan lalu lintas di jalur non-tol.
Total Dana Perjalanan Sekali Jalan
Jika hanya menghitung dua komponen utama, yakni tol dan BBM, gambaran kasarnya sebagai berikut:
-
e-Toll: sekitar Rp130 ribu-Rp140 ribu
-
BBM Pertalite: sekitar Rp250 ribu
-
Total: sekitar Rp380 ribu-Rp390 ribu sekali jalan
Angka tersebut belum termasuk makan, parkir, kebutuhan selama perjalanan, serta biaya tak terduga.
Jika menggunakan Pertamax dengan asumsi 25 liter, total biaya tol dan BBM berada di kisaran Rp528 ribu-Rp539 ribu.
Dengan demikian, pengendara yang ingin melakukan perjalanan Banyuwangi-Surabaya menggunakan mobil pribadi sebaiknya menghitung bukan hanya tarif tol, tetapi juga biaya BBM dan cadangan perjalanan.
Titik Istirahat di Jalur Tol
Begitu memasuki jaringan tol di kawasan Probolinggo, pengendara memiliki sejumlah pilihan tempat berhenti.
Di ruas Pasuruan-Probolinggo terdapat rest area KM 819 dan KM 833. Fasilitas yang tersedia antara lain toilet, musala, minimarket, restoran atau warung, serta fasilitas pendukung perjalanan. Data infrastruktur jalan tol juga mencatat keberadaan rest area di KM 819 dan KM 833 pada ruas tersebut.
Bagi pengendara dari Banyuwangi, strategi perjalanan yang cukup praktis adalah mengatur waktu istirahat sebelum memasuki ruas tol atau memanfaatkan rest area setelah masuk jaringan tol.
Terlebih, perjalanan dari Banyuwangi menuju Paiton masih melewati jalur nasional. Pengemudi perlu memperhitungkan kondisi lalu lintas sebelum menentukan kapan harus berhenti.
Catatan Penting untuk Pengendara
Ada satu hal yang perlu diperhatikan saat menghitung biaya perjalanan pada periode sekarang.
Gratisnya Tol Prosiwangi Gending-Kraksaan-Paiton hanya berlaku selama masa sosialisasi 14 hari. Setelah masa tersebut berakhir, tarif resmi ruas baru akan diberlakukan sesuai ketentuan yang telah ditetapkan pemerintah.
Karena itu, kebutuhan saldo e-Toll untuk perjalanan Banyuwangi-Surabaya dapat berubah setelah tarif Gending-Kraksaan-Paiton mulai diberlakukan.
Untuk perjalanan saat ini, menyiapkan saldo Rp130 ribu-Rp140 ribu tetap menjadi pilihan aman untuk komponen tol, sedangkan biaya BBM perlu disiapkan terpisah.
Bagi warga Banyuwangi yang hendak menuju Surabaya, rute tersebut kini menawarkan kombinasi jalur nasional dan tol: Banyuwangi-Situbondo-Paiton melalui jalur arteri, kemudian masuk jaringan Tol Prosiwangi hingga Gending dan melanjutkan Tol Pasuruan-Probolinggo menuju Surabaya. (*)
Editor : Ali Sodiqin