RADAR BANYUWANGI – Usia 67 tahun tak membuat mantan Wakil Bupati Banyuwangi Abdul Kadir mengendurkan ambisi menjelajah dunia dengan sepeda motor. Menjelang keberangkatan etape pertama dari Uzbekistan, Kadir justru memperkuat persiapan fisik dan kemampuan survival, termasuk berlatih menambal ban tubeless, membaca navigasi, hingga mendirikan tenda seorang diri.
Persiapan itu dilakukan untuk menghadapi perjalanan lintas benua yang tidak hanya menuntut stamina, tetapi juga kemandirian ketika menghadapi kondisi darurat di tengah rute sepi.
Putra asli Desa Sarongan, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi, tersebut mengaku kondisi fisiknya masih prima. Salah satu rutinitas yang dijalani adalah jogging sebanyak lima putaran di lintasan atletik GOR Tawangalun setiap pagi.
Lima Putaran Setiap Pagi
Bagi Kadir, kebugaran menjadi modal utama sebelum menempuh perjalanan panjang menggunakan sepeda motor. Rutinitas olahraga tersebut sudah lama dijalani untuk menjaga daya tahan tubuh.
"Kebiasaan jogging ini sudah lama saya lakoni. Rekam jejak petualangan juga sudah terbangun sejak muda. Saya tercatat pernah menjelajahi 162 negara serta menuntaskan rute lintas Sumatra, Lombok, hingga Timor Timur," kenang Kadir.
Pengalaman menjelajah berbagai wilayah menjadi bekal mental. Namun, Kadir menyadari perjalanan dengan sepeda motor lintas negara membutuhkan persiapan berbeda, terutama ketika harus menghadapi wilayah terpencil dan kondisi alam yang tidak selalu bisa diprediksi.
Karena itu, persiapan tidak berhenti di olahraga.
Simulasi Pasang Tenda di Halaman Rumah
Di halaman rumahnya di kawasan Perumahan Mendut Regency, Kadir melakukan berbagai simulasi secara mandiri. Sejumlah situasi yang mungkin ditemui selama perjalanan dicoba terlebih dahulu agar dirinya tidak gagap ketika menghadapi kondisi darurat.
Mulai dari menambal ban tubeless, membaca peta navigasi, hingga mendirikan tenda mini dilakukan sendiri.
Latihan sederhana tersebut menjadi cara Kadir menguji ketangkasan sekaligus membiasakan diri bermalam di ruang terbuka. Sebab, dalam perjalanan panjang, tidak semua rute menyediakan tempat beristirahat yang mudah dijangkau.
"Simulasi mandiri ini wajib agar di tengah perjalanan nanti saya benar-benar siap menghadapi segala situasi darurat," pungkasnya.
Menembus 11 Negara
Perjalanan keliling dunia tersebut dirancang dalam beberapa etape. Untuk etape pertama, Kadir akan memulai perjalanan dari Uzbekistan dan melintasi 11 negara.
Rute yang disiapkan meliputi Uzbekistan, Tajikistan, Afganistan, Iran, Armenia, Georgia, Turki, Irak, Suriah, Yordania, hingga Mesir.
Perjalanan etape pertama itu ditargetkan selesai pada Desember 2026. Rentang perjalanan yang panjang membuat persiapan logistik, kondisi fisik, navigasi, hingga kemampuan bertahan hidup menjadi bagian penting dari misi tersebut.
Pelepasan keberangkatan Kadir berlangsung di kantor Jawa Pos Radar Banyuwangi, Senin (28/9). Prosesi tersebut diisi doa bersama belasan anak yatim dan keluarga dekat.
Dari lintasan atletik hingga halaman rumah, Kadir kini mengubah persiapan menjadi bagian dari perjalanan. Sebelum roda motor benar-benar bergerak dari Uzbekistan, kemampuan menjaga stamina dan bertahan mandiri menjadi bekal penting untuk menuntaskan misi lintas benua tersebut. (aif)
Editor : Ali Sodiqin