Jalur Bakauheni-Sumbar Belum Full Tol, Segini Biaya BBM dan E-Toll yang Harus Disiapkan

Ali Sodiqin • Dipublikasikan Selasa, 29 September 2026 | 11:30 WIB
Berapa saldo e-Toll Jakarta-Banyuwangi 2026? Simak estimasi tarif tol, rute Probolinggo-Banyuwangi, dan saldo cadangan untuk mobil Golongan I. ((RIFKI/AI/Halo Jember)
Mau berkendara dari Bakauheni ke Sumatera Barat? Simak estimasi BBM, e-toll, jarak, waktu tempuh, dan biaya perjalanan sekali jalan. (RIFKI/AI/Halo Jember)

RADAR BANYUWANGI – Perjalanan darat dari Bakauheni, Lampung, menuju Sumatera Barat dengan mobil pribadi membutuhkan persiapan lebih dari sekadar mengisi penuh tangki BBM. Untuk rute sekitar 1.200–1.300 kilometer menuju kawasan Padang dan sekitarnya, pengendara perlu menyiapkan biaya BBM sekitar Rp1 juta–Rp1,4 juta, sementara saldo uang elektronik perlu disesuaikan dengan ruas tol yang benar-benar dilalui.

Sebab, perjalanan Bakauheni–Sumatera Barat belum sepenuhnya tersambung jalan tol. Pengendara dari Bakauheni dapat menikmati Tol Trans Sumatera hingga Palembang, tetapi perjalanan berikutnya menuju Sumatera Barat masih melibatkan jalan nasional dan ruas tol yang terpisah. Salah satu ruas tol yang sudah bertarif di Sumatera Barat adalah Tol Padang–Sicincin dengan tarif Golongan I Rp50.500.

Dengan demikian, saldo e-toll sekitar Rp550 ribu dapat dijadikan patokan apabila perjalanan menggunakan koridor tol Bakauheni–Palembang dan kemudian memanfaatkan Tol Padang–Sicincin. Namun, angka tersebut bukan biaya tol penuh Bakauheni–Padang karena sebagian besar perjalanan menuju Sumatera Barat masih berlangsung di jalan non-tol.

Tol Bakauheni-Palembang Sekitar Rp495 Ribu

Bagi mobil pribadi atau kendaraan Golongan I, koridor tol dari Bakauheni menuju Palembang saat ini terdiri atas tiga ruas utama.

Ruas pertama adalah Bakauheni–Terbanggi Besar. Berdasarkan data tarif BPJT, perjalanan dari Pelabuhan Bakauheni menuju Terbanggi Besar dikenai Rp189.500 untuk Golongan I. 

Berikutnya, pengendara melanjutkan perjalanan melalui Tol Terbanggi Besar–Pematang Panggang–Kayu Agung (Terpeka) dengan tarif Rp255.500 untuk Golongan I.

Dari Kayu Agung, perjalanan dapat diteruskan melalui Tol Kayu Agung–Palembang-Betung, dengan tarif ruas Kayu Agung–Kramasan sebesar Rp50.000 untuk Golongan I. 

Jika tiga ruas tersebut dijumlahkan, biaya tol Bakauheni–Kramasan mencapai sekitar Rp495.000 sekali jalan.

Artinya, pengendara sebaiknya tidak hanya mengandalkan saldo pas-pasan. Menyediakan saldo cadangan menjadi langkah penting untuk mengantisipasi perubahan rute, transaksi tambahan, atau kebutuhan perjalanan di ruas tol lain.

Setelah Palembang, Perjalanan Berubah

Keluar dari koridor tol Palembang, karakter perjalanan menuju Sumatera Barat berubah. Pengendara tidak bisa terus mengikuti jalan tol secara utuh hingga Padang.

Jaringan Tol Trans Sumatera memang terus berkembang. Bahkan, Tol Betung–Tempino–Jambi Seksi 3 Bayung Lencir–Simpang Ness/Pijoan telah resmi bertarif sejak 21 Agustus 2026. Tarif Golongan I untuk perjalanan Bayung Lencir–Simpang Ness/Pijoan mencapai Rp79.000. 

Namun, jaringan tersebut belum membuat perjalanan Bakauheni–Sumatera Barat menjadi satu koridor tol tanpa putus. Karena itu, pengendara tetap harus memperhitungkan waktu dan biaya perjalanan di jalan nasional.

Kondisi ini penting diperhatikan karena karakter jalur setelah Palembang berbeda dengan ruas tol selatan Sumatera. Medan perjalanan semakin beragam, terutama ketika memasuki wilayah Sumatera bagian tengah hingga Sumatera Barat.

Tol Padang-Sicincin Jadi Tambahan

Bagi pengendara yang tujuan akhirnya Padang dan ingin menggunakan ruas tol di Sumatera Barat, Tol Padang–Sicincin dapat menjadi salah satu pilihan.

Data BPJT mencatat tarif Golongan I untuk ruas Sicincin–Padang sebesar Rp50.500. 

Jika biaya tersebut ditambahkan dengan tiga ruas tol utama dari Bakauheni menuju Palembang, kebutuhan tarif tol menjadi sekitar Rp545.500.

Namun, angka tersebut harus dipahami sebagai estimasi biaya untuk ruas tol yang digunakan, bukan tarif tol Bakauheni–Padang secara penuh. Sebagian perjalanan antara Palembang dan Sumatera Barat tetap berlangsung melalui jaringan jalan non-tol.

BBM Bisa Tembus Rp1,3 Juta

Selain saldo e-toll, komponen biaya terbesar berikutnya adalah BBM.

Dengan asumsi jarak perjalanan sekitar 1.200–1.300 kilometer dan konsumsi mobil rata-rata 12 kilometer per liter, kebutuhan bahan bakar berada di kisaran 100–110 liter.

Jika menggunakan Pertalite dengan asumsi harga Rp10.000 per liter, biaya BBM berada di kisaran Rp1 juta–Rp1,1 juta.

Sementara dengan asumsi Pertamax Rp12.500 per liter, biaya bahan bakar menjadi sekitar Rp1,25 juta–Rp1,375 juta.

Untuk mobil diesel dengan konsumsi sekitar 14 kilometer per liter, kebutuhan bahan bakar diperkirakan 86–93 liter. Dengan asumsi harga Dexlite Rp13.000 per liter, biaya berada di kisaran Rp1,1 juta–Rp1,2 juta.

Angka tersebut tetap merupakan simulasi. Konsumsi riil dapat berubah karena kondisi kendaraan, kecepatan, muatan, kontur jalan, kemacetan, serta penggunaan AC.

Jangan Hitung Waktu Hanya dari Kilometer

Perjalanan Bakauheni menuju Sumatera Barat juga tidak ideal dihitung hanya berdasarkan jarak.

Pada bagian Bakauheni–Palembang, pengendara bisa memanfaatkan jaringan tol yang relatif panjang. BPJT mencatat Tol Bakauheni–Terbanggi Besar sepanjang sekitar 140 kilometer dan Tol Terbanggi Besar–Kayu Agung sekitar 189 kilometer. 

Namun, setelah keluar dari koridor tol tersebut, waktu perjalanan sangat bergantung pada kondisi jalan nasional, kepadatan kendaraan, aktivitas masyarakat, cuaca, hingga karakter medan.

Dengan estimasi berkendara sekitar 24–30 jam tanpa berhenti lama, perjalanan sebaiknya tidak dipaksakan dalam satu hari. Membaginya menjadi dua atau tiga etape lebih realistis agar pengemudi tetap memiliki waktu istirahat.

Gambaran Biaya Sekali Jalan

Jika menggunakan asumsi Pertalite, gambaran kasar biaya utama perjalanan menjadi:

Komponen Estimasi
BBM Pertalite Rp1.000.000–Rp1.100.000
Tol Bakauheni–Palembang Rp495.000
Tol Padang–Sicincin Rp50.500
Total dasar Rp1.545.500–Rp1.645.500

Perhitungan tersebut belum memasukkan biaya penyeberangan Merak–Bakauheni jika titik awal perjalanan sebenarnya dari Pulau Jawa, makan, parkir, penginapan, serta biaya tak terduga.

Untuk keamanan, saldo kartu uang elektronik sebaiknya tidak diisi tepat sesuai nominal tarif. BPJT sendiri mengimbau pengguna jalan tol menyiapkan saldo uang elektronik yang cukup agar tidak menimbulkan antrean ketika saldo tidak mencukupi.

Pada akhirnya, perjalanan Bakauheni–Sumatera Barat bukan sekadar soal berapa rupiah yang harus disiapkan. Pengendara perlu memahami bahwa sebagian perjalanan memang bisa dipangkas dengan tol, tetapi koridor menuju Sumatera Barat belum seluruhnya tersambung jalan bebas hambatan.

Karena itu, siapkan BBM sekitar Rp1–1,4 juta, saldo tol sekitar Rp550 ribu untuk koridor tol yang digunakan, serta waktu perjalanan yang cukup untuk dua atau tiga hari. Perhitungan akhir tetap perlu disesuaikan dengan kota tujuan, jenis kendaraan, konsumsi BBM, dan kondisi lalu lintas saat keberangkatan. (*)

Editor : Ali Sodiqin
Saldo e-Toll Bakauheni Padang Biaya BBM Jalan Sumatera tol trans sumatera